Kenapa Sayang Sama Diri Sendiri Itu Penting
And if I asked you to name all the things that you love, how long would it take to for you to name yourself?
Beberapa orang ada yang ngecap gua heartless, keras, cuek bebek, bla bla bla. But in my defense, gua simply stand for myself.
Pernah kejadian, gua lagi gonjang-ganjing (tailah bahasalo!) sama seseorang. After some discussions & investigations, gue bisa dengan mudah shut down my feelings towards him and walk away.
Pernah juga, after a long closure, gua nangis sesenggukan di jalan pulang sambil nyetir for an hour. Beres nangis, perasaan gua ke orang itu ilang gitu aja dan besokannya gua BENER-BENER BIASA AJA—gak ada basian perasaan samsek! Padahal gua satu inner circle, satu kantor, satu tim, bahkan duduknya sebelahan sama dia. Simply said, gua cuman nangis sejam doang pas sambil nyetir itu.
Kok lo bisa segampang itu sih, Fra?
Jawabannya simpel. I love myself. Ini bukan karena gua orangnya IDGAF, tapi perkara mindset aja sih.
Gua, orang yang amat sangat sayang sama diri gua sendiri. Pengalaman ngajarin gua bahwa orang-orang gak bisa selalu ada dan selalu bisa nolongin ketika gua butuhin. Kadang orang yang gua pikir bisa bantuin, malah gak berdampak apa-apa. Ya memang, mereka bisa jadi “tong sampah” gua, but in the end, I gotta survive on my own. Dan satu-satunya yang bisa ngebantu gua untuk keluar dari masalah, ya diri gua sendiri. Satu-satunya orang yang bisa bikin hepi, ya diri gua sendiri. Bukan keluarga, sahabat terdekat, pacar, suami, binatang peliharaan, atau siapapun.
Gua juga orang yang sadar dengan my own worth. “Worth” di sini bukan sesuatu yang sifatnya physical, bukan. Yaelah gua mah biasa aja banget gini bentukannya. Yaaa meskipun sebenernya banyak juga yang kesemsem liat muka gua yang biasa aja banget ini (oh gitu Fra). But then again, di atas langit masih ada langit. Gua masih kalah banyak dibanding goddess-goddess lain di muka bumi ini. Paras memang bikin pria menatap, tapi kepribadian yang membuat pria menetap (anyeng!)
Nah karena gua sadar sama ‘nilai diri gua sendiri’, once ada yang disrespect atau abuse my worth, gua bisa dengan gampang shut down my feeling and walk away. I will not compromise kalau itu harus ngorbanin nilai diri gua.
When you realise your own self-worth and you do love yourself, lo gak akan mau memberikan power pada orang lain buat “ngacak-ngacak” perasaan lo. Menurut gua, itu salah satu langkah untuk bisa healing sih. Liat tuh burung Phoenix. From ashes, they rise again and resurrect. Lo juga mesti begitu! Jangan biarin orang lain ngerusak/nurunin gambar diri lo.
Beberapa bulan kemarin, gua memutuskan untuk hengkang dari relationship yang gua jalanin sama seseorang. Gua sempet mikir, am I taking the right decision to leave, or should I go back and start over? During the healing process, I realised of my self-worth dan sekarang gua sadar bahwa gua udah ambil langkah yang tepat. Gak kebayang sih dampaknya hubungan kemarin buat kesehatan batin gua kalau untuk jangka panjang (baca: lifetime).
Lo nangis gak Fra? Gak boong, in every bad circumstances, gua nangis. Standar cewek lah.
Terus, apa yang lo lakuin? Setiap orang cara healingnya beda-beda. Prosesnya juga beda. Ada yang bertaun-taun, ada juga yang sekejap kayak gua. Kalo gua, cara paling ampuh untuk healing adalah dengan alone time. Gua bisa nangis sepuasnya sekaligus merenung. Alone time untangles my mind and helps me think clearly.
Apa hikmah yang lo petik? Macem-macem. Di aspek relationship, gua jadi tau laki-laki seperti apa yang gua butuhin. Di aspek disappointment, gua jadi belajar untuk gak bergantung sama orang lain dan set low expectations biar gak kecewa. Di aspek general, gua jadi mengenal diri gua sendiri dan tau sama kapabilitas gua menghadapi masalah. Banyak lah! Every cloud has a silver lining.
Pokoknya geys, ini yang wajib diinget; You are not what’s happened to you. You are how you’ve overcome it. Orang akan jauh lebih kagum ketika mereka liat lo bisa overcome all that shitty circumstaces secara dewasa dan sehat. Trust me, you’ll get their respect. Kebalikannya, kalau lo dikit-dikit posting status menye-menye atau mukalo cemberut mulu, orang malahan disrespect, cui. Elo dicap drama lah, cengeng lah, lebay lah, macem-macem! (yah, namanya juga netijen, wq!)
Well guys, I’m done talking, eh, writing here. Semoga siapapun yang baca ini bisa ambil nilai positifnya ya :) Take action now, thank yourself later.
XOXO, Mbak Tato










