Saat-saat paling menenangkan adalah ketika tinggal dirumah bersama suami. Mungkin masih penuh keterbatasan, karena kami masih mengontrak /sewa kos. Tapi itu lebih baik dan tenang. Daripada harus menumpang dirumah mertua. Meskipun mereka baik dan menerima, rasanya tidak senyaman saat tinggal bersama suami.
Semua hal yang baik perlu di jaga. Aku hanya gamau aja karena seringnya kebersamaan malah akan membuat gesekan. Ibaratnya seperti benda yang sering beriringan atau bersama memungkinkan akan adanya gesekan/benturan suatu saat. Itulah yang dihindari. Biar saja kebaikan mereka yang sudah ada kita pelihara tanpa harus selalu bersama tatap muka.
Pernah suatu hari, ada kejadian yang buat aku sedih. Aku mungkin tidak akan menceritakannya secara detail. Yak, di hari itu aku tidak tau apa2 tiba2 saudara suami ada yg marah tanpa sebab padaku. Aku sampai menangis di kamar diam2 dan paksu gatau. Ternyata hal itu terjadi hanya masalah sepele. Sebenernya aku tidak terlalu mengambil hati kala itu. Tapi ada kata2nya yang buat aku jadi mikir. Kayaknya gabisa deh kalo aku lama2 disini. Kemanapun suamiku bertugas, aku harus ikut ucapku dalam hati.
Aku tidak sakit hati atas kejadian itu, aku juga bisa aja setelahnya. Hanya saja aku mencoba menjaga agar batasan ini tetap pada tempatnya. Sehingga kebaikan2 mereka tetap terjalin dan terpelihara, maka sebaiknya aku akan ikut suami saja. Dan bukankah idealnya memang seperti itu kan ya?
Agustus pagi hari -hujan- 12.08.2025














