–Sad thoughts
art blog(derogatory)
RMH

No title available

★
$LAYYYTER

oozey mess
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Janaina Medeiros
No title available
tumblr dot com
Today's Document

titsay

❣ Chile in a Photography ❣
Misplaced Lens Cap
Peter Solarz
d e v o n
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Origami Around
Lint Roller? I Barely Know Her

shark vs the universe

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Chile

seen from Saudi Arabia
seen from Peru
seen from Venezuela
seen from Morocco
seen from United Kingdom

seen from France
seen from Morocco

seen from Germany

seen from Germany
@sinkpaperboat
–Sad thoughts
Terkadang, dengan atau tanpa orang yang kita cintai hidup meski harus terus berjalan. Sekalipun perih senantiasa nyata terasa..
Sajak yang kutuliskan adalah wujud dari sebuah pelukan ketika tanganku tak mampu lagi untuk merengkuhmu, Nona..
Barangkali, malam masih senantiasa menunggu fajar menyingsing. Sama seperti aku yang masih terus saja menunggumu untuk berubah. Aku harap, sebuah kesempatan yang kembali aku percayakan kepadamu tidak lagi kau sia-siakan. Mungkin saja jika hati ini tidak berbelas kasihan, aku tak akan lagi mengindahkan kata maaf yang kau ungkapkan dengan tersedu-sedu… Aku tak peduli berapa lama lagi untuk berada disini, dalam ruang tunggu yang selalu kunikmati sendiri bersama angan tentangmu. Aku juga tak peduli lagi seberapa sakit lagi untuk melangkah bersamamu. Aku pun tak akan mengindahkan nurani yg terkadang menolak untuk berkompromi dengan ego mu. Dan jika memang harus melalui jalan terjal untuk sampai pada titik yang dituju, aku akan selalu siap. Karena proses terkadang perlu disertai rasa sakit yang menurutku memang ditujukan untuk mendewasakan kita…
Berbahagialah mereka yang di pertahankan. Karena memilih untuk bertahan adalah pilihan yang tidak semua orang bisa jalankan.
Haruskah berkali-kali aku menyangkal keletihan yang kian membunuhku secara perlahan?
Luka tak selamanya menyakitkan, bahagia juga tak selamanya bertabur senyum. Luka karena mencintaimu adalah bahagia yang kusyukuri.
Kamu tau nggak yang paling sakit itu apa? Rasa menghianati diri sendiri, mau diperlakukan seperti itu. Jungkir balik jadi yang sempurna buat dia, tapi tetep aja ga sempurna.
Rectoverso
Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada akhirnya yang bisa membuktikan cuma waktu.
Rectoverso
Kamu, Bukan Lagi Sosok Yang Aku Kenal.
Kamu bukan lagi angin, pembawa kesejukan di kala letih meghadang Kamu bukan lagi air, penghilang dahaga tatkala rindu menghujam hatiku tanpa henti Kamu bukan lagi pelangi, yang selalu membuat hariku kian cerah berwarna Dan kamu bukan lagi bintang, yang selalu membuat malam gelapku terasa lebih indah
Kamu bukan lagi sosok yang aku kenal Periang, ramah tamah, dan juga supel Mungkinkah waktu kian membuatmu berubah sangat drastis? Nyatanya, aku tak mengenal sosokmu sekarang ini
Jikalau memang situasi ini membuatmu nyaman, tak mengapa Cukup lelah mengingatkanmu berulang kali mengenai hal ini Terlebih saat nasihatku sama sekali tak kau hiraukan Hanya berlalu, bak angin yang berhembus kesana-kemari
Nona, sejujurnya aku rindu Pada senyum manis yang kerap kali kau torehkan Bukan dengan sikapmu yang kian membunuhku secara perlahan Membuat harapku kian melebur dalam angan
Kini kau bagai belati yang menusuk tajam Tak mengindahkan nurani, kian berpacu dalam emosi Sarkastik, Meluapkan segala emosi dalam kata-kata serapah
Andai kata sanggup, Akan kubungkam mulutmu dengan kecupan Supaya kau mengerti, Bahwa… aku hanya ingin melihatmu tumbuh menjadi lebih baik lagi
Aku tak sanggup bila harus membencimu Hanya saja aku tak sanggup kau perlakukan terus menerus seperti ini Semoga waktu tak lelah untuk mengingatkanmu Dan membuatmu banyak belajar untuk lebih menghargai
Mulailah menjadi orang yang baik dan terus lebih baik. Maka dengan sendirinya akan ditemukan.
Tere Liye
Di batas sabarku, Aku hanya bisa berdoa Melipat kedua tanganku, Kemudian memanjatkan namamu dalam lirih lantunan doa
Di batas sabarku, Setiap kata yang kau ucapkan Tak jarang mengikis batinku Juga meninggalkan bekas yang amat dalam menusuk
Di batas sabarku, Hanya tersimpul senyum kecil dari bibirku Menutupi sedih yang bisa aku nikmati Sendiri, ketika malam yang sunyi hinggap menyusup
Ah, tak mengapa Mungkin memang Tuhan benar-benar mengujiku Melalui kelapangan dada serta hati Aku dapat melalui ini semua denganmu seorang
Sekalipun raga ini terasa lelah Hingga batin yang kupaksa melangkah terseok Tak menjadi masalah untukku Jika demi kau, matahari dalam kehidupanku
Dan sekali lagi, Hati ini masih senantiasa terjaga untukmu Tak menghiraukan batin yg teramat lelah Aku tetap mencintaimu, selalu..
–Bandung, 24 Mei 2015
Orang-orang yang menulis, adalah orang-orang yang berani berlatih jujur pada diri sendiri, Orang-orang yang membaca adalah orang-orang yang berlatih memahami kejujuran orang lain.
Guruh Nusantara (via lensasatumata)
Memaksakan pendirian sesekali penting, tapi jadi tak lagi penting kalau sampai memaksakan diri.
Adimasnuel
Bukankah hubungan selain kesepakatan adalah tentang pengorbanan?
Lydia WK
Bukan sabar namanya, jika kita masih mengeluh
Mas Wahab
Di sebuah persimpangan jalan kita seringkali dihadapkan pada pilihan –sama seperti saat ini–. Haruskah aku tetap berada disini atau lantas beranjak pergi?
Lagi-lagi tanya kembali muncul dari balik kepala yang sudah penuh dengan sekelumit asa tentang sosokmu