
roma★
Alisa U Zemlji Chuda
styofa doing anything

tannertan36

ellievsbear

Discoholic 🪩

Andulka
trying on a metaphor
Claire Keane

PR's Tumblrdome
dirt enthusiast

pixel skylines
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
One Nice Bug Per Day

Kiana Khansmith

@theartofmadeline
AnasAbdin
I'd rather be in outer space 🛸
i don't do bad sauce passes
seen from Netherlands
seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Spain

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye

seen from France

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from Russia
seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
@slowlylovinghideout
Tertulis: 28 Agustus 2020
Aku pernah dikhianati oleh sosok paling berharga dalam hidupku.
Orang yang seharusnya jadi tempat sandaranku.
Selama dan setelah kuliah, pikiranku mendewasa, logikaku tidak bisa menerima bahwa apa yang dilakukannya dulu itu benar.
Berulang kali aku pikirkan, tapi tetap saja aku tidak bisa menemukan letak benarnya dimana, hingga sampai sekarang luka itu tetap ada.
Aku pernah disakiti secara fisik oleh ayahku dan ‘ditelantarkan’ sampai sekarang.
Ayah bahkan tidak layak dipanggil ayah.
Aku sendiri bahkan tidak paham apa itu arti ayah.
Aku juga pernah disakiti secara emosional oleh ibuku, kakakku, dan adikku.
Semua lukaku kebanyakan bersumber dari keluargaku dan itu membuatku membenci kata ‘keluarga’.
Lucunya!
Aku ingin ‘rantai’ ini putus digenerasi dan masaku saja.
Untuk adik bungsuku, aku akan menjaga dan melindunginya dari luka yang sama.
Aku akan mendidik dia dengan caraku.
Dia harus paham kapan harus diam dan kapan harus bersuara.
Untuk calon pasanganku dimasa depan, siapapun kamu orangnya, aku tidak memandangmu secara fisik/tampilan luar.
Hal yang aku cari darimu adalah tanggungjawabmu terhadap kehidupanmu, kedewasaanmu dalam berpikir, bertindak dan berucap, dan kesediaanmu menerimaku.
Aku adalah tipe yang sulit percaya dan melupakan apalagi pengkhianatan.
Kesalahan yang tidak bisa aku toleransi adalah pengkhianatan dan kekerasan (fisik dan verbal).
Aku tidak bisa menoleransi itu karena aku tidak ingin anakku kelakku mewarisi luka yang sama (lagi).
Aku harus memastikan bahwa hal itu tidak terulang lagi.
Aku harus memastikan bahwa dia kelak punya ayah dan ibu yang ‘layak’; yang dewasa secara emosional, mapan secara finansial, mandiri, dan benar-benar siap untuk berkomitmen seumur hidup bukan yang datang hanya karena kesepian dan penasaran.
Untukmu, sampai bertemu nanti, diwaktu yang sudah digariskan oleh-Nya.
Tertulis: 4 Agustus 2019
Hilangmu adalah Tenangku
Ditulis oleh Febri Ramadhan
Disalin dan dibagikan kembali oleh Es El Ha
Kepada kalian yang saat ini hanya bisa memandang lewat story masing-masing tanpa memiliki keberanian untuk bertegur sapa.
Mungkin memang penting bagimu untuk mengingat siapa yang memulai pengabaian itu.
Kau yang terlalu enggan untuk menggubris atau memang dirinya yang sudah tak memiliki ketertarikan yang sama denganmu.
Padahal, dulu sempat terbersit impian bahwa kelak kalian akan bertemu setiap harinya dalam sebuah naungan atap dan pagi yang sama.
Disana, ada pembahasan kecil yang kalian bangun bersama dalam pembahasan chatting yang membuat kalian sama-sama tersenyum,
yang membuat kalian sama-sama memiliki satu sama lain.
Tapi, apalah arti semua impian jika pada akhirnya salah satu diantara kalian mulai menunjukkan gelagat ingin tak ingin.
Pada awalnya, semua berjalan dengan sebagaimana mestinya.
Sapamu selalu terbalas olehnya.
Tanyamu selalu terbalas oleh jawabnya, pun rindumu juga turut terbalas oleh rindunya.
Namun, segala yang tampak begitu indah diawal hanya menjadi boomerang yang menghujam keras di salah satunya.
Dia, yang saat itu kau yakini akan menjadi seseorang yang membuatmu merindukan rumah, nyatanya mulai mengubah arah dan tujuannya.
Sikapnya mulai terasa tak seperti orang yang biasa kamu kenali.
Suaranya mulai berat untuk menjawab setiap sapamu.
Jarinya sudah mulai kaku untuk membalas setiap pesanmu dan bahkan ketika dirimu memberanikan diri untuk menanyakan tentang impian
kalian di kemudian hari, jawaban yang kau dapat hanyalah: ”itu masih terlalu jauh untuk kita”.
Sungguh, tak ada yang lebih menyakitkan ketika kau menghadapi kenyataan dimana seseorang yang pernah membuatmu begitu bersemangat menjalani hidup, berbalik
menjadi seseorang yang tak pernah kau kenali siapa dirinya sebenarnya.
Kau hilang arah, air matamu tumpah.
Genggaman yang selama ini kau pikir sudah sempurna ternyata bisa dilepaskan dengan begitu mudahnya.
Harapanmu pupus.
Buka mata dan hatimu lebar-lebar.
Melangkahlah ke tempat dimana kau bisa kembali menemukan rasa percaya terhadap orang lain.
Jika memang masih terlalu berat untukmu menerima kenyataan itu, maka sendirilah.
Nanti kau akan paham bahwa itu tenang.
Nanti kau akan paham bahwa kau mampu senang, tak bergantung terhadap seseorang yang tak menginginkanmu.
Mulai berani berpikir bahwa ia memang tak penting bagimu.
Berbahagialah dengan caramu sendiri.
Tanpa dirinya, seperti saat sebelum kau mengenalnya.