Tetap Baik, Meski Tidak Lagi Dekat
Tidak semua pertemanan harus dipertahankan selamanya. Ada masa ketika kita mulai sadar bahwa tidak semua orang yang dekat dengan kita membawa ketenangan. Ada yang setiap kali bertemu justru membuat hati terasa berat. Obrolannya penuh sindiran, keluhan, atau hal-hal yang membuat kita merasa tidak cukup baik.
Awalnya mungkin kita tetap bertahan. Berpikir bahwa namanya juga teman, pasti ada saja kekurangannya. Tapi lama-lama kita belajar satu hal sederhana: menjaga diri juga penting.
Menjauh dari teman yang toxic bukan berarti kita membenci mereka. Bukan juga berarti kita ingin memutus silaturahmi. Kita hanya sedang memberi ruang untuk diri sendiri agar lebih tenang dan lebih sehat secara emosional.
Kita tetap bisa bersikap baik. Tetap menyapa kalau bertemu. Tetap mendoakan yang baik-baik untuk mereka. Hanya saja, tidak semua orang harus kita beri tempat yang terlalu dekat dalam hidup kita.
Hidup ini sudah cukup penuh dengan hal yang perlu diperjuangkan. Jadi tidak ada salahnya memilih berada di sekitar orang-orang yang membuat kita merasa dihargai, didukung, dan diterima apa adanya.
Menjaga jarak terkadang bukan tanda permusuhan. Justru itu cara paling dewasa untuk tetap baik tanpa harus menyakiti diri sendiri
AMZ
Sabtu, 14 Maret 2026
Jika berada di pertemanan yang melelahkan, kamu biasanya…
Memilih tetap bertahan.
Mengurangi interaksi tanpa membuat masalah
Perlahan menjaga jarak














