minggu 28 desember 2025
Ini adalah mama, ibu mertua yang 35 tahun lalu melahirkan suamiku ke dunia.
Di tanggal yang sama, satu tahun kemudian, ibuku melahirkanku.
Waktu terus berjalan.
Dua puluh tiga tahun setelah itu, kami dipertemukan—
saling mengenal, lalu memilih berjalan bersama.
Hampir di usia 28, ia menikahiku.
Dan kini, sudah tujuh kali berturut-turut kami melewati 28 Desember
sebagai suami istri,
sebagai ayah dan ibu.
Tak pernah ada perayaan khusus di tanggal kelahiran yang sama ini.
Tapi entah kenapa, selalu ada kejutan
setiap kali kami berada di Bogor.
Semalam menginap di rumah mama.
Pagi harinya jalan pagi menjenguk Mamiya.
Kakang berjalan berdua lebih dulu dengan mama.
Aku bersama ayah, menggendong Semesta.
Ayah bercerita tentang disappointed valley—
lembah kekecewaan yang pasti dilalui setiap manusia.
Dalam hidup, dalam pernikahan,
dalam membersamai Mansa dan Semesta,
dan dalam upaya kami saling berubah, saling bertumbuh.
Teorinya memang begitu.
Dan nyatanya, kami sedang dan akan terus melewatinya.










