[Bahagialah saja bila iya. ] . . Apa yang paling dirindukan? Suara adzan yang biasa didengar lima kali dalam sehari. Semacam panggilan cinta dari sang pencipta untuk membuat jeda dari segala kesibukan dunia. Disana, kita bisa tumpahkan segala asa. Lalu duduk lama di tempat paling mulia sambil mendengar banyak petuah kehidupan: Taman surga. Begitu orang memanggilnya. Disana, ketenangan berbuah kebahagiaan nyata adanya. Disana, keberkahan dalam kehidupan menjadi sebuah keniscayaan. . . Ya, bila suatu ketika hati terasa kering atau mungkin hampa adanya, atau ketika hidup seperti tak adil rasanya dan masalah datang bertubi-tubi tiada hentinya, sejatinya nurani kita tengah meminta kembali. Memenuhi panggilannya, menemuinya. Kita melangkah terlalu jauh, bukan? Sedang jiwa kita tengah rindu. Rindu dekat denganNya. Rindu mengucap segala harap. Rindu menunpahkan segala rasa. Hei, bukankah kita pernah merasa Allah begitu dekat? Dan Allah selalu dekat. Selalu lekat. Lebih dekat dari urat nadi. Aih, mungkin kita lupa bahwa rindu pertanda cinta. Ternyata kita sudah mulai cinta. Bahagialah saja bila iya. . . . @alfisasmita @alfii.sasmita © alfisasmita.tumblr.com/ . . . #TantanganMenulisSeptember #14HariMenulis #14HariMenulis03 https://www.instagram.com/p/B190pQGhOYG/?igshid=2438n080kik4






