Saat gelap menemukan titik terang baru, mungkin sudah saatnya aku melangkah maju.
Maju dari apa yang telah meninggalkan, dan membukakan tangan untuk setiap kesempatan. Maju menjadi sosok yang dapat membanggakan, untuk setiap insan yang menyayang.
Ada rasa berbeda yang menghampiri, saat wajah baru ini kupandangi. Entah karena senyumnya yang manis, atau karena perasaan baru ini yang membuat meringis.
Meringis terkagum oleh setiap tatap tajamnya. Terbuat dari apa dia dalam benak ku bertanya-tanya?
Meski baru pertama ku berkesempatan untuk berbicara berdua, entah mengapa terasa sekali berbeda, antara aku dan dia.
Dia terlalu sempurna dan aku tak kuasa untuk membelenggu, setiap tatapnya hanya akan membuatku membatu-bisu.
Ingin sekali ku memandanginya lebih lama, tapi tak kuasa walau hanya untuk sekedar menyapa.