Tak apa ya, kupinjam namamu, Untuk kuselipkan dalam doa? Maaf kalau kau terusik Karena terlalu sering kusebut namamu Dalam doa-doaku. Hanya semesta yang tau Betapa seringnya hati ini pilu Karena diri ini bukanlah satu-satunya yang selalu menyebut namamu dalam doa. Biarlah, biar itu jadi urusan aku dan hatiku. Untukmu, Terima kasih telah menyematkan harapan dalam benak ini Bahwa di dunia ini masih ada orang sepertimu.

















