Sleep Trainingnya Faishal
Tiba-tiba di group pregnancy wa class yg menemani saya dari hamil Faishal hingga saat ini diributkan tentang sleep training. Tiba-tiba saya ingat memori mengajarkan Faishal sleep training. Faishal terbilang terlalu cepat untuk sleep training. Yap, usia 2 bulan.
Waktu itu Mama baru saja pulang ke Padang. Dan setelah sebulan lahir tak pernah tidur bersama Papanya akhirnya tidur bersama Papanya. Mungkin tak pernah terbayangkan di benak suami, malam-malamnya yang lelah setelah bolak-balik Bogor-Jakarta-Bogor setiap harinya untuk mencari nafkah harus diganggu dengan tangisan bayinya. Belum lagi waktu itu dia dikejar target karena mengambil proyek tambahan. Beliau bisa tidur jam 3 subuh, sedangkan Faishal akan bangun saat beliau akan beranjak tidur hingga azan Subuh.
Suatu hari, hari itu weekend, disaat alarm tubuhku berkata bahwa ia tak sanggup lagi dari pagi hingga bertemu pagi, hanya seorang diri menyusui dan menimang-nimang Faishal akhirnya subuh itu aku kesal sekali pada suami. Besok weekend tho, nggak ada salahnya dia yg menimang Faishal dan tugasku cukup menyusui. Hingga mendekati azan Subuh, Faishal yang tak berhenti menangis ku letakkan disamping telinga papanya, persis di samping telinganya. Ajaib! Beliau tak bangun sama sekali. Akhirnya beliau hanya bangun ketika dengar azan Subuh. Sebentar ia hanya melihat anaknya kemudian pergi shalat subuh berjamaah di mesjid. Betapa kesal dan marahnya diriku waktu itu.
Setelah marah dan menangis akhirnya aku diberi waktu untuk tidur oleh suami. Jam 10 pagi aku terbangun dan melihat tak ada bayi dan papanya di rumah. Aku mulai berfikir macam-macam. Oh ternyata dia sedang main di rumah neneknya.
Hari-hari yang sama berjalan lagi, hingga suatu hari Faishal tidak berhenti menangis. Mau ditimang, disusui tetap saja menangis. Akupun tak kuasa menahan kantuk, dan aku selalu ingat pesan mama; kalau lagi ngantuk jangan gendong bayi. Akhirnya aku letakkan Faishal di kasur dan akupun yang tak kuasa menahan kantuk tertidur. Sekitar jam 4an, aku terbangun teringat Faishal nggak tidur saat aku tertidur, kasihan sekali. Namun nyatanya diapun tertidur lelap. Semenjak saat itu akupun percaya teori bayi tidak akan menangis lebih dr 20 menit selama tidak ditanggapi.
Di umur 3 bulan kurang sedikit, sleep training pertamapun aku mulai. Lampu kamar aku matikan semua. FAISHAL setelah disusui, dipasangkan pampers, diselimuti aku biarkan berbaring di sebelahku. Lalu aku katakan pada Faishal, "Yuk kita baca doa sebelum tidur dulu". Saya membaca doa sebelum tidur, sambil memegang tangan Faishal dengan posisi sedang berdoa. Selesai berdoa saya usapkan tangan dia ke wajahnya. Lalu mulailah saya putarkan lantunan ayat suci Al-quran yang dilantunkan muzammil. Ya, kalian taulah selembut apa suara muzammil. Saya cium pipi Faishal, sambil berpura-pura tidur saya gosok-gosok kepalanya. Faishal menangis dan menangis. Saya meyakinkan diri, tidak akan lebih dari 20 menit ia menangis. Stopwatchpun saya nyalakan, karena kalau lebih 20 menit ia menangis saya akan timang ia langsung dan minta maaf, berarti teori tersebut salah. Dan ternyataaaa di menit 17 dia berhenti menangis dan tertidur sendiri 😁.
Hari kedua sayapun melakukan treatment yg sama, namun sedikit terganggu karena saya membukakan pintu Papanya yg baru pulang. Di menit ke 19 dia baru diam dan tertidur.
Tega? Sebenarnya nggak tega, merasa bersalah. Tapi ibu juga manusia, mesti waras untuk membesarkan anak-anaknya dan terlebih saya akan mulai masuk kerja lagi. Betapa tidak terbayangkan ketika saya sudah masuk kerja dan jadwal tidur anak berantakkan. Oh ya, tentu saja saya menetapkan waktu tidur yg sama yaitu jam 8.
Di usia 3 bulan menjelang 4 bulan Faishal sudah terbiasa dengan treatment matikan lampu, gosok-gosok kepala/tepuk-tepuk pantat dan lantunan ayat suci Al-quran. Bahkan saat mama datang ke bogor, sayapun melarang mama masih bermain-main dengan Faishal jam 8. Faishal akan saya masukkan ke kamar, susui sampai kenyang, kemudian saya akan tutup pintu kamar, matikan lampu, nyalakan murattal (dan surat yg plg cepat bikin Faishal tidur yaitu Yunus, that's why saya bilang itu adalah surat favoritnya Faishal karena kalau dia lagi nangis nggak jelas sebabnya, diapun anteng setelah murrottal surat Yunus diputarkan) dan berpura-pura tidur disebelahnya sambil menepok pantatnya atau mengusap kepalanya. Oh ya sebelum tidur saya selalu ajarkan Faishal untuk baca doa, selain sebagai pertanda waktu tidur dimulai, juga untuk menanamkan adab. Masih bangun dan menyusu di malam hari? Ya sesekali masih, tapi jaraaaaanggg sekali. Faishal biasa bangun jam 3 atau setengah 4. Dan saya dengar dari ustad, bayi memang sudah diatur oleh Allah (sifat alami) selalu bangun pagi, hanya saja orang tua yang kadang mengajarkan untuk bangun siang karena pas bangun subuh ditidurin lagi sehingga nanti besarnya sulit bangun subuh. Biasanya kalau Faishal bangun, diapun minum susu. Dan memang sudah jadwalnya juga, karena ia memang berada dlm pengawasan dokter gizi sehingga jadwal minum ASIpun diatur. Baru setelah itu Faishal kadang dipaksa tidur lagi kalau ibu lagi ngantuk banget 😂🙄 atau dilanjut dengan fisioterapi, berjemur pagi, mandi, makan dan bermain sebentar kemudian tidur di jam 9 pagi.
Dan aku tak bisa membayangkan saat Faishal di HCU kalau dia belum kuajarkan sleep training betapa sulitnya untuk tidur. Ya karena saat ia di HCU dirikupun hanya bisa masuk saat jam besuk dan perawatnya bilang, Faishal tidur kok di malam hari dan tak terlalu rewel. Rewel justru saat ibunya datang 😘