Hampir genap 4 bulan di Pattani ini, sering jalan ke Yala dan jika dihitung waktunya meskipun acak, sudah hampir 3 bulan penuh berada di rumah Pohon Jambu - Bendagstar. Dan sepanjang hari-hari yang dilalui itu kerap telinga ini mendengar baik bisikkan, membelakangi dan bahkan depan-depanan. Kalimat yang saat pertama kali terdengar adalah bagaikan kata "jenaka". Masih santai. Setiap hari berjalan dengan apa adanya (🎶) melakukan kegiatan program, jalan-jalan, bertemu orang-orang baru, 5 waktu, 3 waktu dan banyak lagi lah. Dan sampailah pada suatu hari, mereka bertanya tentang berbagai hal, ceritanya panjang, dari A-Z. Entah apa awalnya tiba-tiba saja seorang ibu mengatakan "Nakal kak Al ini". "Ya lah, nakal. Hahaha" sambung seorang bapak. Aku terdiam. Mulai kepikiran "ini mereka bilang nakal, apa maksudnya? Salah bicara apa tadi ya. Tapi yang disitu kenapa pada ketawa?" linglung mikirnya. Hari itu pulang ke rumah bawa PR di kepala. Kini sampailah pada fase hampir memenuhi persyaratan untuk dikatakan "seminggu" 7 hari. Semua anggota keluarga wey & mek (kedua orangtua angkat) duduk di depan TV. Karena ada pendatang baru (bukan ngartis) di rumahnya, jadi pandangan beralih ke kak Al. Cerita ini itu, ketawa, bertanya, menjawab dan akhirnya sampailah pada kesimpulan diskusi hari itu. "Nakal dia ini" ujar wey tanpa beban. Meu sep sep lam jantong, meu dhug dhug hatee waktu mendengar pernyataannya. Apalah yang salah ini, apa ada salah bicara, apa ada kesalahan di pendengaran (iya sebelum kesini, nggak sempat ke THT). Diam, mata memandang TV, pikiran menembus TV (setajam silet) tapi pikiran awutan nggak dapat jawaban. Bismillah. "Mek, Wey bilang nakal apa jenaka?" bertanya. "Nakal" jawab Mek, matanya kali ini sudah beralih, menatap lembut TV. Ya Allah, Wey betulan bilang nakal. "Maksudnya gapo tu Mek, nakal? Serupo gapo?" bertanya lagi. "Hau, Mek dok pandailah nak cakap kot kak Al", Mek mulai serius dengan TV. Putus asa, ingin menyudahi pertanyaan tapi teuingat-ingat nah. "Mek, nakal itu maknanya bagus atau pelek (negatif)" meniatkan sebagai pertanyaan terakhir di sore ini. "Dok li, kak Al bikin orang suka (ketawa), dok pelek lah" sahut Mek dan kali ini pandangannya kembali ke kak Al sambil tersenyum setengah tertawa. Dan PR di kepala kak Al pun terjawab sudah. - nakal = lucu - catatan kaki lainnya sila tanyak *Bek na yang pegah kata "nakal" keo lon di Aceh beuh. Kecuali mau kena jurus silat harimau Pattani 😝