Ramadhan ke tujuh denganmu, kedua tanpa Bapak.
occasionally subtle
Stranger Things
d e v o n
Misplaced Lens Cap

blake kathryn

No title available
we're not kids anymore.

Product Placement
Show & Tell
trying on a metaphor

gracie abrams
Noah Kahan

bliss lane

pixel skylines
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
ojovivo

shark vs the universe
noise dept.
Xuebing Du

Love Begins
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from Australia
seen from New Zealand
seen from Sweden
seen from United States
seen from Australia
seen from Norway

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Spain

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
@siininok
Ramadhan ke tujuh denganmu, kedua tanpa Bapak.
Doa kitapun akan diuji
Pada masing-masing doa yang dilangitkan memiliki batas waktu dan ujiannya masing-masing. Ingat tidak pada kisah Rasulullah Shalallahu ’alaihi wasallam dan kaum muslimin saat menghadapi kaum musyrikin di perang badar?
Diriwayatkan dari Umar bin Khathab Radhiyallahu pada perang badar, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melihat para sahabatnya berjumlah 300 lebih sedikit, dan melihat kepada kaum musyrikin berjumlah seribu lebih. Kemudian beliau menghadap kiblat sambil mengangkat tangan dengan selendang dan surban di pundaknya, beliau berdoa, “Ya Allah, penuhilah untukku apa yang Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, berikan apa yang telah Kau janjikan kepadaku. Ya Allah, jika Engkau biarkan pasukan Islam ini binasa, tidak ada lagi yang menyembah-Mu di muka bumi ini.” (HR. Muslim dan Ahmad) Beliau terus menerus meminta pertolongan dan berdoa kepada Allah sehingga jatuhlah kain surban dari kedua pundaknya. Abu Bakar radhiyallahu ’anhu menghampiri dan meletakkan kembali kain surban itu di pundaknya. Abu Bakar radhiyallahu ’anhu terus berada di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata: “Wahai Nabi Allah! Inilah sumpahmu kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia akan memenuhi apa yang dijanjikan-Nya kepadamu.” Inilah keadaan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan kaum muslimin dalam perang badar, mereka banyak berdoa kepada Allah. karenanya, Allah mensifati mereka sebagai orang-orang yang banyak beristighatsah (memohon pertolongan) kepada-Nya, banyak berharap dan berdoa kepada-Nya, ”(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut”.“ (QS. Al-Anfal: 9)
Ahhh, manis sekali kisah ini. Sungguh!! Berkali-kali kita diingatkan untuk bersabar dan untuk tidak berputus asa pada apa-apa yang masih diupayakan. Diingatkan untuk tidak pernah kehilangan harapan bahkan di detik genting sekalipun.
Dan memang benar bahwasannya masing-masing kita akan diuji dengan apa yang sedang diupayakan. Doa-doa kitapun demikian. Perasaan kita, kesabaran kita bahkan keyakinan kita. Iman kita akan benar-benar diuji, sekuat apa ia akan bertahan meski berkali-kali dipatahkan.
Akan ada batas waktunya dimana doa itu akan terkabul. Yang perlu kita yakini adalah bahwa Allah Maha Mendengar, dan mengabulkan setiap doa yang telah dilangitkan. Entah dengan tatapan kosong, entah dengan penuh harapan, entah pula dengan tangisan.
Ibnu Qoyyim rahimahullah pernah mengatakan, “Doa itu ibarat panah yang dilesatkan ke langit. Tetapi untuk mencapai ke langit ia butuh waktu.”
Pada doa-doa yang dilangitkan, sesungguhnya hanya menunggu waktu saja ia akan menjadi nyata. Berbuah manis, dan membuat kita berkali-kali mengucap syukur dan selama itu tidak tergesa-gesa.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “ Allah pasti akan memberi jawaban doa seseorang selama ia tidak tergesa-gesa.” Lantas para sahabat bertanya, “fa kaifa ya’jal ya Rasulallah? Bagaimanakah yang tergesa-gesa itu ya Rasulallah?”
Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “dia yang berkata; aku sudah berdoa, tetapi Allah belum juga mengabulkan”. Lalu ia tinggalkan doanya.
Percayalah, pada akhirnya kita akan sampai pada doa-doa yang kita tenun. pada akhirnya kita tidak akan kecewa pada apa-apa yang kita pintakan. yahh, dan pada akhirnya Allah akan membuat hati kita meleleh disebabkan takjub karena kebaikan-kebaikan-Nya tak pernah berhenti menyelimuti kehidupan kita.
Pada jiwa-jiwa yang sedang diuji dengan doanya, bersabarlah dengan sabar yang baik. Sesungguhnya Allah tak pernah mengecewakan atas doa-doa yang sudah dilangitkan dengan sungguh-sungguh.
Barangkali petikan ayat ini yang akan kita baca berulang-ulang untuk menguatkan hati-hati kita yang sedang diuji kepasrahannya. “Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, wahai Tuhanku.” (QS. Maryam: 4)
jangan lelah || 19.25
I choose you over everyone.
Rainbow Rowell, Fangirl (via books-n-quotes)
After all this time, its always been you.
(via siininok)
Fitrah Seksualitas
By: Elly Risman Musa
Punya suami yang kasar? Kaku? Garing dan susah memahami perasaan istrinya? Tidak mesra dgn anak? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ibunya ketika masa anak sebelum aqilbaligh.
Punya suami yang “sangat tergantung” pada istrinya? Bingung membuat visi misi keluarga bahkan galau menjadi ayah? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ayahnya ketika masa anak.
Kok sebegitunya?
Ya! karena figur ayah dan ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqilbaligh, tentu agar fitrah seksualitas anak tumbuh indah paripurna.
Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir.
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.
Riset banyak membuktikan bahwa anak anak yang tercerabut dari orangtuanya pada usia dini baik karena perang, bencana alam, perceraian, dll akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing (anxiety), perasaan kehilangan kelekatan atau attachment, sampai kepada depresi. Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan dekat dsbnya.
Jadi dalam mendidik fitrah seksualitas, figur ayah ibu senantiasa harus hadir sejak lahir sampai AqilBaligh. Sedangkan dalam proses pendidikan berbasis fitrah, mendidik fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda beda untuk tiap tahap.
Usia 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui, di usia 3 - 6 tahun anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.
Kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan, sehingga mereka secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, cara berpakaian maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas. Ego sentris mereka harus bertemu dengan identitas fitrah seksualitasnya, sehingga anak di usia 3 tahun dengan jelas mengatakan “saya perempuan” atau “saya lelaki”
Bila anak masih belum atau tidak jelas menyatakan identitas gender di usia ini (umumnya karena ketiadaan peran ayah ibu dalam mendidik) maka potensi awal homo seksual dan penyimpangan seksualitas lainnya sudah dimulai.
Ketika usia 7 - 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggungjawab moral, kemudian di saat yang sama ada perintah Sholat.
Maka bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, berkomunikasi secara terbuka, bermain dan bercengkrama akrab dengan ayah sebagai aspek pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.
Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan. Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya. Ayah pula yang menjelaskan pada anak lelakinya tatacara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.
Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Maka wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan.
Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan.
Jika sosok ayah ibu tidak hadir pada tahap ini, maka
inilah pertanda potensi homoseksual dan kerentanan penyimpangan seksual semakin menguat.
Lalu bagaimana dengan tahap selanjutnya, usia 10 - 14? Nah inilah tahap kritikal, usia dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan.
Di tahap ini secara biologis, peran reproduksi dimunculkan oleh Allah SWT secara alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan lawan jenis.
Maka agama yang lurus menganjurkan pemisahan kamar lelaki dan perempuan, serta memberikan warning keras apabila masih tidak mengenal Tuhan secara mendalam pada usia 10 tahun seperti meninggalkan sholat. Ini semua karena inilah masa terberat dalam kehidupan anak, yaitu masa transisi anak menuju kedewasaan termasuk menuju peran lelaki dewasa dan keayahan bagi anak lelaki, dan peran perempuan dewasa dan keibuan bagi anak perempuan.
Maka dalam pendidikan fitrah seksualitas, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Apa maknanya?
Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka di saat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana lawan jenisnya harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata perempuan bukan kacamata lelaki. Bagi anak lelaki, ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya di tahap ini, tidak akan pernah memahami bagaimana memahami perasaan, fikiran dan pensikapan perempuan dan kelak juga istrinya. Tanpa ini, anak lelaki akan menjadi lelaki yg tdk dewasa, atau suami yang kasar, egois dsbnya.
Pada tahap ini, anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka disaat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata lelaki bukan kacamata perempuan. Bagi anak perempuan, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
Anak perempuan yang tidak dekat ayahnya di tahap ini, kelak berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang dimasa sebelumnya.
Semoga kita dapat merenungi mendalam dan menerapkannya dalam pendidikan fitrah seksualitas anak anak kita, agar anak anak lelaki kita tumbuh menjadi lelaki dan ayah sejati, dan agar anak anak perempuan kita tumbuh menjadi perempuan dan ibu sejati.
Agar para propagandis homo seksualitas tidak lebih pandai menyimpangkan fitrah seksualitas anak anak kita daripada kepandaian kita menumbuhkan fitrah seksualitas anak anak kita. Agar ahli kebathilan gigit jari berputus asa, karena kita lebih ahli dan berdaya mendidik fitrah anak anak kita.
Salam Pendidikan Peradaban
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak
This year I learned that pain is inevitable. Loved ones will be lost whether it be death or simply growing apart. People will disappoint you and no matter how much you may love them, sometimes you need to walk away for yourself. It’s commendable to plan for the future and to visualize the things you want in life. Most likely none of it will happen and life will take you on a journey you never planned for. The number one lesson I have learned this year though is, No matter how unbearable the pain may be, love conquers everything and it can be found in the most unexpected places. We just have to be willing to invite it in and give it back. To cherish those who continue to love us even when we feel we don’t deserve it. That kind of love is hard to find and it will leave if it is not nourished, especially the love we need for ourselves.
dontbescaredjustbefree, writing prompt #73: Write about the lessons you learned this year. (via wnq-writers)
Kalaulah kita berjuang kemudian tidak berhasil mendapatkan apa yang diperjuangkan. Bersyukurlah, sebab itu adalah kehendakNYA. Sesuatu yang mungkin sulit kita maknai tapi akan bisa kita mengerti, suatu saat. Syaratnya sederhana tapi sulit, yaitu berprasangka baik.
Kurniawan Gunadi
As I look back on my life, I realize that every time I thought I was being rejected from something good; I was actually being re-directed to something better. You must convince your heart that whatever Allah has decreed is most appropriate and most beneficial for you.
Abu Hamid al-Ghazali (via islamic-art-and-quotes)
❤
If light is in your heart, you will find your way home.
Rumi (via islamic-art-and-quotes)
❤
The planning of The Almighty is better for you than your own planning, and He could deprive you from what you ask to test your patience. So let Him see from you a determined patience and you will soon see from Him what will give you joy. And when you have cleaned the paths of answering from the stains of sins and were patient about what He has chosen for you, then everything that happens to you is better for you whether you were given or deprived of what you have requested.
Ibn al-Jawzi (via islamic-art-and-quotes)
❤
Paruh perihmu sepertiga malam. Dua doamu nafas dan lepas. Segala lebur, seluruh labuh: Satu.
We usually think that ease prepares us for hardship. But I think sometimes hardship prepares us for ease. Because ease is often the hardest test.
Yasmin Mogahed (via islamic-art-and-quotes)
I choose you over everyone.
Rainbow Rowell, Fangirl (via books-n-quotes)
After all this time, its always been you.
Kupukupu
Seorang anak sedang bermain dan menemukan kepompong kupu-kupu di sebuah dahan yang rendah. Diambilnya kepompong tersebut dan tampak ada lubang kecil disana. Anak itu tertegun mengamati lubang kecil tersebut karena terlihat ada seekor kupu-kupu yang sedang berjuang untuk keluar membebaskan diri melalui lubang tersebut. Lalu tampaklah kupu-kupu itu berhenti mencoba, dia kelihatan sudah berusaha semampunya dan nampaknya sia-sia untuk keluar melalui lubang kecil di ujung kepompongnya.
Melihat fenomena itu, si anak menjadi iba dan mengambil keputusan untuk membantu si kupu-kupu keluar dari kepompongnya. Dia pun mengambil gunting lalu mulai membuka badan kepompong dengan guntingnya agar kupu-kupu bisa keluar dan terbang dengan leluasa.
Begitu kepompong terbuka, kupu-kupu pun keluar dengan mudahnya. Akan tetapi, ia masih memiliki tubuh gembung dan kecil. Sayap-sayapnya nampak masih berkerut. Anak itu pun mulai mengamatinya lagi dengan seksama sambil berharap agar sayap kupu-kupu tersebut berkembang sehingga bisa membawa si kupu-kupu kecil itu terbang menuju bunga-bunga yang ada di taman.
Harapan tinggal harapan, apa yang ditunggu-tunggu si anak tidak kunjung tiba. Kupu-kupu tersebut terpaksa menghabiskan sisa hidupnya dengan merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap yang masih berkerut serta tidak bisa berkembang dengan sempurna. Kupu-kupu itu akhirnya tidak pernah mampu terbang.
Si anak yang membantu mengeluarkan kupu-kupu dari kempompongnya itu, rupanya tidak mengerti. Bahwa kupu-kupu perlu berjuang dengan daya usahanya sendiri untuk membebaskan diri dari kepompongnya. Lubang kecil yang perlu dilalui kupu-kupu tersebut akan memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu masuk ke dalam sayap-sayapnya sehingga dia akan siap terbang dan memperoleh kebebasan.
Source: islamreflection, via IslamicArtDB
أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
Indeed, the help of Allah is near.
Source: peaceful-muslimah, via IslamicArtDB
Always ❤
When a person spends his entire day with no concern but Allah alone, Allah will take care of all his needs and take care of all that is worrying him; He will empty his heart so that it will be filled only with love for Him.
Ibn Qayyim Al-Jawziyyah (via islamic-art-and-quotes)
❤