Sedihku hingga ku membenci
Hal yang paling tidak kusukai dari diriku adalah membenci seseorang, terutama orang yang pernah aku sukai.
Orang yang pernah aku perhatikan.
Orang yang pernah aku pedulikan.
Orang yang kutatap wajahnya sebelum tidur.
Orang yang kukecup ketika aku terbangun.
Orang yang kupeluk erat ketika aku tidur.
Orang yang selalu kuimpikan.
Orang yang aku harap akan ada di hidupku selamanya.
Tapi aku patut dan layak membencinya.
Karena ia adalah
Orang yang melupakanku.
Orang yang mengkhianatiku.
Orang yang telah merusak kepercayaanku.
Orang yang tidak menghargaiku.
Orang yang meremehkanku.
Orang yang tidak memperjuangkan aku.
Orang yang tidak melihat betapa tulusnya aku.
Orang yang buta akan pikirannya yang kolot.
Orang yang buta dengan pikiran negatifnya tentang aku.
Orang yang kuberikan kepercayaan tapi mengkhianatinya.
Orang satu-satunya orang yang pernah aku cintai tapi meninggalkanku.
Orang yang selalu melukaiku.
Orang yang mendorongku ketika aku berlutut di hadapannya.
Orang yang menendang makananku.
Orang yang meremas kuat pergelangan tanganku hingga memerah.
Orang yang membuatku menangis berkali-kali.
Orang yang menghabiskan energiku.
Ia patut di benci, ada lebih dari 1001 alasan kenapa aku harus membencinya. Ada ribuan kekurangannya yang bisa menjadi alasan mengapa aku membencinya.
Tapi semua alasan itu sirna karena aku begitu menyukai bahkan mencintai pria bodoh itu.
Aku benci diriku sendiri yang menjadi bodoh.
Aku akan stop membeli tusuk gigi hanya karena berfikir dia membutuhkan tusuk gigi.
Aku akan berhenti membeli bumbu nasi goteng hanya karena berfikir suatu saat dia akan datang untuk mengejutkanku. Mengetuk jendela kamarku dan tersenyum.
Aku akan berhenti membeli saus yang ia sukai.
Akan berhenti mencari shampoo anti ketombe agar ketombenya hilang.
Aku akan berhenti mengusap-ngusap perutnya saat ia benar-benar kekenyangan.
Aku akan berhenti untuk mengingat semua tentangnya.
Seperti ia yang bahkan tidak mengingat tentangku dan betapa menyiksanya hari-hari yang aku jalani sejak ia kembali.
Ia tak sepatutnya kembali saat aku sudah baik-baik saja.
Ia selalu melukaiku.
Ia selalu membuat orang lain berfikir bahwa aku mengejarnya, bahwa aku yang jatuh cinta lebih banyak.
Aku akan berhenti sekarang.
Aku akan mengelur kepala pria lain.
Aku akan memeluk pria lain saat tidur.
Aku akan memakaikan skin care untuk pria lain.
Aku akan memakaikan obat jerawat pada pria lain.
Aku akan hidup dengan pria lain.
Oleh karena itu.
Mulai hari ini, aku ingin berhenti.
Senin, 15 Januari 2018


















