Memaknai #GrudukJakarta
Akhir-akhir ini sedang ramai berita tentang #GrudukJakarta di media. Untuk yang belum mengetahui, aksi #GrudukJakarta ini adalah aksi dari Bonekmania, suporter Persebaya 1927. Aksi ini bertujuan untuk berdemonstrasi meminta PSSI mencabut pembekuan status Persebaya 1927.
Persebaya 1927 sendiri dibekukan (dilarang berkompetisi) oleh PSSI karena sempat mengikuti liga tak resmi yakni IPL. Sampai sekarang status pembekuannya belum dicabut, bersama Persibo Bojonegoro dan Persema Malang.
Aksi #GrudukJakarta ini memang luar biasa. Ada beberapa Bonek yang berangkat dari Surabaya naik truk secara estafet. Ada pula anak kelas 6 SD yang ikut berangkat ke Jakarta bermodalkan uang saku 50 ribu rupiah demi melihat tim kesayangannya kembali bermain.
Joshua Suherman, salah satu selebritis yang juga anggota Bonek juga turut membantu acara ini dengan melelang jersey Persebaya 1927 miliknya untuk kemudian hasilnya disumbangkan kepada Bonek yang melakukan aksi #GrudukJakarta.
Bentuk solidaritas lain adalah beberapa suporter yang daerahnya dilewati Bonek, menyediakan posko untuk Bonek bisa beristirahat.
Lalu pertanyaan yang sering muncul, sepenting apakah aksi #GrudukJakarta hingga mereka rela membuang waktu, tenaga, hingga uang, hanya untuk mendemo PSSI?
Saya tidak bisa menjelaskan. Bahkan jika tim kebanggaan saya diperlakukan seperti itu oleh PSSI, saya mungkin tidak akan ikut berdemo ke Jakarta.
Kecintaan saya terhadap tim lokal baru sebatas mendukung ketika bermain di luar kota, itu pun yang dekat-dekat saja. Level saya belum setara dengan para Bonek yang melakukan #GrudukJakarta itu.
Tapi yang pasti, klub sepak bola lokal adalah salah satu identitas kota/kabupaten masing-masing. Berawal dari kecintaan akan sepak bola. Lalu seperti tidak puas ketika hanya nonton lewat layar kaca.
Klub sepak bola lokal adalah pelarian karena mereka bisa kita saksikan secara ‘nyata’ di stadion. Juga pelarian setelah penatnya beraktifitas sepanjang hari. Menonton sepak bola langsung di stadion adalah salah satu bentuk melepas lelah.
Kadang orang berfikir, buat apa mendukung, membuang-buang uang dan waktu hanya untuk menonton tim lokal yang tidak jelas prestasinya.
Lagi-lagi saya tidak bisa menjelaskan, terutama kepada mereka yang tidak pernah menonton sepak bola secara langsung di stadion. Kepada mereka yang tidak punya klub lokal untuk didukung.
Andai saya bilang, rasanya luar biasa ketika mendukung tim bermain di luar kota pun mereka tak akan mengerti. Bagaimana asyiknya bertemu orang satu tujuan dengan kita, di tempat asing. Bahkan saling pinjam korek pun terasa luar biasa ketika kita sedang berada di kota orang untuk mendukung tim lokal asal daerah kita bertanding.
Mereka yang mengerti adalah mereka yang pernah merasakan menonton sepak bola langsung di stadion dan mendukung tim asal daerah mereka, bertanding.
Jadi, kembali ke awal, saya memberikan apresiasi dan respek yang sebesar-besarnya buat Bonek yang berangkat ke Jakarta demi aksi #GrudukJakarta. Semoga aksi kalian sukses, dan bisa melihat Persebaya kalian berkompetisi kembali.
Salam dari saya, pendukung PSIS Semarang.












