#4 Hari Menuju Kepergianmu
Yang seharusnya aku, kamu, kita pahami bersama...
Jamaah dakwah, apapun bentuknya; harakah, ormas, LSM ataupun partai Islam, dengan demikian perlu menyadari bahwa jalan dakwah tidaklah mudah dan tidak selalu berakhir dengan diraihnya kekuasaan Islam pada zaman atau generasinya. Namun selama hati ikhlas menempuh jalan-Nya, terus berjuang di atas manhaj-Nya dan berkomitmen dengan syariat-Nya, tak peduli apapun yang terjadi; sesungguhnya ia berada dalam kemenangan.
“Jalan dakwah tidak ditaburi bunga-bunga yang harum baunya,” nasehat Mustafa Masyhur dalam Fiqh Dakwah, “Tetapi merupakan jalan sukar dan panjang.”
“Sebab antara yang haq dan yang bathil ada pertentangan nyata. Dakwah memerlukan kesabaran dan ketekunan memikul beban berat. Dakwah memerlukan kemurahan hati, pemberian dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil yang segera, tanpa putus asa dan putus harapan. Yang diperlukan adalah usaha dan kerja yang terus menerus dan hasilnya terserah kepada Allah, sesuai dengan waktu yang dikehendaki-Nya.”
Menyadari hakikat kemenangan dan tuntutannya, harakah Islam takkan terjebak pada sikap isti’jal; tidak sabar dengan jalan dakwah yang panjang lalu memutuskan untuk kudeta, membunuh penguasa muslim, atau bahkan melancarkan aksi-aksi terorisme dan radikal.
Menyadari hakikat kemenangan dan tuntutannya, ormas Islam takkan terjebak pada kekhawatiran organisasi Islam lain lebih besar darinya, hasad dan memusuhi organisasi Islam yang lebih massif perkembangannya, atau bahkan menyediakan diri dikooptasi penguasa sekuler dengan menjadi alat politiknya.
"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)" (Qs. Al-Fath : 1-3).