Seni itu tergantung bagaimana cara sudut pandang kita menterjemahkannya – Senjaberaksara
Bulan – bulan ini saya mencoba search untuk melakukan registrasi online di tumurunmuseum.com – itu adalah salah satu cara untuk bisa masuk di PrivateMuseumTumurun, lalu bagaimana perjalanan saya. Selamat membaca tulisan saya ini 🙂
Mengetahui Private Museum Tumurun ini dari salah satu IG Agenda Solo, lalu saya registrasi online saja, dan berhubung keponakan Mas tuh baru maen ke Solo saya pun mengajak mereka. Maksimal pengunjung yang melalukan regitrasi online itu boleh mengajak 5 orang teman. Dan tentunya setiap hari hanya ada beberapa jam tertentu dan waktu kunjungan itu hanya 1 jam saya. Biaya masuknya itu GRATIS. benar – benar gak di pungut biaya apapun.
Pagi di hari Minggu itu kan kami memilih jam 11 siang untuk masuk di Private Museum, dan memang ada peraturan bahwa harus datang 15 menit sebelum jam masuknya kan. jam 10.45 kami sudah berada disitu. mencari Lokasinya tidak rumit kok, di Google Maps aja udah kedeteksi Tumurun Private Museum pasnya depan Hotel Margagansa sepertinya kalau tidak salah menulis ya hehehe
Jam 11 tepat kami dibawa oleh Guide yah ada mas-mas yang bertugas memandu kami, karena memang terbatas kan kuota setiap jam di tiap harinya memang tidak terlalu banyak pengunjungnya dan Mas Guidenya itu mulai menjelaskan kepada kami kenapa sih di namakan Tumurun hingga menjelaskan peraturan kami selama berkunjung di Tumurun Private Museum. dikutip dari penjelasan Mas Guidenya nih
Tumurun itu kepanjangan dari Turun Temurun, nah anak dari Bp Lukminto CEO Sritex itu kan punya banyak banget koleksi seni hingga barang mewah, akhirnya beliau memiliki ide untuk membuat Museum ini sekaligus mengenang nih barang kesayangan almarhum ayahnya Mobil Mercy jaman dulu yang masih benar – benar original yang di pamerkan didalam Museum ini. Dan semua seni lukis yang ada di Museum ini sudah menjadi hak milik anak Bp Lukiminto ini bernama Bp Wawan. Jadi, tidak ada yang namanya nitip karya seni dari pelukis terkenal itu. Di samping lukisan itu ada barcode yang bisa di QR dan ada penjelasan siapa pelukisnya hingga cerita dari lukisan itu apa. Jika kurang jelas nanti ada petugas dari Tumurun Private Museum ini yang akan membantu menjelaskan, tenang saja. Dan terakhir semua tas itu dibiarkan saja diluar ruangan Museum yang boleh dibawa itu hanya HP saja, memotretnyapun harus jaga jarak jangan terlalu dekat dengan karya seni takutnya nih terjadi apa – apa dengan karya seninya. dan kita hanya boleh berkeliling di lantai 1 kenapa? karena lantai 2 ada koleksi lukisan yang pelukisnya sudah meninggal dan harus benar – benar dijaga. kalau lanti satu jenis lukisannya kontreporer dan pelukisnya masih hidup serta banyak karya pelukis anak muda negeri ini.
jangan lupa kalau berswafoto untuk di tag di IG Tumurun Private Museum karena apa? kalau kita yang tidak memperkenalkan pelukis atau kary a seni Negara kita sendiri kapan lagi?
Udah seperti Guide banget kan penjelasan saya hehehe. lalu dengan metode pintu yang dikunci dari dalam, kamipun dipersilahkan masuk dalam museum. Jangan dikira kalau sudah masuk lalu keluar sebelum jam keluar bisa masuk lagi, nonono Kalau membicarakan tentang keamanannya saya acungi jempol, karena kalau udah keluar dari area museum saya yakin kalau tidak ada akses dari Mas Guide atau petugas disana kalian gak bisa masuk dalam ruangan lagi. Pokoknya kta diberi 1 jam untuk menikmati karya seni koleksinya Bp Wawan ini dari pelukis terkenal di Indonesia.
Kalau bicara tentang karya lukisnya ya, benar – benar buanyak banget. Mulai dari Bp Eddy yang melukis dengan tangan tulisan aksara jawa yang membentuk suatu lukisan menarik itu benar – benar luar biasa banget, beliau itu melukis di media kayu hingga media canvas itu secara detail yang dari jauh dilihat itu gak percaya kalau itu semua berawal dari aksara jawa loh. Waktu melukis beliau itu 4-6 tahun baru karyanya selesai. Luar biasa bukan. Ada lagi bagaimana pelukis itu menghubungkan satu karya dengan karya lainnya yang kalau ditelusur itu berurutan, ada lagi yang membiarkan kta sendiri menterjemahkanya itu apa. Jadi kaiak ada semacam lukisan gitu kalau ditanya itu apa? jawabnya mas guidenya itu adalah tentang apa yang kta pikirkan, bisa kita sebut itu muka dan tangan ada lagi yang lainnya. Jadi pelukis itu membuat kebebasan penikmatnya itu menikmati karyanya. Dan Masih banyak lagi lah, ada mobil juga dan sebagainya.
Memang Spot poto yang menarik buat yang suka foto dan edukasi menarik untuk anak – anak yang suka seni dan keindahan.
Terima kasih untuk Mas – MAs Guide semuanya, semua Guidenya cowok loh. tetap semangat
Tumurun Private Museum Seni itu tergantung bagaimana cara sudut pandang kita menterjemahkannya - Senjaberaksara Bulan - bulan ini saya mencoba search untuk melakukan registrasi online di tumurunmuseum.com - itu adalah salah satu cara untuk bisa masuk di PrivateMuseumTumurun, lalu bagaimana perjalanan saya.