Yang kita punya diujung-ujung harapan hanyalah doa.
Aku
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
h
Show & Tell

祝日 / Permanent Vacation
tumblr dot com
almost home
Cosmic Funnies
Acquired Stardust
$LAYYYTER
taylor price
No title available

⁂
sheepfilms

titsay

shark vs the universe

No title available

@theartofmadeline
styofa doing anything
Xuebing Du
trying on a metaphor
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Canada

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Greece

seen from United States
@seranganudara
Yang kita punya diujung-ujung harapan hanyalah doa.
Aku
Hidup seperti kata Jancuk, fleksibel. Tahu sikap saat susah atau senang.
Aku
Beribadah seperti meneguk kopi panas, nikmati sesap demi sesap prosesnya agar rasanya sampai ke hati. Semoga.
Aku
Meskipun melakukan sembilan kegagalan dari sepuluh percobaan, Kau mampu mempesona semua orang dengan satu keberhasilan yang kau lakukan.
Giant Killing
Meskipun melakukan sembilan kegagalan dari sepuluh percobaan, Kau mampu mempesona semua orang dengan satu keberhasilan yang kau lakukan.
Giant Killing
Smile is the best simple way to make peace.
Aku
Semua orang ingin namanya ditulis, tapi pemenang hanya satu.
Aku
Sud..
Sudah lama saat aku jadi sok idealis, sok berprinsip. Sudah lama hidupku stuck, tidak bergerak. Sudah lama aku terbuai kemapanan. Tapi kok aku tidak malu sama diriku. Asu ik !
Dirgahayu negeriku. Merdeka, merdeka, merdeka, berkarya !!!
Saat aku belum lahir, aku bukan apa-apa. Lalu lahirlah aku sebagai titik putih. Putih inilah yang melukis aku, diriku. Karena aku yakin, aku bukan lukisan yang sudah jadi.
Aku
Aku tidak takut mati, tapi aku juga berani hidup. Aku ingin hidup ikhlas tanpa dendam.
Aku
. .
Ya Allah, aku tahu kamu membaca tulisan dan mendengar hati dan perkataanku. Maafkan aku yang sering merasa bersalah. Aku selalu menulis namaMu tapi jarang di hatiku. Aku hina seperti munafik yang lain. Bagaimana lagi ? Ha ?
Merdekalah Diriku
Surat untuk dirimu, dalam bentuk aku. Sudah bulan agustus. Dimana-mana merah putih menyala. Dimana-mana lomba ada, meriah. Apalagi kalau sudah malam tirakatan, pembagian hadiah adalah acara paling ditunggu. Meskipun hadiah kadang sederhana sudah bisa membuat bahagia. Ahh, esensi kita soal merdeka ternyata sangat sederhana. Asal bisa makan, cukup tidur dan cukup pamer. Kemerdekaanku adalah saat aku bisa nyaman melakukan yang aku suka. Aku bisa hidup sesuai yang aku mau. Tentu aku bertanggung jawab terhadap apa yang aku lakukan. Kemerdekaanku adalah ketika aku sudah tidak peduli apa kata orang. Apa yang aku pakai, misal kemana-mana aku bisa pakai kolor tanpa sempak. Kemana-mana aku bisa pakai kaos oblong. Kemana-mana tanpa risi aku cuma pakai sendal. Lalu orang-orang tak usah memandangiku. Toh, aku juga tidak mau mencampuri urusan mereka. Hidupku ya aku yang buat keputusan. Aku tidak mau orang tuaku berkata "Dia itu sebenarnya anak baik, tapi bapak ga suka kalau kamu kawin sama dia, kamu mau jadi apa ?" Aku tidak mau bergantung pada katanya, jarene. Aku adalah individu yang butuh bukti. Bapakku boleh ngomong begini, tapi aku yang menjalani. Aku yakin Tuhan, Allah tidak akan marah asal tidak menyimpang perintahnya. Mungkin Tuhan yang akan marah jika ada orang yang bakal sok tahu tentang masa depan kita. Bukankah itu ndisik'i, mendahului kehendak Tuhan ? Aku berbakti pada orang tua, tapi tidak pada orang tua yang suka mendahului kehendak Tuhan. Aku memang harus lebih belajar dalam banyak hal. Makanya aku harus melakukan banyak kesalahan, lalu meminimalkannya, menghindarinya. Supaya tahu mana rencana Tuhan yang terbaik untukku. Aku ingin merdeka !!!!
Memasyarakatkan Kreatif
Suatu saat, aku harus membuat kampung halaman menjadi lebih kreatif, lebih berwarna. Aku berharap kampungku lebih berwarna, lebih ceria. Memasyarakatkan kreatif mungkin tidak mudah karena melawan keteraturan, rutinitas dan taraf ekonomi sekarang. Tapi jika tidak dimulai dari sekarang, dan diri sendiri. Semuanya juga tidak akan berubah. Apa ini hanya keinginanku saja, idealisku saja, biar nanti dijawab Allah. Yang pasti aku mulai serius memulai dengan perpustakaan ini. Bismillah, Rumah Baca Kaki Gunung. Merdeka !!!
Menghargai Gratisan
Orang yang baik tentu ingin pekerjaan yang baik. Pekerjaan yang baik akan menghasilkan karya yang baik. Karya hasil kerja inilah yang dituntut untuk diapresiasi. Suka tidak suka, kita harus mengapresiasi setiap hasil karya di sekitar kita. Apresiasi buruk atau baik, tentu terserah pandangan pribadi kita masing-masing. Lalu lahirlah dunia digital, dimana semua karya yang luar biasa sampai biasa saja bisa diekspos, dipakai dan dimanfaatkan bahkan dikomersilkan tanpa ijin si pembuat karya. Di negara kita, ini hal yang lumrah. Sampai ada ungkapan, Ya kalau ga mau dibajak ya jangan bikin karya. Miris, iya. Kagum, juga iya. Indonesia memang belum bisa menghargai semua karya cipta yang ada, harap maklum. Disamping taraf pendidikan yang pas-pasan, budaya bebas kebablasan dan ekonomi, banyak faktor lain yang mempengaruhi. Penegakan hukum dan keputusan politik juga sangat mempengaruhi apresiasi dari suatu karya. Ya inilah Indonesia, surga dunia cyber. Lha apa saya juga sudah memakai atau menghargai semua hasil karya itu ?. Belum laah, saya masih sering ngecrack software, pake OS bajakan, donlot lagu dll dll. Ya memang taraf ekonominya belum bisa menghargai semua-muanya. Setidaknya sudah ada kesadaran mengapresiasi suatu karya dalam diri saya. Dimulai dari beli aplikasi kecil-kecilan di Play Store dan Streaming Online berbayar. Lalu ada lagi gerakan para pencipta karya. Mereka menyebar karyanya gratis tis. Bisa dinikmati, dimanfaatkan siapa saja tanpa bayar. Nah, ini barang baru di Indonesia, jenius. Para pencipta karya ini sadar, di dunia digital seperti sekarang ini, kebebasan sudah sebebas-bebasnya. Mereka sadar bahwa menikmati karya memang tidak harus beli karya fisik dahulu. Seraching, donlot, pakai, buang. Pasar semakin heterogen, banyak pilihan dan banyak barang baru, yang tidak mau berinovasi pasti mati. Para pencipta karya ini sadar, di tengah kemajuan dunia, taraf pikir manusia juga berkembang. Banyak orang yang juga menghargai karya gratisan ini. Malah penghargaanya jadi lebih ketimbang hanya beli sebuah karya. Disini, kejelian sedikit pencipta karya perlu diapresiasi lagi. Konten fisik sekarang bukan hal yang dinikmati, konten fisik sekarang adalah sesuatu yang "hanya" dikoleksi. Itulah penghargaan lain yang lebih berprofit ketimbang hanya jual sekeping cd. Pada akhirnya, kita tidak bisa membendung kemajuan dan perubahan. Pola pikir kitalah yang harus menyesuaikan. Mulai hargai sekecil apapun karya yang kamu temukan. Suatu saat karyamu juga akan dihargai orang lain. Karena kebaikan itu menular. Hidup gratisan. Merdeka !!!
Ngilmu Ikhlas
Bagi sebagian orang, Iedul Fitri adalah saat paling berbahagia. Hari Raya adalah saatnya pulang ke rumah. Sowan Bapak Ibu. Sungkem minta maaf, kumpul keluarga dan kerabat. Saat dimana ponakan bisa tersenyum ceria saling memamerkan dapet fitrah berap, gede-gedean. Bagi sebagian lain, Hari raya adalah saat mereka bekerja keras. Merelakan kebebasannya berlebaran demi tugas yang diwajibkan. Polisi, tentara, petugas medis, jurnalis, sopir bis, sopir pesawat, tukang palang pintu kereta api, masinis, dll , mereka tidak bisa libur, termasuk aku yang harus ngrewangi Boss yang abdi negara open house. Sudah ke4 kali disini dan ke 8kali total aku tak pernah berlebaran di rumah. Tidak apa-apa, tidak begitu berbeda, wong semua sudah seperti keluarga. Salam buat Bapak-Mamak dan adik-adik, doakan segera bisa lebaran bersama, doakan segera bisa cukup ini itu buat kita. Doakan juga dapat jodoh. Apa yang dilakukan sukarela dan apa adanya pasti berakhir bahagia. Iklhas apa saja, lalu Allah pasti beri jalan apapun juga. Tidak ada yang tau besok Allah beri kejutan apa. Ikuti saja alurnya. Dan ikhlas.
Mengklaim Mars
Bagaimana mungkin ? Ya mungkin saja. Besok pasti tiba saatnya, kalau tanah di bumi sudah semakin sesak dan mahal. Orang akan berlomba-lomba ke Mars. Saling klaim sana-sini. Wong sekarang murid nggak boleh dicubit guru, mungkin besok-besok murid yang ngajar guru.