Halo, friends!! Namaku Kayla Andersen, seorang gadis yang suka main piano. Yep, piano itu sangat berarti bagiku dan besok aku akan mengikuti sesi final pertunjukan piano.
“Kayla, kamu besok final kan… nanti mau pake lagu apa?” Tanya Rai
Oh ya, perkenalkan dia adalah saudara kembarku, namanya Rai Andersen dia juga menyukai piano sama sepertiku. Sayangnya Rai tidak dapat mengikuti audisi karena memiliki penyakit jantung yang lumayan parah, kedua orang tuaku takut jika Rai merasakan panic attack [1]saat dia juga mengikuti audisi bersamaku. Jadi, Rai biasanya hanya menonton pertunjukan ku di kursi penoton.
“Jujur, aku masih bingung… kamu ada saran?” Jawabku yang masih kebingungan karena saat final nanti lagu yang dipakai tidak di tentukan oleh juri.
“Hmm, gimana kalau pake lagu buatanku? Lagipula aku ingin mendengar orang lain memainkan hasil karya ku”
“Boleh tuh, kalau begitu akan ku pakai deh! Thanks Rai.” Jawabku senang karena akhirnya mendapatkan lagu untuk dimainkan saat final nanti.
Setelah Rai memberiku sheet music[2] nya, akupun berlatih menggunakan lagu yang Rai buat, dan mengahafalnya dalam 1 malam.
Hari ini adalah hari dimana aku akan melaksanakan final. Sayangnya Rai tidak dapat menonton pertunjukanku, karena harus checkup di rumah sakit. Walau Rai tidak menonton ku secara langsung, tapi aku percaya bahwa Rai sedang menontonku melalui handphone nya sekarang…
“Peserta nomor 5, Kayla Andersen!” Namaku dipanggil
Sekarang adalah giliranku untuk memainkan pianoku. Aku menekan not piano dengan berhati-hati. Lagu yang di buat Rai adalah lagu yang tenang dan sedikit dramatis. Bahkan para penonton dan juri terbawa suasana hingga meneteskan air mata. Saat aku selesai memainkannya para penonton bertepuk tangan dan para juri memujiku.
“Kayla, kak Lea mau nanya nih… lagu yang kamu mainin itu lagu buatan mu kah?” Tanya kak Lea, salah satu juri
“Nope, lagu ini buatan seseorang yang aku kenal, dia yang memintaku untuk menggunakan arrangement nya dalam sesi final” Jawabku
“Wow, biar kutebak… apakah orang itu pacarmu? atau saudaramu?” Tanya host dari pertunjukan.
“Benar, tapi orang membuat lagu itu bukan pacarku, tapi saudara kembarku” Jawabku “Lagian aku belum pernah pacaran sama sekali” Lanjutku, semua orang tertawa mendengar pernyataanku.
“Oh ya, boleh tau judul arrangement nya?” Tanya Mr.Kim, salah satu juri dan pianist senior.
“Judulnya… Sing Together Forever” Jawabku. Setelah aku selesai, aku turun dari panggung menuju ke backstage, dan disana aku melihat Rei
Akupun langsung menghampiri Rei, dia tampak keliatan baik-baik saja, bahkan dia tidak memakai selang infus dan kursi rodanya. Aku bertanya-tanya tapi Rei tidak menjawab dia hanya memberiku sebuket bunga dan kado, lalu pergi menghilang di keramaian.
Saat aku ingin mengejar Rei tiba-tiba para kru meminta ku untuk naik ke atas panggung beserta para peserta lainnya, ternyata sekarang adalah penentuan siapa yang menang. Akupun pergi ke atas panggung dan….
“Selamat kepada Kayla Andersen, kamu menjadi juara 1”
Lampu sorot panggung tiba-tiba menyorotiku, aku menangis haru dan mengucapkan pidato terimakasih di depan semuanya. Aku jadi tidak sabar untuk menemui Rai dan kedua orang tuaku.
Saat selesai tiba-tiba pak supir mengantarku ke rumah sakit, akupun bertanya-tanya mengapa pak supir mengantar ku ke rumah sakit, bukannya Rei sudah sembuh dan sekarang berada di rumah?
Perasaanku tidak enak, Akupun bergegas masuk ke kamar Rai, tapi sebelumnya aku mendumel di depan pintu.
“Rai kamu tadi kenapa langsung balik ke rumah sakit lagi sih? Tau gak tadi aku dapet juar-“
“Prakkk” piala dan piagam yang aku pegang jatuh ke lantai, lalu badanku tersungkur saat melihat Rai yang ditutupi kain putih dan semua orang yang berada di sekelilingnya menangis.
“Gak-gak mungkin…” Akupun berlari menghampiri kasur Rai dan berkata “Rai, gak mungkin kan. Padahal kamu tadi datang ke audisiku loh, kamu ngasih aku buket bunga sama kado kecil ini” Aku berusaha untuk mengekuarkan buket bunga dan kado yang diberi Rai tadi tapi ternyata keduanya menghilang, setelah itu air dari mataku mengalir deras dan tangisanku pecah.
Beberapa saat setelah aku ditenangkan orang tuaku, dokter pribadi Rai menghampiriku dan mengatakan semuanya. Ternyata Rai selama ini juga memiliki penyakit parah lainnya, dan penyakit itu lah yang membuat parah penyakit Rai sebelumnya. Dokter juga bilang bahwa alas an dia di pulangkan ke rumah, karena kemauan nya agar dapat menonton pertunjukanku, dia ingin aku tidak terlalu memikirkannya di perlombaan, dia ingin melupakan hal yang tidak mengenakan dan menyemangatiku secara langsung. Kedua orang tuaku juga memberikan surat yang di tulis Rai khusus untukku
Maaf jika aku tidak dapat datang ke sesi final perlombaan pianist yang kau ikuti. Semoga kamu menang perlombaan ini.
Kau tau… kata dokter kesehatanku memburuk, namun selama ini aku menyembunyikannya darimu. Aku minta maaf karena selalu menyembunyikannya banyak hal darimu dan aku juga minta maaf jika aku pergi duluan.
Ku hanya ingin setelah aku pergi, kau terus melanjutkan cita-cita mu sebagai Pianist dan menggunakan hasil karya ku sebagai lagu yang kau pilih.
Love and thank you Rai… aku berjanji akan menggunakan karyamu dalam pertunjukanku…
Cerita ini adalah cerita sampingan dari web novel series ku dengan judul Our Sky (masih draft dan belum di publish), sejujurnya cerita ini udh lama banget aku buat plot nya karena ada tugas jadi aku pake plot cerita ini (dari sekian banyak plot yang aku buat entah kenapa aku jadi milih plot yang ini), sekalian nabung chapter backstory salah satu tokohnya.
Oh ya, cerita ini 100% mikir dan berdasarkan imajinasiku. Maybe, yang sama perasaan ketika kehilangan seseorang doang sih…
Terus judul cerita ini Sing Together Forever aku pake karena menurutku kalau kita maen piano atau denger suara piano entah kenapa kayak ada suara orang nyanyi gitu berbeda dengan alat musik lainnya. Intinya aku mengekspresi orang bermain piano itu kayak nyanyi, terus together forever karena menurutku walau Rai udh tiada Kayla akan selalu menyimpan perasaan bermain piano dengannya.
Anyway, thank you for read this beautiful
See you next time, Salma AKA @shirouta