".. Jadi kamu salah menilai ku." Beberapa hari yg lalu seorang kawan bercerita tentang ibu nya yang menurutnya salah menilai dirinya. Dia bilang kalau ibu nya selalu curiga dan berprasangka yang tidak - tidak ke dia (bisa di bilang negative thinking). Susah memang jika ibu (orang tua) berprasangka yang tidak - tidak ke anak. Ini artinnya orang tua 'kurang percaya' dengan anak. Malam itu aku tiba - tiba menjadi sosok yang bijak dengan mengatakan kata - kata ala orang yang paling mengerti hal di dunia. "...ibuk kan sudah banyak pengalaman. Sudah mengalami ini itu yg kita mungkin belum pernah ngalamin. Memang ada hal yg menurut kita gak masuk akal. Tapi menurut yg lain itu hal yg realistis. Kalau memang kamu gak setuju dgn penilaian ibuk, coba deh km buktikan klo penilaian ibuk itu gak realistis. Bukti tindakan secara real yg bisa merubah penilaian seseorang. Orang tua itu memang gitu, kita harus lebih banyak mengerti mereka. Apa yg mereka lakukan ke kita itu kebanyakan karena pengalaman masa lalu nya. Mereka hanya gak mau kita jatuh di lubang yg mereka jatuh. Dan gak mau kita terluka seperti luka yg mereka punya. Semua gak ada maksud lain selain buat kebaikan kita. Mereka pengen yg terbaik buat kita Karena mereka sangat sayang dan cinta ke kita, mereka melakukan segala hal untuk itu. Termasuk mencegah hal buruk terjadi ke kita." ---------------------------------------------------------------------------------------- Okay, hari ini aku mengucapkan hal yang serupa ke seorang kawan itu ".. Jadi kamu salah menilai ku." Perkara menilai orang itu tidak mudah, kadang apa yang terlihat di luar tidak sama dengan yg di dalam. Bahkan, yang sudah kenal lama pun tidak selalu bisa menilai dengan tepat. Butuh keahlian memperhatikan untuk bisa menilai orang limit tepat. Butuh Interaksi langsung dan tak langsung untuk bisa menjadi penilai ulung. Dan yang pasti tidak di butuhkan 'baper' dalam jadi penilai yg jitu. Jadi kawan... Butuh banyak belajar dan membaca lagi untuk bisa jadi penilai yg mahir. 😉😉