seen from China

seen from Malaysia
seen from Russia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from Finland
seen from Saudi Arabia

seen from Indonesia
seen from Ireland

seen from Germany
seen from Iraq
seen from China

seen from Czechia
seen from China

seen from Brazil

seen from Sweden
Sleep Training Journey Arzanka, Umma, dan Ayah
Tidak semua keluarga membutuhkan sleep training. Ada keluarga yang mungkin lebih senang untuk tidur bersama-sama, ada keluarga yang mungkin tidak memiliki sumber daya yang memungkinkan, tapi ada juga keluarga yang membutuhkan sleep training untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh anggota keluarganya.
Inilah ceritaku melakukan sleep training untuk anakku yang berusia 18 bulan.
Sejak bulan April 2022, aku berkenalan dengan sleep training. Sejak itu pula aku memahami betapa pentingnya tidur bagi seorang anak dan dampak dari masalah tidur bagi pertumbuhan anak. Hormon pertumbuhan paling banyak dilepaskan di malam hari saat anak tidur, sehingga anak yang memiliki tidur berkualitas akan tumbuh dengan baik, begitu sebaliknya. Anak yang berusia 1 tahun seharusnya sudah mampu tidur sepanjang malam dan tidur kembali dengan sendirinya ketika terbangun.
Sementara itu, anakku yang sudah berusia 13 bulan masih sering terbangun sepanjang malam, semakin malam waktu tidurnya (sekitar pukul 9 malam), dan harus diberikan asi agar tidur kembali ketika ia terbangun di malam hari. Tidak hanya itu, setiap malam proses menuju tidur berjalan cukup panjang, seringkali sudah 30 menit mimi asi ia masih tak kunjung tidur dan malah kembali bermain di kasur. Aku menjadi seperti terperangkap setiap malam dan merasa stress dengan proses tidur yang panjang, yang membuatku tidak bisa melakukan aktivitas lain di malam hari. Perasaan stress semakin tinggi karena tugas-tugas kuliah S2ku yang semakin menumpuk dan harus segera diselesaikan agar aku bisa lulus.
Sedikit demi sedikit ku dalami metode sleep training dan memikirkan waktu yang tepat untuk melakukannya. Melalui bacaan di akun Instagram mengenai sleep training, video youtube pengalaman orang-orang melakukan sleep training, dan membaca buku-buku sleep training aku semakin paham dan yakin untuk mengaplikasikannya. Ketika melakukan sleep training ternyata bukan hanya ritual tidur malam saja yang penting tapi bagaimana orang tua mengatur waktu tidur, makan, dan bermain anak sesuai dengan usianya. Anak berusia di atas 12 bulan hanya membutuhkan 1 kali tidur siang selama 2 jam dan memiliki waktu bangun selama 4-5 jam sehingga orang tua perlu mengatur jadwal keseharian anak agar tidak terlalu lelah atau masih belum lelah untuk akhirnya bisa tidur malam di waktu yang telah ditentukan. Selain itu, ada banyak metode sleep training yang dapat digunakan seperti cry it out, ferber method, fading, dll. Pemilihan metode perlu disesuaikan dnegan karakter anak dan orang tua. Persiapan untuk melakukan sleep training juga tak kalah penting untuk diperhatikan. Jika sleep training dilakukan dengan pisah kamar maka orang tua perlu menyiapkan tempat tidur yang aman, lampu tidur, dan cctv untuk mengawasi anak.
Mempelajari mengenai sleep training tak berhenti sampai di situ. Selagi terus memperdalam, aku juga mulai mengajak suamiku berdiskusi pasca dia menyelesaikan studi S2nya. Aku sangat bersyukur karena ia setuju dan mau bersama-sama melakukan proses sleep training. Kami pun membuat timeline persiapan dan pelaksanaan sleep training. Kami mencat kamar, menempelkan stiker hewan, menyesuaikan bedrail dengan tempat tidur anak kami, dan membeli cctv. Kami berkomitmen pada 2 minggu pelaksanaan sleep training kami tidak pergi menginap kemana-mana. Sebulan sebelum sleep training dilakukan, kami secara rutin mengajak anak kami ngobrol mengenai rencana sleep training. Kami memberikan penjelasan tentang proses sleep training yang akan dilakukan dan alasan kami melakukan sleep training kepadanya. Kami pun membuat papan nama kamar agar ia semakin paham ia memiliki kamar sendiri, begitupun dengan kami. Kami meyakinkannya dengan mengatakan bahwa kami percaya ia bisa tidur sendiri tanpa kami.
September, 2022.
Sleep training dimulai setelah semua urusan kelulusan suami selesai. Kami paham betul bahwa proses ini tidak mudah sehingga kami perlu memilih waktu yang tepat untuk melaksanakannya. Hari pertama sleep training berjalan cukup melelahkan. Metode yang kami gunakan adalah Ferber, artinya kami masuk kamar untuk menenangkan anak pada rentang waktu yang telah ditentukan. Pada hari pertama aku masuk setelah 3 menit ia menangis, menenangkannya secara verbal selama 1 menit, dan keluar kamar. Aku masuk kembali setelah 5 menit untuk menenangkannya karena anak kami masih menangis. Terakhir aku masuk setelah 10 menit ia menangis, setelah ditinggal beberapa saat ia akhirnya tertidur. Akan tetapi, ia masih terbangun dua jam sekali dan menangis keras. Aku tidak dapat tidur dengan tenang sehingga kurang tidur. Pada hari kedua ia mulai bisa tidur setelah pengecekan kedua. Hari-hari selanjutnya ia mulai dapat tidur sendiri dan hanya menangis kurang dari 10 menit. Ia pun dapat menenangkan diri dan tidur kembali ketika terbangun di malam hari. Satu pekan terlalui dan kami bangga dengan anak kami yang telah mampu berusaha menenangkan diri ketika hendak dan terbangun dari tidur. Akan tetapi, memasuki pekan kedua aku mulai waswas, meskipun anak kami sudah bisa menenangkan diri ketika terbangun dari tidur, namun ia masih saja menangis selama 5 menit ketika hendak tidur. Aku khawatir ia mengalami trauma karena sleep training ini dan sleep training ini tidak berhasil.
Aku pun berdiskusi dengan seorang psikolog dan seorang teman dekat mengenai kekhawatiranku. Aku tidak mendapat jawaban yang pasti tapi diskusi dengan mereka membuatku mencari tahu sleep training lebih dalam lagi. Berhari-hari ku cari artikel jurnal dan buku mengenai sleep training¸ ku baca hal yang ku temukan itu hingga selesai. Berdasarkan penelusuranku, setiap anak memiliki waktu yang berbeda untuk benar-benar nyaman tidur sendiri sehingga orang tua tidak perlu membandingkan dengan anak lainnya. Selain itu, menangis selama 5 menit ketika hendak tidur adalah hal yang wajar, saat itu anak sedang mencoba menenangkan dirinya. Kecemasan perpisahan pun tidak akan dialami anak karena ia melakukan sleep training. Aku menjadi tenang dan lega. Aku bahagia karena telah berhasil melakukan sleep training.
Kualitas hidup anggota keluarga kami menjadi lebih baik setelah sleep training. Seluruh anggota keluarga dapat tidur dengan lebih nyenyak dibandingkan sebelumnya. Anak kami memiliki nafsu makan yang semakin baik. Kami memiliki quality time sebagai pasangan yang lebih luang. Aku pun dapat melakukan banyak aktivitas di malam hari seperti mengerjakan tugas kuliah di malam hari tanpa khawatir anak kami terbangun.
...
Nighttime routine:
When your mind relaxes, your body will relax and rest too
Next time you turn off your light for bed, try putting on a meditation podcast or a quiet audiobook. Set a timer so the audio will turn off after 30 mins or so
If you aren’t sure where to start, try it out with the podcast: “Nothing much happens; bedtime stories to help you sleep”
Show Nothing much happens; bedtime stories to help you sleep, Ep Little Rituals - Dec 30, 2019
【海外育児】新米パパが4日で終えた!我が家のネントレ教えます!【国際結婚】【カナダ】【ネントレ】■SHU_PAPA VLOG #68■
I have been struggling with the idea of sleep training my little one. I have always loved the attachment parenting concept, and it's what we have always done . With Bella we always had her at the hip, both Eli and I were both really good at making sure her needs were net and never did we really let her cry, she wasnt a crier though, she has always been so loved and felt safe. Even now she tells us how much she loves us and knows she is safe when we're around. We planned the same type of parenting style with Olivia.
Olivia is a bit more needy and a little more sassy, she is starting to throw tantrums. I notice when I take away something she shouldn't be playing with, she stops, looks at me and throws herself backwards then screams. She has done this to me quite a few times. Also, she cries if I put her down for a nap or at night for sleep. It's always a battle and her cries are overwhelming. She hasn't slept in her own room or crib, always co slept. Which I prefer because I love the closeness and to know she's ok. However Olivia is a crazy sleeper, she hits, kicks, whines, and moves around all areas of the bed. Eli stopped moving and sleeps like a hot dog (as he puts it) because we worries he might hurt her. I wake up all hours of the night to make sure she's ok, make sure Elijah isn't in her way, and of course to nurse her. I was struggling with exhaustion this week, with the diarrhea shes been having and cutting 2 molars, it's been a pain.
I took drastic measures and decided we needed to put her in her room. Exhaustion makes you do crazy things. It was a nightmare last night, she would not go to sleep and cried and cried. My heart was hurting, eventually eli went in a got her, he couldn't take it anymore. I couldn't either. She's not ready to sleep on her own and I'm not going to force it. I feel awful for even doing that. I don't know how I convinced myself it was a good idea. I felt overwhelmed by the house and cooking and the need to get some sleep, I decided I had to be strict. My family (mom and sisters) say its not normal that I always have her at the hip. They say "you're the boss, not her" .. but I love my girls and if she need to be with me at all times, then it is what it is. That's why I decided to stay home, not so I can watch tv all day.
I'm still so mad at myself and I'm extra cuddling my baby today. I left her while she cried out for me and that was not ok. I'll get sleep again, I'm sure. She'll eventually move herself out to her room. When she's ready. I'll never again impose society's opinions on getting her to sleep again. I felt overwhelmed and ashamed that I didn't have control.
We're back to normal today, she's right here in my bed, safe and secure next to her mama. I decided to bring my cup of coffee and watch her sleep while I randomly scroll online. Bella will be home from school later and we'll head to the park. Eli is off tomorrow and he said he will take the baby in the morning so that I can catch up on sleep, he sees how much I need a break. I don't have a village unfortunately. I'm alone here when eli is at work. 10 hour days can get lonely, hard, overwhelming... I don't have friends or family that can come over and hang with me, play with the baby as I wash the dishes or use the restroom. I'm on my own, and sin e we are on one income right now, eli picks up a lot of overtime. So, we have hard days. Somedays I can make a killer breakfast and rock my workout, other days I dont eat at all, drink cold coffee and chase Olivia mid push up. But in the end, my girls are happy and thriving and that's what it's about. ❤
Sleep Trainingnya Faishal
Tiba-tiba di group pregnancy wa class yg menemani saya dari hamil Faishal hingga saat ini diributkan tentang sleep training. Tiba-tiba saya ingat memori mengajarkan Faishal sleep training. Faishal terbilang terlalu cepat untuk sleep training. Yap, usia 2 bulan.
Waktu itu Mama baru saja pulang ke Padang. Dan setelah sebulan lahir tak pernah tidur bersama Papanya akhirnya tidur bersama Papanya. Mungkin tak pernah terbayangkan di benak suami, malam-malamnya yang lelah setelah bolak-balik Bogor-Jakarta-Bogor setiap harinya untuk mencari nafkah harus diganggu dengan tangisan bayinya. Belum lagi waktu itu dia dikejar target karena mengambil proyek tambahan. Beliau bisa tidur jam 3 subuh, sedangkan Faishal akan bangun saat beliau akan beranjak tidur hingga azan Subuh.
Suatu hari, hari itu weekend, disaat alarm tubuhku berkata bahwa ia tak sanggup lagi dari pagi hingga bertemu pagi, hanya seorang diri menyusui dan menimang-nimang Faishal akhirnya subuh itu aku kesal sekali pada suami. Besok weekend tho, nggak ada salahnya dia yg menimang Faishal dan tugasku cukup menyusui. Hingga mendekati azan Subuh, Faishal yang tak berhenti menangis ku letakkan disamping telinga papanya, persis di samping telinganya. Ajaib! Beliau tak bangun sama sekali. Akhirnya beliau hanya bangun ketika dengar azan Subuh. Sebentar ia hanya melihat anaknya kemudian pergi shalat subuh berjamaah di mesjid. Betapa kesal dan marahnya diriku waktu itu.
Setelah marah dan menangis akhirnya aku diberi waktu untuk tidur oleh suami. Jam 10 pagi aku terbangun dan melihat tak ada bayi dan papanya di rumah. Aku mulai berfikir macam-macam. Oh ternyata dia sedang main di rumah neneknya.
Hari-hari yang sama berjalan lagi, hingga suatu hari Faishal tidak berhenti menangis. Mau ditimang, disusui tetap saja menangis. Akupun tak kuasa menahan kantuk, dan aku selalu ingat pesan mama; kalau lagi ngantuk jangan gendong bayi. Akhirnya aku letakkan Faishal di kasur dan akupun yang tak kuasa menahan kantuk tertidur. Sekitar jam 4an, aku terbangun teringat Faishal nggak tidur saat aku tertidur, kasihan sekali. Namun nyatanya diapun tertidur lelap. Semenjak saat itu akupun percaya teori bayi tidak akan menangis lebih dr 20 menit selama tidak ditanggapi.
Di umur 3 bulan kurang sedikit, sleep training pertamapun aku mulai. Lampu kamar aku matikan semua. FAISHAL setelah disusui, dipasangkan pampers, diselimuti aku biarkan berbaring di sebelahku. Lalu aku katakan pada Faishal, "Yuk kita baca doa sebelum tidur dulu". Saya membaca doa sebelum tidur, sambil memegang tangan Faishal dengan posisi sedang berdoa. Selesai berdoa saya usapkan tangan dia ke wajahnya. Lalu mulailah saya putarkan lantunan ayat suci Al-quran yang dilantunkan muzammil. Ya, kalian taulah selembut apa suara muzammil. Saya cium pipi Faishal, sambil berpura-pura tidur saya gosok-gosok kepalanya. Faishal menangis dan menangis. Saya meyakinkan diri, tidak akan lebih dari 20 menit ia menangis. Stopwatchpun saya nyalakan, karena kalau lebih 20 menit ia menangis saya akan timang ia langsung dan minta maaf, berarti teori tersebut salah. Dan ternyataaaa di menit 17 dia berhenti menangis dan tertidur sendiri 😁.
Hari kedua sayapun melakukan treatment yg sama, namun sedikit terganggu karena saya membukakan pintu Papanya yg baru pulang. Di menit ke 19 dia baru diam dan tertidur.
Tega? Sebenarnya nggak tega, merasa bersalah. Tapi ibu juga manusia, mesti waras untuk membesarkan anak-anaknya dan terlebih saya akan mulai masuk kerja lagi. Betapa tidak terbayangkan ketika saya sudah masuk kerja dan jadwal tidur anak berantakkan. Oh ya, tentu saja saya menetapkan waktu tidur yg sama yaitu jam 8.
Di usia 3 bulan menjelang 4 bulan Faishal sudah terbiasa dengan treatment matikan lampu, gosok-gosok kepala/tepuk-tepuk pantat dan lantunan ayat suci Al-quran. Bahkan saat mama datang ke bogor, sayapun melarang mama masih bermain-main dengan Faishal jam 8. Faishal akan saya masukkan ke kamar, susui sampai kenyang, kemudian saya akan tutup pintu kamar, matikan lampu, nyalakan murattal (dan surat yg plg cepat bikin Faishal tidur yaitu Yunus, that's why saya bilang itu adalah surat favoritnya Faishal karena kalau dia lagi nangis nggak jelas sebabnya, diapun anteng setelah murrottal surat Yunus diputarkan) dan berpura-pura tidur disebelahnya sambil menepok pantatnya atau mengusap kepalanya. Oh ya sebelum tidur saya selalu ajarkan Faishal untuk baca doa, selain sebagai pertanda waktu tidur dimulai, juga untuk menanamkan adab. Masih bangun dan menyusu di malam hari? Ya sesekali masih, tapi jaraaaaanggg sekali. Faishal biasa bangun jam 3 atau setengah 4. Dan saya dengar dari ustad, bayi memang sudah diatur oleh Allah (sifat alami) selalu bangun pagi, hanya saja orang tua yang kadang mengajarkan untuk bangun siang karena pas bangun subuh ditidurin lagi sehingga nanti besarnya sulit bangun subuh. Biasanya kalau Faishal bangun, diapun minum susu. Dan memang sudah jadwalnya juga, karena ia memang berada dlm pengawasan dokter gizi sehingga jadwal minum ASIpun diatur. Baru setelah itu Faishal kadang dipaksa tidur lagi kalau ibu lagi ngantuk banget 😂🙄 atau dilanjut dengan fisioterapi, berjemur pagi, mandi, makan dan bermain sebentar kemudian tidur di jam 9 pagi.
Dan aku tak bisa membayangkan saat Faishal di HCU kalau dia belum kuajarkan sleep training betapa sulitnya untuk tidur. Ya karena saat ia di HCU dirikupun hanya bisa masuk saat jam besuk dan perawatnya bilang, Faishal tidur kok di malam hari dan tak terlalu rewel. Rewel justru saat ibunya datang 😘
Bayi dan Tidur
Jadi to, ternyata banyak buibu yang ngeluh bayinya tidurnya kebalik, susah tidur dan masalah tidur lain yang berdampak ibu bapaknya juga kurang tidur. Sebenernya wajar, bayi kan belum tau siang-malem tapi bisa banget dibantu buat paham kapan waktunya tidur kapan waktunya main sampe jadwal menyusu. Tapi perlu diingat sekalipun jadwal tidur udah terbentuk, bayi tu tetep perlu nyusu tiap beberapa jam, jadi ya... kadang malem harus tetep bangun *cries
Ditulis untuk siapa tau ada yang butuh, atau kalo nanti punya anak lagi tapi dah lupa.
Kira-kira begini lah yang aku lakukan selama beberapa bulan ini menjadi mamak, serta hasil bacabaca sekadarnya :
1. Gak ada tu namanya bau tangan
Pas awal kehidupannya Hafshah suka digendong. Gendonglah, itu biar bayi nyaman dan dia tau dunia ini cukup nyaman. Nanti dia akan tenang, terus jam tidur tidak sesulit itu untuk dibentuk. Makanya ibuibu, penting untuk punya gendongan yang nyaman.
2. Kenalkan perbedaan siang-malam
Jadi pas bangun tidur tu disambut riang gembira "halooo bayiiii ini sudah pagi, sudah bangun ya?" Lalu kamar dikasi banyak cahaya bunyi bunyian, buka gorden dsb. Kalo udah malem cahaya diredupkan "bayiii udah malem nih, bobo yu" terus gak berisik lagi, pake white noise cakep tuh.
3. Routine!
Bayi tu terbantu sekali dengan adanya routine. Misal jam 6 bangun, abis itu nyusu lalu jam 7 mandi pagi. Termasuk jadwal malam misal, mandi sore terus nyusu, main nduselan di kasur lalu pas jam bobo ganti popok dan baringan di kasur dan baca doa tidur. Jam tidur tu jangan sering berubah, kalo dari awal jam 9 misalnya, yaudah jam 9 terus. Usahakan sejak jam 8 udah gak main yang terlalu heboh.
4. Aktivitas
Sebisa mungkin yang aktif di siang hari, tapi jangan sampe bayi kecapean karna ini malah bikin susah bobo malem. Olahraga, seperti kelas berenang untuk bayi juga bagus. Pijat bayi juga oke asal dilakukan oleh ahli, baik juga kalo ibunya sendiri yang pijat.
5. No overstimulus
Hafshah tu, kalo sehari interaksi sama banyak orang, malemnya rewel :(
Bayi bedabeda, ada yang kalo seharian outdoor malemnya rewel, ada yang kalo mainnya kebanyakan malemnya rewel. Gitulah, liatliat anaknya.
Kalo semua usaha diatas udah dilakukan tapi jam tidur masih tetep kacau, sabar. Cari cara lain. Nanti lamalama juga bisa bobo kok. Samangat ya. Muah~