Halo moms dads, kembali lagi dengan #seninbersamabuku dari Supermom’s Note. Kali ini pembahasan kita masih akan melanjutkan tentang kesalahan dalam pengasuhan. Sepertinya memang banyak ya yang perlu diperhatikan dalam bab pengasuhan ini sehingga orang tua bisa lebih optimal dalam prosesnya. Berikut ini beberapa hal yang ternyata merupakan kesalahan dalam pengasuha:
Contohnya, orang tua bilang akan membuang hp jika anak terlalu lama bermain hp padahal tidak mungkin juga hp tersebut dibuang.
Nah semakin sering ancaman kosong diberikan, sebenarnya semakin membuat nilai orang tua dihadapan anak semakin hancur. Hal itu juga menjurus pada kebohongan semata.
Mengancam itu sendiri sebetulnya perilaku yang tidak perlu. Perilaku mengancam tidak akan dilakukan jika orang tua membuat peraturan dalam keluarga yang disepakati dengan anak-anak. Selain itu, anak-anak bisa dibiasakan dengan briefing dan role play untuk menghadapi situasi yang bersifat insidental sehingga anak-anak tahu bagaimana menghadapi situasi yang akan datang.
Dibalik sikap orang tua menakut-nakuti ternyata tersimpan rasa malas, baik dalam bertindak maupun berpikir kreatif.
Contoh: Malas mengikuti anak mengeksplorasi kemampuannya, membuat ayah yang sedang asyik menonton bola lebih memilih meneriaki anaknya yang sedang memanjat kursi. “Awas, jangan manjat-manjat, nanti jatuh!”
Yang sebaiknya ayah lakukan yaitu meninggalkan tontonannya dan menemani anaknya memanjat sekaligus mengajarkan cara memanjat yang aman.
Anak yang dididik dengan ditakut-takuti akan tumbuh dengan rasa takut terhadap banyak hal.
Lemahnya kemampuan orang tua dalam membimbing anak, membuat orang tua cenderung tergesa-gesa dalam memberikan solusi pada setiap masalah anak. Misalnya, saat anak kesulitan pelajaran, orang tua segera memanggil guru les privat. Ketika anak mengeluh gurunya galak, orang tua bersegera menemui kepala sekolah.
Anak-anak sesungguhnya perlu dilatih untuk memecahkan masalahnya sendiri, terutama untuk hal-hal yang ia bisa melakukannya sendiri. Tentu saja, orang tua bisa sambil memberikan pengawasan saat anak berusaha memecahkan masalahnya sendiri.
Banyak perilaku tidak pantas, bermula sejak pertama kali perilaku tersebut muncul dan dibiarkan. Orang tua perlu menegur dengan tegas tanpa perlu marah berkepanjangan jika anak melakukan kesalahan. Kemudian, berikan apresiasi kepada anak jika anak menunjukkan perilaku untuk memperbaiki kesalahannya.
Contoh: Sibuk membangunkan anak pada hari sekolah karena takut terlambat tapi membiarkan anak bangun terlambat hingga lewat waktu shubuh saat hari libur.
Bagaimana orang tua bisa berhasil menjaga fitrah anak jika orang tua sendiri justru membelokkan cara pandang anak untuk hanya fokus pada dunia, dari memandang hidup sebagai jalan mencari bekal untuk akhirat nanti?
“Mendidik anak memang berat, karena itulah hadiahnya peluang surga. Jika tidak berat, mungkin hadiahnya hanya mini power bank.”
Demikian edisi #seninbersamabuku kali ini. Semoga bermanfaat. (ay)
📚Sumber: Fitriani, Okina. (2017). The Secret of Enlightening Parenting: Mengasuh Pribadi Tangguh, Menjadi Generasi Gemilang. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta
🌷SUPERMOM’s NOTE🌷
Edisi #seninbersamabuku 15 Oktober 2018
☘ Email : [email protected]
☘ Fanpage FB : https://web.facebook.com/supermomwannabefanpage/
☘ Twitter : https://twitter.com/supermom_w
☘ Instagram : https://www.instagram.com/supermom_w/
☘ Tumblr : http://supermomwannabee.tumblr.com/
☘ WhatsApp: +6281904714215
☘ Line: @qxb9368f (use @) Link: http://line.me/ti/p/%40qxb9368f