Bijak Memilih : Pemilu 2024
Siapakah disini yang merasa Pemilu 2019 rasanya kok belum lama tapi sudah mau pemilu lagi? Pemilu 2019 bener bener ngebawa Indonesia ke perasaan begah terhadap perpolitikan dan pemerintahan di Indonesia. Pasti banyak yang muak liat perselisihan debat sana sini, bahkan sampai ribut ke whatsapp group keluarga. Hal ini bahayanya menjadikan para pemuda pemudi di Indonesia mengalami fatigue atau gumoh di pemilu 2024. "Loh kenapa bahaya sih? Kan tinggal golput?" Golput memang menjadi bagian dari pilihan. Tetapi golput sendiri harusnya menjadi pilihan terakhir di bahkan setelah memilih "lesser evil" di antara para kandidat. Jadi apa bahayanya kejenuhan terhadap Pemilu 2024?
Mengutip dari John F Kennedy, “The ignorance of one voter in a democracy impairs the security of all.”
Kita: rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia, memegang satu hak memilih dengan nilai yang sama tanpa pengecualian apapun dengan rakyat lainnya. Hal itu berarti tak melihat apakah kita Jawa atau Papua, besar atau kecil, kaya atau miskin, pejabat atau bukan, nilai kita dan satu sama lain merupakan sama. Maka dari itu satu suara dapat mengubah masa depan Bangsa kita. Terlebih lagi, saat ini mayoritas pemilih adalah anak muda. 107 juta orang atau 55% voters di Pemilu 2024 dikategorikan anak muda.
Selain dari itu kita semua pasti pernah dengar bagaimana di area area rural community di Indonesia banyak praktik praktik suap menyuap untuk memilih. Hal ini menjadikan kekayaan sebagai taktik utama dibandingkan membangun program program yang memajukan bangsa. Percayalah bahwasanya saya sudah keliling ke puluhan kota atau desa dan memastikan bahwa hal itu benar terjadi. Jika hal itu terjadi dan pasti terjadi, persentase pemuda yang bukan segmentasi penyuapan menjadi persentase yang sangat amat vital di Pemilu 2024 nanti. Pertanyaannya: Sudah siapkah kamu memilih?
Nah pada kesempatan kali ini saya mau menyampaikan endorsement saya yang jujur datang dari hati ini. Bukan endorse atau sponsor tentang salah satu calon Presiden melainkan tentang satu platform yang dapat membantu kita bijak dalam memilih. Platform tersebut adalah https://www.bijakmemilih.id/ yang sangat berharga untuk membantu kita memahami faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam Pemilu 2024 nanti.
Menurut bijak memilih ada beberapa isu strategis yang dapat dikaji oleh kita sebagai pemilih :
Krisis Iklim Kita yang langsung bersentuhan dengan usaha budidaya perikanan tentunya sangat merasakan dampak dari iklim ini. Belum lagi transisi energi yang sering diganyangkan tidak berbanding lurus dengan penanganan ekploitasi ekosistem kita.
Hak Sipil dan Pemberantasan Korupsi Hak kebebasan berpendapat yang terasa mulai terkikis hingga permasalahan HAM yang bukannya selesai tapi makin menumpuk menjadi PR bagi calon pemimpin kita nanti. Belum lagi bicara korupsi yang makin lama pemberantasannya justru semakin dilemahkan.
Lapangan Pekerjaan
Hak Minoritas
Pendidikan
Kesehatan
Lalu masih banyak isu isu lain yang bisa jadi bersinggungan dengan kita. Melalui platform Bijak Memilih kita dapat membaca terkait isu isu strategis yang ada, memantau event event terkait Pemilu 2024, diskusi forum online, dan harapannya bisa memantau terkait program dan janji para calon nanti agar memudahkan kita untuk Bijak Memilih.
Diri saya yang naif dan lugu 5 tahun lalu mungkin akan tertawa melihat tulisan ini. Karena dulu saya bagian dari rakyat negara yang acuh terhadap Pemilu. Sok edgy memang saya teh. Setiap Pemilu apalagi DPR saya coblos yang mukanya paling meyakinkan. Buat Capres tentunya golput. Tetapi saya sadar betapa vitalnya memilih wakil wakil kami yang duduk di kursi kepemimpinan itu. Sudah terlalu banyak bad experience yang kita alami sehingga kita perlu perjuangkan yang terbaik untuk menang. Yuk kita jadi pemilih yang bijak. Mulai melihat program dan visinya bukan dari wajahnya. Mulai melihat ambisi dan komitmennya bukan dari partainya. Mulai melihat potensinya bukan popularitasnya.
Semoga Pemilu 2024 menjadi Pemilu yang baik bagi bangsa. Aamiin.


















