Karena tujuan menikah itu bukan hanya untuk bersatu melainkan mendekatkan diri kepada Allah
Ini adalah pesan pernikahan kesekian yang utamanya adalah mengingatkan diri sendiri. Pesan pernikahan dari kami yang masih terus mengupayakan sakinah mawaddah wa rahmah di umur pernikahan yang baru menuju 2 tahun. Pesan ini murni sebagai nasehat untuk kebaikan saudara-saudari kami agar lebih fokus dalam meniatkan tujuan pernikahan ini. Barangkali di pertengahan proses berkenalan ada hal yang menggangu niat sehingga bersikeras mengupayakan bersatu dan mengabaikan syarat prinsip maka kembali ingatlah satu pesan ini ; bersatulah untuk menambah kedekatan padaNya. Pesan ini sebenarnya didapatkan dari template capcut yang menjadi pengingat untuk pernikahan kami. Mudah-mudahan kelak teman-teman yang belum menikah Allah segerakan di waktu yang tepat dengan kesiapan yang sangat cukup. Pun yang sedang berproses berkenalan dengan calon pasangannya agar selalu melibatkan dan meminta petunjuk Allah dalam mendapatkan pasangan terbaik menurutNya. Begitu pula, bagi yang telah menikah mudah-mudahan Allah kuatkan kasih dan sayang diantara kalian sehingga kelak Allah perkenankan berkumpul bersama hingga surga. Aamiin.
Sudah semestinya bahwa pernikahan memang mempersatukan, tidak hanya sepasang manusia yaitu laki-laki dan perempuan namun juga 2 keluarga.
Maka sudah barang tentu hal itu bukanlah tujuan utamanya. Seperti dalam pesan pernikahan sebelumnya bahwa menikahlah karena bersamanya surga terasa lebih dekat sama halnya dengan menikahlah untuk menambah kedekatan kita kepada Allah. Pernikahan adalah cinta segitiga. Bukan hanya cinta seorang laki-laki pada perempuan dan/atau sebaliknya namun di dalamnya juga melibatkan Allah. Sudut segitiga paling atas adalah Allah dan sudut kanan kiri adalah suami atau istri. Semakin dekat hubungan suami atau istri kepada Allah maka semakin dekat pula hubungan diantara mereka berdua. Namun, begitu sebaliknya jika hubungan suami atau istri semakin jauh dari Allah maka semakin jauh pula hubungan diantara mereka berdua. Maka, sangat disayangkan jika meniatkan menikah hanya untuk bersatu karena pernikahan merupakan ibadah yang waktunya sangat panjang sekali hingga akhir hayat dan berharap Allah persatukan di surgaNya.
Menikahlah dengan seorang yang mampu mendekatkanmu pada penciptamu, Allah.
Dia mungkin bukanlah orang yang sempurna termasuk dalam hal ibadah atau ketaatan padaNya. Namun bisa jadi itu adalah bumbu manis pernikanan untuk saling mengingatkan dalam taat selagi kesalahan itu bukanlah prinsipil dan bagian kecil yang masih bisa diupayakan untuk diperbaiki. Tugas pasangan adalah saling mengingatkan dan menguatkan dengan penuh cinta dan kelembutan.
Sungguh indah dan menenangkan bukan jika di dalam rumah tangga kita dipenuhi dengan segala hal yang mendekatkan kita pada Allah. Kita saling berlomba dalam kebaikan, saling mengajak pada kebaikan, saling mencegah pada keburukan, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.
MaasyaAllah, insyaaAllah diliputi sakinah mawaddah wa rahmah. Aku jadi teringat dengan sebuah doa, begini bunyinya,
اللِهُمَّ إِنِِي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَ حُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرّبُنِي إِلَى حُبَّكَ
Artinya : "Ya Allah, aku mohon padaMu cintaMu dan cinta orang-orang yang mencintaiMu serta cinta terhadap amal yang dapat mendekatkan diriku pada cintaMu."









