Sepotong khutbah oleh Nadirsyah Hosen via geotimes "Ramadhan berlalu dan kita masih duduk termangu. Apa saja yang telah kita lakukan sebulan yang lalu? Tidakkah kita idamkan agar Ramadhan tahun ini berbeda dengan Ramadhan sebelumnya? Bukankah kita telah berniat agar Ramadhan tahun ini tumbuh kembali spirit cinta kita kepada ilahi? Ramadhan adalah persembahan seorang hamba kepada Sang Khaliq. Ketika sang Khaliq, dalam sebuah Hadits Qudsi, telah berseru: “Puasa itu untukKu”, maka setiap hamba bergetar saat memasuki Ramadhan. Getaran jiwa yang terus dijaga dan dipelihara selama bulan suci. Ke manakah getaran itu kini ketika Ramadhan telah berakhir? Mengapa pula kita bergembira Ramadhan berlalu, padahal Nabi Muhammad selalu bersedih saat Ramadhan berakhir? Apakah kita bergembira karena selesai sudah segala susah payah kita berpuasa sebulan penuh? Atau apakah kita bergembira Ramadhan berakhir karena kita bisa kembali menjadi manusia “normal” yang kembali menerjang apa yang Allah haramkan, dan berebut mencari serpihan tersisa dari apa yang Allah halalkan? Mungkin ini Ramadhan terakhir kita. Mungkin ini Lebaran terakhir kita. Mungkin pula ini permintaan maaf terakhir kita. Nastar dan kastengel by @felbakery @uploadkompakan #uploadkompakan #uk29ramadhan1438











