Menurutmu, di titik mana Tuhan akan mempertemukan kita:
Apakah di antara rak-rak buku yang beraroma kertas dan hujan? Atau di depan gerai bunga, saat kita sama-sama bingung memilih kepada siapa setangkai rindu berwarna merah delima itu akan pulang? atau di toko roti, ketika aroma mentega dan kopi hangat menguar di udara? atau justru di tepian samudra saat senja luruh perlahan di antara desir angin dan debur ombak?
Boleh jadi Tuhan sedang memilah waktu paling baik untuk menyatukan kita. Bukan di riuh hiruk-pikuk, bukan di waktu yang karut-marut. Kelak, saat langit merangkul teduh dan hidup bergulir sewajarnya, nama kita akan bertemu di halaman yang sama. Tanpa harus saling mencari, tanpa perlu mengecap patah hati lebih dulu, Hanya dua insan yang dipertemukan Tuhan dengan cara paling sederhana, lalu takdir menjadikannya selamanya.
#Written by juneya












