Didn’t get this posted yesterday. #day92 #margaretmead #anthropologist #the100dayproject #100dayproject #100daysofinfluentialwomen #234of365 #drawingeveryday #365daysofdrawing #postitnoteart #shero #drawing #artist
seen from Azerbaijan
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Yemen
seen from France
seen from Philippines
seen from China

seen from Norway

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Japan

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
Didn’t get this posted yesterday. #day92 #margaretmead #anthropologist #the100dayproject #100dayproject #100daysofinfluentialwomen #234of365 #drawingeveryday #365daysofdrawing #postitnoteart #shero #drawing #artist
I think this is about done. I will work on cleaning it up tomorrow, and try to get a good scan. #wonderwoman #galgadot #fanart #dc #drawingeveryday #234of365 #drawing #pencil #artistsofmpc #mpcartworks #hairisabitchtodraw
#234of365 siomai lab por yu https://www.instagram.com/p/ChkES_7PAeD2UjYxMXR1IAj8un3vPTYXChLAQU0/?igshid=NGJjMDIxMWI=
#234of365 salamat sa special delivery, @ronehmer https://www.instagram.com/p/CS4PbqzhvQ7/?utm_medium=tumblr
Berrylicious #mocktails #celebratelife #234of365 (at Sushi and Grill) https://www.instagram.com/p/B1dlMibh57v/?igshid=a5v654jncye0
So Good, Mica Paris #234of365 #234of365days #365daysofmusic #onerecordaday #sogood #micaparis #vinyl #vinylcollection #shotoniphone #shotoniohonex #backtoblack #musiconvinyl #peggyrecordsourense https://www.instagram.com/p/BsnulUjlQUB/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=xq3ofro4rh3r
Tatay's comfort is the best. #234of365 #cutiemarcie
[Kali Kedua Hari Raya di Perantauan] Hari ke #235 Setiap kali mendengar gema takbir berkumandang, hati ini bergetar. Mengingat kebesaran Allah, Yang Mahabesar. Ada kesedihan sekaligus kebahagiaan ketika mendengarnya. Sedih, mengingat diri ini begitu kecil tetapi seringkali lalai akan nikmat-Nya. Pun bahagia bercampur haru karena Allah masih memberiku waktu di dunia untuk mensyukuri nikmat-Nya, beribadah kepada-Nya. Salah satunya di Iduladha tahun ini. Meski ini kali keduaku salat id di perantauan, tetapi terasa sekali perbedaannya. Baik lingkungannya, nuansanya, maupun orang-orangnya. Sesuatu yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Selepas salat, setelah beristirahat sejenak di kontrakan, Mas mengajakku ke masjid untuk membantu warga yang sedang melakukan penyembelihan dan pemotongan hewan kurban. Sesampainya di masjid, rasanya begitu canggung. Terutama untukku yang tipikal socially-awkward. Namun, Mas mendorongku untuk berbaur dengan warga. Sementara Mas begitu luwes membaur dengan bapak-bapak yang sedang memotong daging dan tulang, aku begitu canggung untuk masuk ke tenda para ibu-ibu. "Ada yang bisa kubantu, Bu?", pertanyaan yang kuajukan ke mereka. Begitu canggung. Ketika dua kali bertanya, seorang ibu malah mengajakku untuk membaur bersama Beliau dan beberapa ibu-ibu yang sedang mengobrol--entah apa. Menit-menit awal terasa canggung. Pertanyaan-yang-sering-diajukan-kepada-orang-yang-baru-dikenal pun keluar. Aku menjawab sekenanya. Setelahnya aku hanya menjadi pendengar ketika mereka mengobrol kembali. Belasan menit yang cukup panjang ketika tidak melakukan apa-apa di tengah orang yang baru kukenal. Bersabar menunggu hingga masa menganggurku pun berakhir. Bermula dari mengupas kulit timun, pekerjaan-pekerjaan lainnya pun ikut menyusul. Hingga tongseng sapi pun dapat terhidang untuk warga yang sedang membantu. Sepiring tongseng sapi dan segelas teh hangat pun terasa begitu nikmat ketika dimakan bersama. Selengkapnya di: http://www.riasrise.com/2018/08/kali-kedua-hari-raya-di-perantauan.html #jurnal365 #riasrise #234of365 (at Kecamatan Kasihan Bantul) https://www.instagram.com/p/Bmyeu2rBjK1/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1aviwtv05vqhy