Es Teler dan Perpisahan
Selamat, kau masih menjadi momen terbaik dalam hidupku
Kita yang bertemu dari ketidaktahuan, lalu kembali ke tidak saling tahu
Menjalani hidup dengan berharap tidak saling jumpa lagi. Atau mungkin hanya kamu
Aku yang masih sesekali mengintip, menguntit, mengamati kebahagiaanmu sekarang
Sudah sejauh mana kau disenangkan oleh dia dan buah hatimu
Senyum tulusmu yang sudah semakin sempurna sejak kau menjalani hidup yang baru
Dari dasar hatiku pun masih menyesali perpisahan itu
Siapa sangka kalau peluk erat sore itu jadi jumpa terakhir kita
Mestinya aku memelukmu lebih erat, menenangkan rindumu dengan lebih niat
Dan mendoakan pertemuan kita kembali dengan lebih lekat
Tapi takdir rupanya berkata lain, bahagiamu ternyata bukan di sini, aku pun
Tapi tenang, aku masih di sini, masih orang yang sama
Masih orang yang dulu menemanimu mencari es teler terenak di kota saat siang hari bolong
Orang yang dulu menggerutu di motor ketika memboncengmu mencari sarapan
Tapi aku juga tetap mengusahakan hidup yang lebih baik, untukku, yang harus hidup tanpamu
Terima kasih ya, cengeng.







