Hidupku lengkap, kelap-kelip.
Kelap bintang di siang hari. Hangat riuh sedesir angin pantai.
Kelipan manis, kecil, terang, menyinari. Di teduh senyap malam segunung.
Kelap-kelip hidupku lengkap.

JBB: An Artblog!
No title available
almost home
Today's Document
Not today Justin

Kaledo Art
todays bird
Misplaced Lens Cap
Game of Thrones Daily

oozey mess
I'd rather be in outer space 🛸
dirt enthusiast
occasionally subtle
🪼

blake kathryn

ellievsbear
i don't do bad sauce passes
RMH

if i look back, i am lost
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

seen from Canada
seen from Lithuania
seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from Saudi Arabia

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Switzerland
seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Kenya

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Germany
seen from Canada
seen from United States
seen from Malaysia
@semiotika
Hidupku lengkap, kelap-kelip.
Kelap bintang di siang hari. Hangat riuh sedesir angin pantai.
Kelipan manis, kecil, terang, menyinari. Di teduh senyap malam segunung.
Kelap-kelip hidupku lengkap.
Aku mencintaimu satu per satu
Dua bola mata teduhmu
Tiga kata yang disusun aku, engkau, dan rindu
Kau dan Kopi
Tak ada yang salah
Aku tau kau suka kopi
Di pagi, sore, bahkan malam harimu
Kau bilang, sehari tak bertemu kopi rasanya berputar dunia
Tapi biar kuingatkan
Semua tak semudah isi kepalamu
Kau berkontrak mati dengan asam lambung
Tak boleh main-main dengan kopi
Satu seruput kopi, bisa meledak dadamu
Satu lagi hal tragis
Di tengah tarianmu, kopi, dan asam lambung
Aku selalu hadir; segelas air
Tak menarik, kau sesapi ketika tak ada pilihan lagi
Tak apa
Tak ada yang salah
Karena setelah selama ini pun aku masih dan akan selalu ingat
Kau suka kopi
Merayakan/Perayaan Mentari
Mantra dan doa dirapal atas kata istilah dan ejaan tua
Hentak hentak kaki tanda dimulai, mari kita merayakan mentari
Gelap hari tlah terlalu lama mengurung ruang kita
Yang seharusnya debar hati berapi api gegap gempita membakar hari
Sebelumnya jangankan berencana, bermimpi saja seakan terlalu tinggi
Tapi kini semua boleh menari berputar sekuat mungkin, bergerak liar ke mana saja
Tarian merayakan mentari
Tangan yang dulu diikat menyilang menutupi mulut, kini terlepas bebas
Bergerak jemarinya lentik, kibas tangannya kuat, ayunan bilah bilah tajam yang sesekali menghujam. bahasa tubuh megah menyampaikan kepada dunia tentang merayakan mentari
Nafas yang tersengal, dada nampak naik turun dengan kuat
Menahan merasa menghembus panas
Seisi dada dipenuhi riak perayaan mentari
Tentang anak anak yang selalu tak ingin kalah. Nyangian, teriakan, tarian, kehangatan. Perayaan mentari.
Tentang apa apa yang seharusnya tetap ada, janji, keharusan, penghilangan, kegagalan, tangis, kehilangan, rintik, pijar, letup, ledak. Inilah perayaan mentari.
Aku tahu, kau cantik dibalut pakaian jingga. Aku suka sekali senyummu dipasangkan dengan pakaian biru. Aku selalu memimpikan kau memilih pakaian hijau muda. Kesukaanku.
Pada akhirnya kau memilih pakaian merah.
Terlalu cantik, senyummu teramat kusuka, dan keberadaanmu hanya di dalam mimpi.
Peluk aku. Ini tak lagi sesuatu yang terburu-buru Tempo kita sama cepat. Melodinya mengalun tepat. Biar kukecup bibirmu. Meski aku tahu, bahwa bibirku bukan bibir pertama yang kau kecup. Biarkan aku larut dalam hangat lembutnya.
Banyaklah membaca. Menulislah dengan baik. Putarlah seisi dunia. Atau cukup hiasi pikiran beberapa teman terdekatmu. Minimal hiburlah pikiranmu sendiri.
- R
Detik bergerak, seirama degup dalam dada. Teruslah. Teruskan. Terus. Ingatlah. Tiap detik harus dibayar degup. Jangan lupa. Entah kapan degupnya akan berhenti. Jangan dulu. Terus. Teruskan. Teruslah.
Tawa lepasmu melahap habis satu per satu letih di bahuku. Janganlah ragu, tawamu adalah mengapa aku tak akan berhenti.
Seribu malam di sejenak waktu. Tiap langkah terasa tenang. Kedip kelopak mata serasa ditaburi sejuta bintang. Tak panas, juga tak berlari dari hujan.
Sederhana langkah riang. Seorang anak yang berjalan pulang.
Biarkanlah tangismu berkelana. Menjelajah setiap ruang apa-apa yang sedang kau rasa. Sampai lelah ia, biarkanlah berkelana.
- R
Mencari perhatianmu itu seperti berburu ranjau. Salah satu langkah, BUM! Habis sudah.
- R
Ketetapan yang tak akan pernah berubah adalah perubahan. Teruslah berubah, tetapkan.
- R
HBD ILY THX GGWP.
Bekerja bersama hati. Kita ini insan, bukan seekor sapi.
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang tak kau kehendaki tumbuh
Engkau lebih suka membangun rumah
dan merampas tanah
Seumpama bunga
Kami adalah bunga yang
Dirontokkan di bumi kami sendiri
Jika kami bunga
Engkau adalah tembok
Tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji-biji
Suatu saat kami akan tumbuh bersama
-Kutipan “Bunga dan Tembok” oleh Wiji Thukul
Jangan pula engkau lupa, bahwa kami adalah hujan.
Setiap mendung yang gelap kelam, akan dibalas derum deras perlawanan.
Rasanya seperti patah hati. Tercebur . Tenggelam. Tenggelam. Tenggelam. Larut. Larut. Hening. Rasanya seperti patah hati. Tapi jelas ini bukan patah hati. Sepi senyap. Menguap. Menguap. Menguap. Hilang.