“Dia pintar menarik ulur hatiku sehingga aku dibuat terus penasaran olehnya. Padahal dia hanya kesepian. Dia pintar merayuku dengan kata-kata cinta, membuat aku terus mengurungkan niat untuk pergi. Padahal itu hanya omongan palsu. Dia pintar membuat aku merasa kalau aku hanya satu-satunya untuk dia. Padahal kenyataannya aku bukan.”
—
I’m a fool for you.
Untuk Anon yang kemarin meminta dibuatkan puisi tentang php. // A.W.
(via surat-pendek)









