Berqurban Ditengah Pandemi
Wabah pandemic covid-19 telah mewabah di seluruh dunia sejak awal tahun 2020, hal itu sangat berdampak buruk terhadap keadaan ekonomi global. Adapun salah satu cara yang dirasa ampuh dalam memerangi covid-19 adalah dengan saling membantu antar sesama. sebab hanya itulah yang bisa dilakukan saat ini ditengah pembatasan-pembatasan dalam segala aspek kehidupan yang dilakukan saat ini.
Adapun berqurban merupakan salah satu ibadah di hari raya idul adha yang bisa dilakukan saat ini, dimana berqurban ditengah wabah juga merupakan salah satu cara untuk mendongkrak laju ekonomi saat ini khususnya ekonomi para petani ataupun peternak hewan yang bisa dijadikan kurban seperti domba, kambing, sapi, kerbau ataupun unta.
Selain itu, ditengah pandemic ini banyak sekali yang terdampak bahkan tidak sedikit dari mereka kehilangan pekerjaannya. Untuk itu berqurban menjadi salah satu washilah untuk berbagi ditengah pandemic ini. sebab dalam kurban ada proses pembagian atau pendistribusian daging kurban kepada oang-orang yang membutuhkan.
Berqurban dengan hewan yang gemuk
Pada dasarnya berkurban merupakan salah satu ibadah anak adam yang dicintai oleh Allah swt di hari raya idul adha. Adapun salah satu sunnah yang bisa dikerjakan pada saat ibadah kurban adalah berkurban dengan hewan yang gemuk dan paling mahal. hal itu berdasarkan sebuah riwayat yang mengatakan bahwa sesungguhnya kurban yang dicintai ialah hewan yang gemuk dan paling mahal.
Secara logis hewan yang gemuk memiliki potensi daging yang banyak, sehingga dengan daging yang banyak jumlah penerima atau daging yang dibagikan akan banyak pula. Semakin banyak yang menerima manfaat dari kurban yang dikerjakan maka akan semakin besar pula pahala dan keberkahan yang didapatkan. untuk itu dianjurkan kepada para pekurban untuk berkurban dengan hewan yang gemuk dan harganya sangat mahal.







