Bingung banget sama kondisi saat ini,
ketika ngobrol sama orang, dan mereka tau prioritas mereka apa, aku malah bingung sama prioritasku, aku bahkan nggak tau apa yang aku mau. kalo ditanya orang, mau apa? aku cuma bisa jawab, mau jadi berkat.
blur banget kan jawabannya,
gimana mau jadi berkat kalau kondisi sekarang aja masih banyak goncangannya. aku percaya kalau berkat Tuhan itu nggak dengan percuma dateng gitu aja. tetap harus kita yang mengusahakan, makanya di alkitab juga kan diceritain yang tentang perumpamaan talenta. Tuhan marah loh sama orang yang nggak ngembangin talentanya. berarti Tuhan nggak suka orang pemalas.
Tuhan mau kita jadi berkat buat sekeliling kita. masalahnya saat ini aku tuh bingung gimana caranya untuk jadi berkat buat orang lain. kalo kata sahabat aku, jika kita belum bisa memberkati orang lain (memberi uang/ rejeki) at least kita jangan jadi batu sandungan buat mereka. sedangkan beberapa waktu kebelakang, aku sadar banget bahwa di beberapa posisi, aku tuh masih menjadi beban untuk beberapa orang. bahkan kelakuan ku kadang merugikan orang.
marah banget sama diri aku sendiri, tapi kalau marah doang tapi nggak ada perubahan juga sama aja bohong nggak sih?
berubah, yang awalnya sangat menyenangkan mendengarnya, sekarang jadi sesuatu hal yang membingungkan buat aku. berubah jadi yang seperti apa?
aku cuma mau jadi berkat yang nyata tanpa harus menjadi beban buat siapapun.
Dad, boleh kan ya Monik berubah jadi anak yang membanggakan? bukan jadi anak yang hanya peduli sama diri sendiri? am I a late bloomers? aku aja udah berkali2 niat mau kenal Daddy lebih dalam lagi, tapi aku nya belum kasih waktu dan hati yang bener buat cari Daddy.
Dad, Daddy nempatin aku ada di dunia ini untuk sebuah purpose kan? boleh nggak sih Dad di spill secara terang2an purpose aku di dunia ini tuh apa? kok kayaknya apapun yang aku lakuin tuh salah terus ya di mata orang yang berbeda.
kemarin juga aku dapet masukan dari teman aku, gara2 beberapa kali ada orang yang ngeblok aku dari pertemanan mereka, aku nggak ngerasa salah apa2, menurut mereka itu ada part dari diri aku yang nggak menyenangkan.
Dad, ajarin aku untuk jadi orang yang menyenangkan, boleh?
gimana caranya? dan maafin kalau aku salah, maafin aku kalau selama ini ternyata aku selfish. gimana sih Dad jadi orang yang nggak selfish, jadi orang yang nggak ngejudge? kok kayaknya aku susah banget ya jadi orang yang seperti itu. kenapa orang lain bisa tapi aku nggak kayak gitu?
Dad, aku telat banget nggak sih kepikiran kayak gininya baru sekarang? tolongin aku dong Daddy.