Benarkah cinta itu buta atau kita yang terlalu tenggelam?
tumblr dot com
official daine visual archive
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr

#extradirty
The Stonewall Inn

bliss lane

blake kathryn
Color Me Curious
NASA
No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
No title available
Show & Tell
$LAYYYTER
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

titsay

❣ Chile in a Photography ❣

Game Changer & Make Some Noise
Xuebing Du
The Bowery Presents
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Colombia
seen from Ecuador

seen from Ecuador

seen from Italy
seen from United States
seen from France

seen from United States
seen from South Africa
seen from Brazil
seen from South Africa

seen from United States

seen from Singapore
seen from United States

seen from Australia

seen from Germany
seen from United States
seen from Jordan
@sentimentalaquamarine
Benarkah cinta itu buta atau kita yang terlalu tenggelam?
Sialnya, aku masih saja merindukanmu sekencang angin.
Apa yang terlihat di matamu malam ini? Kelip bintang yang begitu terang atau senyum mantan yang masih membayang.
Sekarang aku merasa harus segera menemukanmu. Sebab pasar malam, sudah diramaikan sepi-sepi.
Orang-orang patah hati membeli buku puisi, untuk sembuh dari sunyi.
Aku ingin memupuk rindu dengan sederhana di rumah kayu, tentu denganmu, kasihku. Di mana kau tidur, aku lembur. Aku tidur, dan kau sudah asyik mencincang sayur di dapur.
Aku bersaksi; demi malam yang tewas ditikam hujan, pun hati yang meraung kesepian, tiadamu adalah taring paling tajam, adalah itu patah terdalam yang pernah kutelan.
Siapkan kopi paling hangat, aku kehujanan, dan meja makan adalah arah keduaku, setelah tubuhmu.
Selain kubaca kisah kunang-kunang, meja isi rendang dan doa ibu penuh kasih sayang, mengingat rindumu pun aku ingin cepat pulang.
Tuan, apakah esok di masa depan di atas meja makan kita dapat berbincang tentang masa depan? Bukan untuk kita, tapi anak-anak yang lahir dari rahim cinta.
Patah hati adalah serakan puntung dan botol kosong. Berjudi cinta, dan tak pernah untung. Angka di dadu kita; selalu tak sama.
Mungkin pertemuan kita memang singkat; tetapi perasaanku, tak pernah lupa tempat.
Dan, perpisahan tanpa kata selalu menyesakkan dada. Selamat tinggal yang begitu dingin; air mata yang selalu menggerimis. Aku tidak pernah berpikir jika mengingatmu kembali, ialah hujan deras bagi gersang di hari-hari seusai kepergianmu.
Suatu hari, kamu akan menemukanku mati di antara kesunyian. Busuk di antara reruntuhan perasaan yang telah terbakar oleh waktu.
Betapa hujan pandai mengasah ingatanku, lalu menajamkan rindu. Sebab bila aku mengingatmu, aku menjadi biru.
Dan sungguh, kau lebih kusukai dalam sepi, Nona. Sebab ia tak sekalipun menghardik tatkala rindu ini menyala berapi-api.
Sepi ini seperti mayat bangkit dari kematian, yang dihidupkan dalam redup nyala ingatan. Kita berulangkali membunuhnya, namun tak mampu mengubur; rindunya.