Perjalanan dari tanggal 09 ke 10
Semalem rasanya udah panjang banget. Malam terasa panjang karena ga bisa tidur, pengen bangun tapi mau ngapain, ngantuk banget tapi ga bisa tidur karena…. itulah…
Antara sadar dan ga sadar, yang terlihat hanyalah samar - samar lampu kamar. Begini kali ya namanya tidur ayam, tidur tapi bangun, bangun tapi tertidur. Jadinya bangun tidur malah sakit semua. Tidur tapi serasa ga tidur.
Antara pengen cepet pagi, tapi ga pengen cepet pagi juga. Karena menyadari bahwa keesokan harinya aku masih sendiri (di kantor maksudnya, soalnya ditinggal cuti masihan.. hahaha) dan lengkap sudah hari ini seruangan cuma aku sendiri. Pada cuti, pada tugas keluar kantor.
Pada kondisi seperti ini, yang terbayang dari rumah adalah masa - masa kelam 2014 dan 2016 dulu. hahaha. Masa - masa ditinggal cuti, dimana pas badan sakit semua tapi harus mondar - mandir kesana sini. Pengen cuti sehariii saja, tapi apa daya. Diriku tidak bisa diduplikat jadi dua. Ga ada yang jaga gawang. Kemudian teringat sarapan yang tak termakan, makan siang yang jadi makan sore, makan malam yang entahlah seadanya di jalan apa atau kadang malah ga makan tapi langsung tidur karena kecapekan. Apa itu ya yang bikin diriku dulu semakin mengecil, bukan kurus tapi mengecil. Karena aslinya aku udah kurus kok. Hahahaha. Sekarang.. juga kurus kok (kayaknya).
Dan hari ini semua itu terulang kembali. Ga sih, cuman kerjaan yang terbengkalai dan kaki yang semakin mondar - mandir kesana kemari karena ngurusi dua meja sekaligus. Dua meja, dua kerjaan. Dan kemarin rekor dalam waktu tiga jam sudah naik turun tangga sebanyak 7 kali,…sengkleh kakiku. Itu pagi saja, belum siang sama sorenya. Dalam sehari kemarin kalau naik gunung sudah berhasil naik turun bukit cintanya semeru dua kali kayaknya. Dua kali tapi turunnya bisa plorotan, la ini turunnya ga bisa plorotan.
Memang ya, ada hari - hari dimana kita bisa bernostalgia akan masa lalu. Sepahit dan segetir apapun itu, seperti terulang (lagi). Nostalgia yang manis juga boleh. Tapi kebetulan ini yang terlintas bukan kenangan yang manis. Tapi hari ini masih bisa tersenyum manis kok. :) hehehehe
Dan parahnya saya yang kadang pelupa juga masih suka kambuh. Seperti keasyikan nulis ini padahal dibawah tadi ada tamu yang nunggu saya. Sampai akhirnya telfonku bunyi lagi, bikin inget kalau ada yang nunggu dibawah. hahaha. pancet aja, daridulu ga berubah.
Surabaya, 10 Pebruari 2017