*Cerita Untuk Anakku_
Dek, beberapa hari yang lalu Ibu dan bapak menemui seorang Dokter kandungan. Beliau dengan sabar menjawab pertanyaan seputar keluhan-keluhan yang Ibu rasakan sebelumnya; perut kram, nyeri punggung, pusing, dan segala perubahan di dalam tubuh Ibu. Setelahnya, Ibu berbaring menghadap sebuah monitor yang akan menampilkanmu di sana. Dan saat itulah, kali ketiga dalam hidup Ibu dan bapak harus menahan air matanya agar tidak tumpah begitu saja di ruangan sana.
Lihatlah, kau yang begitu mungil begitu asik menari dan bergerak dalam perut Ibu. Sampai untuk melihat jenis kelaminmu saja tidak bisa, seakan-akan kamu ingin memberi kejutan untuk Ibu dan Bapak. "tunggu aja nanti wlee" kiranya begitu yang ingin kamu ucapkan.
Pertama kali Ibu tau ada adek dalam perut Ibu, Ibu menangis haru memeluk Bapak, tentu saja Bapak ikut menangis bersamanya hahaha.
Dek, Adek tau ngga? Ibu kamu saat ini sedang bertanggung jawab untuk awal memberikanmu rumah selama 9 bulan ini. Tubuh Ibu akan banyak mengalami perubahan dan setiap perubahannya diiringi dengan sedikit banyak rasa sakit dan kram. Tak mengapa, dek, sebab begitulah perjuangan seorang Ibu. Ibumu ini, terkadang harus menelan sendiri keluhan-keluhan itu, mungkin tak tega melihat Bapakmu yang sudah mengantongi lelah sepanjang hari selepas bekerja. Terkadang untuk meringankannya Ibu berkata kepada Bapak.
"Bapak, adek seharian ini rindu sama Bapak."
Lalu bapak dengan kesadaran penuh menciummu dari perut Ibu dan memeluk Ibu, kata Ibu sih itu sudah cukup menenangkan. Besar nanti gantian adek yang peluk dan cium kami yaa? Janji? Okee sepakat.
Jam 3 pagi tadi sholawat sayup-sayup terdengar dari luar jendela kamar Ibu. Ibu masih terjaga, menahan seluruh nyeri yang menyerang tubuh Ibu sambil memikirkan sehat atau tidaknya kamu di perutnya. Tapi pelukan dan sebuah kecup dari Bapak di kening Ibu sudah cukup meredakan semuanya, kok. Ya walaupun pelukan dan kecupannya ketika Bapak berangkat kerja sih. Jujur saja jam 3 pagi Bapak tak kuasa menahan kantuk, tapi Bapak punya alasan ultra kuat pro max karena Bapak masih punya tanggung jawab yang lain yang harus Bapak penuhin hari ini yaitu Bekerja alias menafkahi Ibu dan Adek, tapi ini biar jadi rahasia kita berdua dek, Adek yang sabar yaa soalnya Adek seringkali dikambing hitamkan sama Ibu, Ibu senantiasa ingin melahap apapun yang dilihatnya mengatas namakan keinginan Adek. 7miliyarrius ini, ngga serius duarius lagi. Semoga Ibu ngga baca ya dek hahahahaha. Paling Bapak bakal diamuk.
Kelak, Ketika adek dewasa dan Bapak tidak berbicara banyak, yakinlah, di lubuk hati seorang Bapak selalu mengalir doa dan harapan kepada anak-anaknya. Bapak dan Ibu ketika tua nanti akan mengalami kesulitan untuk mengungkapkan rasa cinta, namun percayalah kami akan mencintaimu selamanya.
Dan satu hal lagi, mau segarang dan segalak apapun ibu, itulah Ibumu yang kelak harus kau banggakan dan sayangi sepenuh hati. Okee.
Terima kasih sudah melengkapi kami ya adek, adek sehat terus di perut ibu sampai waktunya tiba, bahkan sampai adek bisa baca tulisan ini juga, atau sampai selamanya, termasuk cinta dan sayangnya. ❤️❤️❤️










