Miki dan Ketakutan Menjadi Salah yang Lain
Belakangan, saya mendengar narasi bahwa tukar guling antara Alexis Sanchez dan Henrikh "Miki" Mkhitaryan, akan menimbulkan suatu penyesalan baru bagi Jose Mourinho. Tentunya bukan penyesalan merekrut Sanchez. Melainkan "pengusiran" terhadap Miki yang akan menjadi penyesalan part 3 oleh Mourinho. Seperti halnya penyesalan terhadap Mohammed Salah dan Kevin de Bruyne. Mourinho belum mengakui sih, orang-orang aja yang kepedean.
Situasi Miki ini sebenarnya lebih mirip ke situasi Salah, daripada KdB.
Mourinho tak lagi memberi kesempatan pada Miki. Sama halnya ketika Mou tak memberi kesempatan kepada Salah untuk membuktikan.
Salah datang ke Chelsea (waktu itu dilatih Mourinho) tahun 2014 dari Basel. Tak kunjung mendapat kesempatan, ia hijrah ke Fiorentina lalu Roma.
Lain halnya dengan KdB. Mourinho menganggapnya sebagai pemain yang malas. Juga dengan perangainya yang bengal yang tersembunyi di balik wajahnya yang imut nan alim. Surprise.
Namun keduanya kini gemilang, Salah untuk Liverpool, KdB untuk Manchester City.
Miki yang beberapa jam lagi akan diresmikan Arsenal, juga ditakutkan akan menjadi seperti Salah dan KdB. Fans khawatir Miki akan berubah menjadi pemain yang spektakuler di Arsenal dan menjadi penyesalan yang kesekian bagi Mou.
Miki sangat mungkin menjadi pemain hebat di Arsenal. Miki adalah team-player, yang mana akan sangat cocok dengan gaya bermain pass and move a la Arsenal. Lalu penyesalan apa yang akan menghinggapi Mou?
Sebentar.
Miki, musim lalu sudah pernah di-drop dari tim inti. Namun dia kembali dengan lebih kuat istilah kerennya, comeback stronger, hasilnya dia membawa United juara Europa League 2017. Bahkan Miki mencetak gol-gol penting termasuk gol yang memastikan kemenangan di final lawan Ajax.
Miki memulai musim baru 2017/18 dengan gemilang. Lima assist dalam 4 pertandingan awal di liga. Namun performanya menurun setelah itu, hingga sekarang.
Mourinho bukannya tak memberi kesempatan kedua. Namun sepertinya kita semua sudah tahu hasilnya. Miki bermain buruk.
Bagi para penggemar United, apakah kalian lihat permainan Miki akhir-akhir ini? Contohnya lawan Southampton di kandang. Miki berkali-kali membuang peluang ketika masuk area lapangan lawan. Entah salah umpan, atau crossingnya jelek. Dan masih banyak lagi di pertandingan lain.
Musim lalu, hampir dengan kondisi yang sama, Miki bisa bangkit.
Tapi, situasi jadi kian sulit ketika United butuh Miki, sedangkan Miki seperti tidak mampu, tiba-tiba ada salah satu pemain kelas dunia berstatus available bernama Alexis Sanchez, tanpa ragu Mourinho langsung nembung ke orang tua Sanchez, yakni Arsene Wenger. Posisi Miki sudah tersingkirkan ketika Mou meminati Sanchez. Entah beruntung atau sial buat Miki, dia diminati Wenger di saat yang bersamaan. Wenger minta barter kedua pemain.
Kembali ke rumusan masalah, apa yang akan disesali Mourinho apabila Miki ternyata bermain segemilang Salah dan KdB, untuk Arsenal nanti?
Tidak ada.
Tidak ada yang perlu disesali. Mourinho sudah mau balen dengan Miki. Namun Miki mengecewakannya lagi. Kini Mourinho telah menemukan Sanchez.
Lalu mengapa orang-orang menganggap Mou akan menyesal? Menurut saya, itu hanyalah narasi yang coba dibangun untuk seolah-olah tukar pemain ini berharga sama. Padahal, kalau kita obyektif (bukan fan MU atau Arsenal), sepertinya akan menganggap Sanchez lebih baik. Dan United menang atas Arsenal karena bisa dapat Sanchez "hanya" dengan menukar Miki.
Tidak keluarnya potensi Miki di tangan Mou, seperti halnya Salah dan KdB, bukan sepenuhnya salah Mourinho.
Jika hanya beranggapan ini salah Mourinho, salah di mananya? Gaya main Mourinho? Dengan gaya main Mourinho, Miki jadi nominasi pemain terbaik Europa League musim lalu lho.
Lagipula, apabila benar yang bermasalah adalah cara mainnya, tidak akan mungkin seorang Jose Mourinho mau mengubah cara bermainnya demi mengakomodasi Mkhitaryan seorang. No player is bigger than Mourinho.
Andai ada yang protes, Mou mungkin akan menjawab, "lha kowe ki sopo?"
Hubungan antarpersonal yang kurang harmonis? Tidak juga. Karena apabila sudah tak harmonis di awal, pasti langsung ditendang. Miki pun mengakui masalahnya murni tentang teknis.
Lagi, soal ketidakmampuan mengeluarkan kemampuan terbaik. Kita ingat Diego Forlan yang tidak bersinar di bawah Sir Alex Ferguson. Apakah itu kekurangan Fergie sebagai pelatih? Tidak juga. Forlan pemain bagus. Hanya tidak cocok dengan gaya Fergie. Begitu pula Pep Guardiola yang tidak bisa memaksimalkan peran Zlatan Ibrahimovic. Mungkin Miki juga begitu.
Potensi Miki untuk bersinar di Arsenal semakin kuat, apabila Arsenal jadi merekrut rekan Miki di Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang. Ngomong-ngomong soal Dortmund, sepertinya pemain asal Dortmund tidak ditakdirkan untuk cocok main di United.
Saya sendiri sebagai pendukung United, akan baik-baik saja, bahkan senang ketika melihat nanti Miki bisa bermain hebat lagi sebagaimana mestinya seorang Henrikh Mkhitaryan.
Good luck, Miki. Thanks for those Europa League final goal.













