˖⁺‧₊˚ sukeve in beale's eels ˚₊‧⁺˖





#interview with the vampire#iwtv#the vampire armand#assad zaman
seen from China
seen from Brazil
seen from Ireland
seen from Australia
seen from Russia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from Canada
seen from Pakistan
seen from China
seen from T1
seen from United States
seen from T1
seen from United States
seen from Czechia
seen from Brazil
seen from China
seen from United States
seen from United States
˖⁺‧₊˚ sukeve in beale's eels ˚₊‧⁺˖
Ujian bagi laki-laki adalah wanita, dan ujian bagi wanita adalah harta.
Sering ngga sih menemukan perempuan yang suka belanja pakaian, tas, sepatu, skincare, perhiasan, atau sekedar jajan pinggiran jalan? Bahkan mungkin ini ditemukan pada mayoritas perempuan atau kamu termasuk salah satunya? Jika iya tak perlu heran karena ternyata memang hal itu termasuk ujian bagi para perempuan. Mungkin di telinga kita lebih sering mendengar ujian bagi laki-laki namun kita sendiri sebagai perempuan tidak tahu apa yang menjadi ujian bagi perempuan. Iya, harta. Harta itu banyak wujudnya. Entah dalam bentuk uang ataupun bermacam-macam barang. Setelah tahu jadi tidak heran, bukan?
Jika kamu telah menjadi istri yang banyak menghabiskan waktu di rumah saja tanpa pekerjaan sampingan setelah sebelumnya ketika single kamu adalah perempuan yang banyak menghabiskan waktu di luar rumah untuk bekerja dan bersosialisasi maka akan terasa berat. Yang mana sebelumnya kamu memiliki pendapatan tetap setiap bulannya namun setelah menikah menjadi berbeda. Kondisi seperti ini tidak bisa disama ratakan karena akan berbeda di setiap rumah tangga.
Ujian masing-masing rumah tangga di awal pernikahan juga beragam. Salah satunya adalah ujian keuangan atau finansial keluarga. Barangkali suamimu masih berjuang dalam mencukupi kebutuhan hidupmu, tak mengapa. Selama ia masih berjuang dan bertanggung jawab menghidupimu maka bersyukurlah karena memang demikian lelaki yang dibutuhkan dalam rumah tangga. Bukan ia yang memiliki pekerjaan dan gaji tetap tapi ia yang bertanggung jawab dalam memaksimalkan perannya. Jika kamu dihadapkan dengan kondisi ini, bersabarlah. Saling mendukung dan menemani setiap proses yang sedang diupayakan.
Setiap keluarga pasti memiliki cerita perjuangannya masing-masing. Setiap keluarga juga telah tertakar dan terukur rejekinya. Tak perlu khawatir. Sebagai istri dan ibu, tanpa bekerja pun ia memiliki jatah rejekinya. Jika rejeki hanya dirasakan bagi mereka yang bekerja maka tidak akan berlaku bagi ibu rumah tangga. Namun, tidak demikan konsep rejeki. Ia berupa banyak hal di sekitar kita. Mampu belanja mingguan juga merupakan rejeki, bukan?
Tak mengapa jika harus menahan banyak hal yang sebelumnya mudah kamu dapatkan. Hal-hal yang disebutkan di atas misalnya. Keinginan untuk berbelanja banyak hal. Dengan taat pada Allah dan suami, atas izin Allah rejeki di sekitarmu akan membawa keberkahan padamu dan keluarga. InsyaaAllah.
Bersabarlah, karena memang demikian ujianmu wahai wanita!
Kamu akan diuji atas hal yang kamu senangi. Bahwasanya harta adalah ujian bagi wanita.