You make me happy and talking to you makes me happy. You smell good and holding your hand is the most comfortable thing imaginable. I'm totally in lesbians with you.
seen from Türkiye

seen from Japan
seen from Japan

seen from Malaysia

seen from Japan
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China

seen from Italy

seen from Greece

seen from Japan

seen from Malaysia
seen from Italy

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Ireland

seen from Türkiye

seen from Italy
seen from Czechia
You make me happy and talking to you makes me happy. You smell good and holding your hand is the most comfortable thing imaginable. I'm totally in lesbians with you.
Aku menarik nafas dalam-dalam sebelum memulai menulis ini. Meyakinkan hatiku bahwa apa yang aku tulis ini tidak salah dan tidak akan merugikan orang lain. Tulisan ini hanya sedikit cerita yang tidak terungkapkan dan sedikit opiniku yang selama ini tersimpan. Sebentar lagi pergantian tahun, aku tidak ingin opini ini hanya mengendap di pikiranku dan menjadi sedimen yang akan menumpuk semakin lama semakin tebal.
9 bulan yang lalu -Aku bahkan masih mengingat tanggal serta menitnya- Ya, bagaimana aku bisa lupa hari itu padahal itu hari terpenting dalam hidupku. Tanggal itu untuk pertama kalinya aku menghirup oksigen di bumi ini. Pada tanggal itu semua orang mengingatkanku dengan ucapan ‘selamat ulang tahun’ ‘semoga panjang umur’ ‘sehat selalu ya’ dan berbagai kalimat-kalimat sejenisnya. Hari itu usiaku bertambah satu tahun.
9 bulan yang lalu adalah hari penting bagi hidupku. 17 tahun adalah umur yang dianggap dewasa di negara ini. Saat berumur 17 tahun biasanya gadis-gadis seusiaku merayakan ulang tahunnya dengan bahagia bersama orang-orang terdekatnya. Aku pun juga begitu. Jumat itu libur nasional dan aku beruntung karena bisa merayakan ulang tahunku dari pagi bersama orangtuaku.
Tapi bukan itu yang membuatku merasa bahwa ulang tahunku pada tahun ini berbeda.
Masih pukul 10 malam waktu Indonesia saat itu. Aku masih mengingatnya saat kau -seperti biasa- mengirimiku pesan singkat. Pesan-pesan singkat yang selalu aku tunggu setiap malam setelah kau pulang. Di tempatmu saat itu sudah pukul 12 malam, sudah bukan tanggal 28 lagi. Artinya di sana umurku sudah resmi bertambah satu tahun.
Kita - yang aku anggap baik-baik saja saat itu- akhirnya berakhir. Dua jam sebelum umurku genap 17 di tempatku tapi sudah resmi 17 di tempatmu. Aku yang berharap akan memiliki seseorang yang bisa menjadi tempat berbagi pada hari itu, akhirnya sendiri. Ah, faktanya aku memang berbagi dengan orang tuaku. Dengan ayah dan mama. Hari itu memang mama mencium kedua pipiku seperti saat kanak-kanak dulu.
Kau tahu apa yang aku rasakan pada hari itu? Tentu tidak tahu. Hanya aku yang merasakannya karena akulah pemilik perasaan ini. Untuk pertama kalinya aku mengerti apa yang dinamakan patah hati itu. Haha... Aku selalu tertawa saat mengatakan aku patah hati. Patah itu sepertinya hanya aku dengar di sinetron dan drama di TV. Tidak pernah berpikir bahwa rasanya benar-benar akan membuatku menepuk dadaku sendiri untuk menghilangkan rasa sakit yang ditimbulkannya. Tapi berkali-kali pun aku menepuk dadaku pada hari itu, aku tetap masih merasakan sakitnya.
Aku berbohong pada diriku sendiri dengan mengatakan “Aku masih 17 tahun. Tidak perlu depresi atau gila hanya karena satu orang. Banyak orang lain di luar sana,”
Aku memang tidak berusaha melupakanmu secara langsung. Aku bahkan tetap stalking akun sosial mediamu yang sudah tidak lagi terkait dengan akunku. Kau mungkin sudah lebih dahulu melupakanku dengan cepat. Tapi, kenapa dengan jarak yang ada di antara kita, aku tidak juga bisa menghilangkan namamu dalam pikiranku?
Aku dan kau sudah seperti dua orang yang tidak saling kenal saat ini. Aku hidup dengan jalanku sendiri, masih dengan obsesi dan cita-citaku yang sama. Aku yang semakin egois dengan nilai-nilaiku di sekolah. Aku yang ingin selalu menjadi yang terbaik di sekolahku hanya untuk bisa melanjutkan sekolah di sana. Tidak lagi memperdulikan orang lain, hanya untuk bisa berada di tempatmu. Aku berubah di dalam tubuh yang sama dan kehilangan sumbu rotasi dan revolusi awalku.
Kau juga hidup dengan jalanmu. Tidak memikirkanku lagi, tidak mengingatku lagi. Aku tidak tahu apa yang kau lakukan lagi selain itu. Ah, kau juga masih aktif dengan kegiatan olahraga -sepakbola dan basket- dan musik. Itu yang aku tahu dari hasil menguntitku.
Dan hari ini 9 bulan setelah hari itu.
Hujan turun dengan deras sejak pagi tadi. Ini adalah bulan terakhir di tahun 2013 yang penuh warna bagiku. Mungkin langit ingin aku melupakanmu dan membuang segala semangat dan cita-citaku untuk bisa berada di tempatmu. Mungkin langit tidak ingin aku bertemu denganmu. Mungkin, tapi aku harap tidak begitu.
Tapi, kau tahu mungkin akulah orang paling egois di dunia ini. Aku pernah bertekad untuk bisa bertemu denganmu suatu saat ini. Seperti kalimat yang pernah aku ucapkan bahwa akulah akan menemuimu.
Aku tidak tahu kapan aku akan berada di sana. Yang paling penting aku tidak tahu apakah kita bisa bertemu pada saat itu. Namun dengan semua hal yang aku sukai sebagai fangirl yang sepertinya sudah mendarah daging dalam tubuh ini, aku tidak mungkin bisa melupakan cita-citaku untuk berada di sana. Ditambah lagi dengan keinginanku yang semakin kuat untuk melanjutkan sekolahku ke jurusan bahasa yang kau gunakan setiap hari.
Bersama mereka yang aku kagumi, aku mengingatmu sebagai orang yang pernah membuatku bahagia. Bersama mereka yang aku kagumi, aku mulai bisa melepas sedikit demi sedikit keegoisanku tentangmu. Bersama mereka yang aku kagumi, aku tahu aku bisa iklas dengan semua ini.
Dan bersama mereka yang aku kagumi, aku yakin aku bisa sampai di sana tanpa bayang-bayang cerita kau dan aku yang pernah menjadi kita.
Saat aku sudah berada di sana nanti, jika suatu hari kita bertemu, aku harap Allah akan memberikan petunjuk padaku tentang perasaan yang akan aku lepaskan ini. Karena saat ini aku percaya, Allah-lah yang menggariskan semua ini.
Dan jika kau ingin mencoba untuk menjadi kita lagi, cobalah karena kau tahu aku tidak pernah membencimu sama sekali. Aku meminta maaf karena mungkin telah membuang-buang waktumu saja saat masih ada kita.
Thanks.
(12.29.13.)
reflecting on 2013
it's really crazy for me to think about it all. not much happened, but at the same time, a lot did happen. never in my life, did i think i'd become friends with the two people that really helped me defeat some tough shit in my life. in 2011, if you'd told me that this whole photo ordeal would've turned into what it is now, or that i would be lucky enough to become close with those two people, i would've laughed in your face. it's really hard for me to even grasp the fact that all of this is even real -- my dreams are coming true and it's all because of those two people that i discovered on youtube four years ago. if it weren't for them, or this band, either of them, i don't even know if i'd still be here today.
Do not edit. Do not remove logo Cr: code black
12.29.13
Venice
Close up.
Happy Birthday dear Gilda! Mom turned #78 on Sunday #122913
#SpecialK #122913
12/29 + 12/30
Sun: Didn't do much at all. Fuck, I don't even think I did anything worth writing about. Oh yeah, i remember what I did during the day. Video editing then DVD production and label creating and dvd packaging after. Watched AHS.
Mon: Woke up, ate. Hmm, talked to sarah and bambao throughout the day. Drove to fedex to get something shipped to one of my dad's old boss, nick. Whipped my dad's new van for the first time today. It's really nice, I feel fucking powerful in that van. But I wish it were a truck instead. Home, temple for dinner. Ended up staying there for like 4 hours, doing nothing.. So I just slept instead. Now I'm just chlling at h00meee. Talking to tracy and being made fun of on twitter by ashley and thy cause they screenshotted one of my snaps of me when I had braces. T_T. Fucking bambao makes me want mochi icecream now. Thanks... T_T.