Padahal aku udah janji sama diri sendiri kalo ga akan bother nulis tentang ini. Tapi terpelatuk karena obrolan di grup sampah yang biasanya merupakan satu-satunya grup anti-galau-nikah dari semua lingkaran pergaulan.
Jaman-jaman ini, rasanya buka semua sosmed postingan nomer satu adalah tentang starting a new family. Foto resepsi disana-sini, ibu-ibu muda membagikan resep masak dan aktivitas keluarganya, babies (BABIES, YAY!!), dalil-dalil mengenai keutamaan menikah. Those are sooo heartwarming. Seringkali aku terharu sendiri melihat postingan teman-teman yang penuh kebahagiaan, their gratefulness and their adventure in having a new life.
Tapi terus di grup-grup whatsapp, dan di status line, dan di facebook, dan literally di semua sosmed juga, yang belum menikah mulai teasing satu sama lain. Hayo kamu nikah kapan? Ya kamu aja duluan. Aduh iya nih kapan ya jodohku datang. Aduh kalo kaya gini gimana mau dapet jodoh yang baik? Ih liat deh dia istriable banget ya. Ga sekali dua kali. Kayak hampir semua hal ujung-ujungnya akan dikaitkan dengan: nikah.
As a single woman in mid 20th, people start to care about my personal love life. Oh bukan deng. My personal plan on when to marry. Yang ini aku ngerti, I am on my golden-reproduction-age. Kalo aku nikah di usia ini, aku kemungkinan akan bisa melahirkan bayi yang sehat dan gemas yang merupakan sumbangsih bagi dunia. Selain itu, dengan menikah, aku akan melengkapi setengah dari agamaku. Maka dari itu, ketika mereka tahu bahwa aku akan sekolah lagi selama kurang lebih empat tahun, mereka mulai khawatir dan bertanya-tanya: kamu mau nikah kapan pit kalo gitu? Even one of my friend ask this question when she knew I resigned on my job and plan a PhD, “what is going on your mind, pit? kenapa S3nya ga ntar aja sih kalo udah nikah?”
Karena banyakkk bgt yang nanyain, aku post jawaban disini gapapa ya. Jadi ntar ngejawabnya bisa tinggal share link hehehe.
1. Honey, on my PhD, I will simulate the galaxy formation! Listen, now people have a rough idea on how the galaxy is formed. Pembentukan galaksi masih merupakan teori. Selama 3 atau 4 tahunku nanti, aku akan memformulasikan teori-teori pembentukan galaksi ini dan mensimulasikannya dengan superkomputer. Hasil dari simulasi ini akan dicocokkan dengan data observasi yang tersedia. Sehingga, kita akan tau teori mana yang paling cocok dengan data dengan detail. Exact ingredients, duration and physical process needed on forming a galaxy will be known (hopefully). Have you ever wonder how this universe builds up? Cause I do, constantly. And the more I study cosmology, the bigger my curiosity is. Now. When I have an offer to do exactly what I want to do, do you think I will defer it for something that I don’t even know when will happen?
2. Aku percaya kalo rejeki, jodoh, maut sudah mutlak diatur oleh Allah. Bertanya dan ngegalauin “kapan aku nikah” menurutku sama aja dengan mempertanyakan “aku kapan mati”, which is pointless I think. Karena segalau apapun kita, toh kita tidak akan bisa mempercepat atau memperlambat. It will happen on the right time. The best that I can do, is preparing myself, being the best version of me. And I think taking a further education is a big step of being a better me. Jadi ya gitu, kalo aku ditanya kapan nikah? Aku juga ga tau. Aku serahin sama Allah.
3. Aku tau kalian khawatir kalo ntar aku nikahnya ditengah-tengah pas lagi S3, sekolah aku akan terganggu. But I have looked on the condition of my program and scholarship. Guess what, I got 20-days-off a year which I think is more than enough for family and personal matters, I even got 3-months-maternity leave! Jadi gapapa kok, I can handle it :)
4. Hmm banyak juga yang bilang, pit kamu ga takut cowo-cowo pada lari kalo kamu sekolahnya ketinggian? Atau. Jangan mikirin sekolah mulu ih kamu ntar ga nikah-nikah. Hmm. Kalian mikirnya emang sepanjang waktu aka baca jurnal dan belajar dan ga pernah sempet mikirin romance gitu ya? Ngga kok babes, I am just as cheesy and gooey as you are, or maybe less, I don’t know, but I am too, cheesy and gooey sometimes. Dan sejauh ini belom pada lari kok cowo-cowo kalo aku dateng, hehe (garing). Iya, aku juga udah mikir serius kok masalah romance ini, didoian aja ya :)
5. Darling, I know you are tired sometimes. We all are. Mid-life crisis they say? Starting to make a life on our own isn’t easy. Kerja pagi sampe malem padahal baru kemaren kita kongkow-kongkow di kampus bareng. Sekarang beli sabun aja mikir yang mana yang hemat padahal dulu segala peralatan dikirim dari rumah tinggal minta. Pertengahan bulan diajak hang out udah susah, udah menghitung hari buat gajian. In a certain point, we need an escape idea so we can live in more comfort, and I knew that marriage is your escape idea (no offense, ini buat temen-temen yang belum nikah). So you think, duh ingin nikah biar ada yang nafkahin. duh ingin nikah biar ada yang masakin, yang pijitin. Or when you feel lonely you think, enak kali ya nikah selalu ada temennya, bisa sharing ini itu. Now think again. Do you really want your marriage to be just “biar ada yang nafkahin, biar ada yang bantuin kalo cape, biar ada temen ngobrol, biar bisa mesra-mesraan berpahala?” You deserve more than that. You deserve a marriage that keep you happy and loved for your whole life, a best decision you ever take, a life that you love the most. So could you just stop all the teasing and joking about marriage, please? It trapped you in a tiny box thinking about marriage like that. If you’re tired and lonely, whisper your prayer to God instead, share it with your beloved friends, I am sure they will make you feel better :)
6. I know you are keen in completing your half deen, who doesn’t? Sebagai muslim, tentu kita ingin beribadah sebaik-baiknya. Tapi sudahkah kita mengerjakan setengah bagian yang bisa kita kerjakan sebaik-baiknya? Sebelum mulai mendambakan setengah bagian lain yang sekarang belum kita capai? It is like wanting another box of ice cream while we haven’t finish one, isn’t it?
I am not against nikah muda. Aku seneng banget bantuin temen-temen yang lagi preparing wedding, atau bantuin babysit, dateng ke kondangan tiap weekend. I do really happy for them. What concern me the most is you, temen-temen yang galau nungguin kapan jodohnya dateng. Yes single ladies (and gentlemen), you have that youth spirit and energy, let’s make the better world together (and not trapped on a personal matter).