Pekan demi pekan berlalu sangat cepat seakan tidak mengijinkan kita berdiam lama sejenak. Baru saja masuk akhir pekan tapi tau-tau sudah senin kembali.
Roda kehidupan terus berputar adalah salah satu kenyataan yang harus kita hadapi. Entah kita siap atau tidak. Entah kita mau atau tidak. Yang pasti tantangan demi tantangan silih berganti tak pernah berhenti. Itulah kehidupan, sebuah roda yang melalui banyak liku ujian. Selama nafas masih berhembus maka ujian akan ikut seiring dengan alirannya.
Dalam ujian pasti menghasilkan kekhawatiran dan kegelisahan. Khawatir pada yang akan datang dan gelisah pada yang sudah berlalu. Semua hal yang lumrah untuk semua manusia.
Jika siklus ujian yang sepaket dengan khawatir-gelisah itu terus datang-berlalu-berganti, mengapa kita tidak menerimanya.
Menyadari dan menerima bahwa siklus ujian akan selalu datang tak pernah berhenti hingga nafas terakhir akan membuat kita selalu berusaha bersiap. Alih alih selalu berekspektasi hal-hal yang manis-mudah-lancar, kita bersiap pada hal yang mungkin tak terduga.
Bersiap pada setiap siklus ujian membuat kita memandang kehidupan adalah arena berproses. Allah melihat semua proses kita menghadapi ujian. Lulus tidaknya bukan pada kita jadi orang kaya, sukses, atau terkenal. Lulus atau tidaknya adalah ketika kita tetap bisa mengenggam erat keimanan dan ketakwaan dalam proses panjang kehidupan.
Bersiap pada siklus ujian bukan berarti selalu berprasangka buruk pada kehidupan. Seolah memandang semua hal yang ada di dunia adalah kesulitan. Justru bersiap pada siklus ujian akan membuat karunia dan kenikmatan terasa dengan lebih manis dan menyejukkan.
Bukankah semilir angin begitu menyejukkan ketika kita panas keringatan. Bukankah tegukan air terasa melegakan saat kita kering kehausan. Maka nikmat, karunia, kemudahan dari Allah akan buat kita bersyukur lebih dalam dalam gelapnya siklus ujian.
Dalam perjalanan naik turun kehidupan dan setiap sulitnya ujian, utamakanlah selalu Allah. Mintalah agar kita dapat melalui ujian tanpa berceceran dosa dan kesalahan. Mohonlah supaya kita senantiasa istiqamah dalam komitmen keimanan. Berdoalah semoga ujian ini menjadi proses kita membaik dan mendewasa.
Untuk setiap hari, baik itu senin maupun akhir pekan, akan ada siklus ujian baru. Dan dengan nama Allah Yang Maha Kuasa atas segala kebaikan dan ujian kehidupan, kita bersiap.