Sebuah Cerita, Training of Trainers (TOT)
Acara ini diselenggarakan berawal dari harapan kalau nantinya Pendidikan Tinggi Islamic Village yang memiliki 4 lembaga (STIT, STES, STTC dan Akper) bisa melebur dan bersatu menjadi sebuah universitas kedepannya. Sebuah harapan besar yang tidak mudah tapi bukan mustahil untuk diwujudkan. Didasari dengan harapan besar tersebut, maka diadakan sebuah acara keren untuk mempersatukan 4 BEM Pendidikan Tinggi Isvill. Sebuah langkah awal untuk sebuah harapan besar yang dimulai dari acara ini, Training of Trainers.
Skip soal persiapan dan persoalan untuk mengikuti acara ini, termasuk sakitnya saya H-2 sebelum acara.
Eskpetasi saya terkait keberangkatan : minimal naik truk TNI. Ekpetasi ini didasari karena 2 minggu sebelum acara Bu Widhi sempat bercerita kalau beliau sudah survey untuk mengurus perijinan peminjaman truk TNI.
Realitanya ??? Kami dibagi menjadi 5 kelompok besar, yang setiap kelompoknya memiliki perwakilan anggota BEM dari 4 lembaga PT Isvill (Pendidikan Tinggi Islamic Village. Red). Dan tantanganpun dimulai. Setelah dibagi kelompoknya, masing-masing kelompok dibekali uang Rp. 550.000,- Dalam hati bertanya-tanya untuk apakah uang ini ?
Selain itu kamipun diwajibkan untuk mengumpulkan handphone kami masing-masing ke Crew penyelenggara, setelah sebelumnya dipersilahkan untuk share emergency contact.
Tantangan pertama adalah, kami dituntut untuk menyelesaikan sebuah game “sodoku”. Sempet pusing untuk menyelesaikan game ini, tapi Alhamdulillah setelah diberi sebuah clue kami berhasil menyelesaikan game ini. Terimakasih ka Friska :* Dengan catatan kami adalah KELOMPOK PERTAMA yang menyelesaikan game ini berarti kami adalah kelompok pertama yang berangkat.
4. Jendral pertama di Indonesia (kalau gak salah pertanyaannya seperti ini).
Oke berangkat, ternyata bekal uang tadi adalah untuk bekal perjalanan kami. Jadi kita pergi secara mandiri perkelompok dengan dibekali satu orang fasilitator. Langkah pertama adalah kami nego angkot, setelah harga oke kita langsung memutuskan untuk berangkat. Berangkat kemana ? Masih simpang siur terkait lokasi yang kami tuju. Alhamdulillah ada seorang bapak-bapak yang memberikan kami informasi tentang tempat yang kami tuju, yaitu Taman Benteng Betawi yang ada patung Jend. Sudirmannya.
Setelah sampai disana kami diberi tantangan yang kedua yaitu membuat yel dan memisahkan sampai organik dan un organik. Sempet terjadi “perdebatan” kecil antara anggota laki-laki dan anggota perempuan terkait yel dan gerakan. Ka Susan yang ternyata Korea Lovers menamai grup kami dengan “Dabong” sebuah bahasa korea yang artinya Hebat. Menyusul gerakan yel-yel yang terlalu feminim, maka pihak laki-laki menolak gerakan tersebut :D lalu disepakatilah jalan tengah tentang gerakan.
Setelah menyelesaikan tantangan kedua kami diberi sebuah clue untuk sampai ke check point ketiga yaitu:
Tanpa kesulitan kami menemukan jawaban atas clue tersebut yaitu : Taman Topi Bogor. Langsung berangkat ke stasiun dan memesan tiket KRL dan berangkat ke Bogor. Dalam perjalan kami sempat berdiskusi tentang yel-yel. Saya ? Asyik ngobrol sama bapak-bapak yang memberi saya pelajaran hidup kalau jadi istri itu adalah pekerjaan sulit tapi balasannya surga :D *akang Petani ketceh ditunggu lamarannya ya :p Setelah transit distasiun Duri kami langsung menaiki kereta yang tersedia. Rupanya kereta tersebut hanya sampai Depok yang artinya kami harus menaiki kereta selanjutnya dan transit di stasiun Depok.
Dan cerita kebahagian serta sisi kemanusian kamipun dimulai dari stasiun ini, Stasiun Bogor :D
Karena kami adalah kelompok paling manusiawi yang dengan setia menunggu anggota kelompoknya yang kebelet :D setelah semua selesai dan beres menukarkan uang jaminan KRL kami menuju Taman Topi.
Disana kami diberi tantangan ke empat yaitu mencari sejarah tentang sosok pahlawan yang patungnya ada di Taman Topi. Sebagian anggota kelompok mencari tahu sejarah sosok tersebut, sebagian cari makan dan sebagian jaga tempat check point. Singkat kata sejarah sosok tersebutpun ditemukan, dan makanan yang dibelipun sudah tersedia. Kami makan diemperan taman topi, traveller sejati banget gak sih ? :D
Tantangan kelima adalah kami diberi sebuah puzzle untuk menuju check point ketiga. Sebelum puzzle tersebut berhasil di susun ka Momogi aka ketua kelompok sudah berhasil menebak lokasi tersebut, Tugu Kujang. Kamipun langsung menuju ke tugu tersebut setelah berhasil nego dengan supir angkot.
Tantangan ke enam sesampainya di Tugu Kujang adalah melafalkan Teks Pancasila secara berkelompok dan membersihkan tugu tersebut. Dilokasi ini singkat saja, setelah berfoto sejenak kami langsung diberi tantangan ke tujuh untuk menuju Check Point ke empat. Ketika membuka tantangan tersebut yang berisi tulisan Ci + gambar bambu ka Susan langsung teriak Ciawi. “Untung gue orang Sunda, coba kalau bukan. Pasti gue pusing sendiri nebaknya, mungkin Cibambu, Cikayu atau tebakan lainnya” –Ka Susan pembawa kebahagian dan energi positif dikelompok satu.
Kami langsung nego angkot untuk menuju pasar Ciawi, dan baru sekitar 50meter kami naik angkot. Angkot yang kami tumpangi ditilang. Masya Allah -__- ujian banget sih hahaha
Setelah pak Supir menyelesaikan urusannya perjalananpun kami lanjutkan. Ditengah perjalanan saat sudah mendekati pasar Ciawi kami diberi tantangan kedelapan. Membeli setengah kilogram buah Alpukat dan membuat pantun dan kata alpukat.
Kejadian yang tak mengenakan pun kembali terjadi, mungkin karena mulut saya yang kurang terjaga. Maafkan saya ya kelompok 1 L hihihi. Angkot yang kami tumpangi terpaksa harus dicegat oleh calo. Kamu melanjutkan perjalan menuju masjid tertinggi di Puncak. Sesampainya di masjid Atta Awun kami langsung memutuskan untuk salat Dhuhur. Sambil menunggu kelompok terakhir yang sampai kamipun beristirahat. Kami kelompok pertama yang berangkat justru menjadi kelompok ke empat yang sampai hihihi
Setelah semua kelompok sampai, kamipun melanjutkan perjalanan menuju villa dengan berjalan kaki. Medan yang cukup licin yang harus kami lewati dengan beban tas yang kami bawa. Setelah kurang lebih berjalan kaki selama 4km kamipun sampai di Villa.
Disana kami berkenalan dengan sang game master. Setelah itu kamipun beristirahat sambil menunggu waktu salat Ashar.
Karena fisik yang cukup lelah ternyata kami beristirahat sampai waktu magrib. Saat magrib tiba kamipun salat Magrib berjamaah, dengan muadzin Bang Farhan, yang Iqamah Rio dan Imam salat Bang Nizam. Selesai salat kami kembali istirahat dan bersiap-siap untuk makan malam. Suasana makan malam cukup ramai. Dengan hamparan nasi dan lauk yang disajikan memanjang. Kami makan secara berjamaah wkwkwkw
Setelah makan dan merapikan tempat makan kami bersiap untuk salat Isya berjamaah. Kali ini Muadzin adalah Rio, petugas Iqamah Bang Junet dari STTC dan Imam salat Isya Bang Farhan. Sampai sini sisi sombong saya muncul, ternyata pria-pria STIT yang pecicilan begitu fasih menjadi Muadzin bahkan Imam salat wkwkwk. Peace ahh.
Acara berlanjut ke rapat kerja dan pemaparan program masing-masing BEM. Ada cerita yang mau saya skip disini hihihi
Setelah acara selesai kami langsung beristirahat.
Salat subuhpun dilakukan secara berjamaah, dan Imam salat subuh adalah si anak tiri Rio.
Setelah salat subuh semua bersiap untuk masuk ke acara selanjutnya yaitu joging pagi mengelilingi kebun teh.
Setelah joging kami dipersilahkan untuk sarapan dan masuk ke acara game.
Dan gamenya pun membuat saya cengo aja gitu. Game disusun secara apik. Salut banget sama sang Game Master, Bang David.
Setelah masing-masing kelompok menampilkan yel-yel. Tiap kelompok dinilai oleh kelompok lain. Dan kelompok 1 adalah pionir untuk bales-balesan yel :p
Sebelum masuk game, tiap kelompok dipersilahkan untuk memilih dua orang anggota kelompok terbaiknya. Dan ternyata kedua anggota tersebut untuk ditukar dengan anggota kelompok lain :D
Game diawali dengan tiap kelompok dipersilahkan memilih 10 alat dari 12 alat yang tersedia.
Alat-alat yang tersedia adalah: Penggaris, peniti, double tip, tali tipis, tali sepatu, balon, pulpen, kertas, sedotan, sumpit, korek api dan isolasi.
Tiap kelompok diberi area sebuah lingkaran dan kelompok dipersilahkan untuk bekerja diluar area.
Game pertama adalah, memecahkan balon dengan alat yang tersedia dari luar area. Dengan catatan tiap alat yang sudah terjatuh didalam area tidak boleh diambil lagi untuk game tersebut.
Game kedua memindahkan bola kasti dari atas botol tanpa menyentu tanah.
Game ketiga memindahkan dua bola tenis dari satu mangkuk ke mangkuk satunya yang mangkunya berada didalam area.
Game keempat menyalakan dan memadamkan sebuah lilin.
Game kelima memindahkan air dari botol aqua kedalam sebuah botol ditengah area.
Selanjutnya kami diberi game untuk menjelajah, dan mencari satu huruf dari tiap post.
Setelah itu kami diberi waktu untuk istirahat sebentar.
Dan game terakhir adalah semua semua kelompok melebur dan menjadi satu untuk memecahkan sebuah misi. Yaitu membuka banner yang diikat dan kita diharuskan untuk memutuskan tali tersebut menggunakan lilin. Saat menyambung lilin dan menyalakan lilin kami mendapatkan serang balon berisi air dari para kru. Berarti yang tidak menjadi tim penyusun lilin bertugas untuk melindungi dan mebuat benteng untuk para penyusun lilin.
Singkat kata game pun selesai kami diperilahkan untuk siap-siap pulang. Dan salat dhuhur kali ini kembali di imami oleh bang Farhan, si Muzamil KW :p
Setelah salat kami dipersilahkan untuk makan siang dan persiapan pulang. Sebelum pulang kami diberi handphone kami kembali. Perjalanan pulang tidak mudah, kami harus berjalan cukup jauh menuju bis kami. Walau sebelumnya kami masih bertanya-tanya akan pulang naik apa kami.
Terimakasih untuk dua hari yang berkesan semua anggota BEM STIT, STES, STTC dan Akper Islamic Village.
Terimakasih untuk kelompok satu, Bang Momogi, Ka Susan, Ka Intan, Ka Friska, Ka Linda, Ka Novi, Ka Ika, Bang Ade dan Bang Roju serta fasilitator kami Bang Hariri. Maaf jika saya menyebalkan sampai ada yang ngomongin dibelakang sama Rio. Love you all Daboooooong :p
Terimakasih para kru, Bang Juned, Bang Aris, Bang Erik, Bang Rizqon, Bang Pungki dan Bu Widi. Bu Widhi masakan ibu enak buuu.
Makasih untuk sang game master bang David atas semua kesan dan pelajarannya.
Makasih Ka Ratna, Ka Mutmainah dan para anak-anak Akper atas pertolongannya pada cerita yang saya skip.
Makasih Devi, Rohmah, Ka Ika, Ka Fuzi, Ka Zalva love, Ka Lina, Echa, Sule, Bang Farhan, Bang Ade, Asep, Rio, Nizam dan Ka Juju. Khusus ka Juju makasih juga buat tumpangannya.
Makasih para Muzamil KW yang jujur membuat saya bangga, sampai disebut “Di STIT mah banyak ustadnya” :D
Makasih bu Atiqi, BPH dan yayasan Islamic village.
Dan terimakasih untuk kalian semua yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Semoga setelah ini kita makin kompak dan mampu mewujudkan mimpi besar kita semua. Aamiin
Penuh cinta: Raden Siska Marini yang menyelesaikan tulisan ini sampai butuh waktu 2 hari.