Pagi Senin Pertama yang Sibuk
Rasanya berantakan. Pekerjaanku tidak selesai seluruhnya. Laptop tiba-tiba tidak berfungsi, layar berubah kuning, dan rasa kantuk bekas semalam yang tidak tertahankan. Sudah saatnya aku menolak semua permintaan lembur. Sudah saatnya jam kerja kembali sesuai waktu.
Senin pertama di tahun 2023 terasa seperti bukan tahun baru. Perasaan sama dengan udara yang sama, pekerjaan yang sama dan kelelahan yang sama. Mengutuk hari memang bukan hal baik. Hindari mengutuk selagi bisa. Hai hari Senin pertama, aku tidak mengutukmu. Aku mengutuk diriku sendiri dan segala keteledoranku selama ini.
Ada saat hari Senin pagi begitu tenang. Tidak perlu terlambat sarapan apalagi lupa mandi. Waktu semua pekerjaanku selesai sebelum akhir pekan menjadi kunci tenangnya Senin pagi. Aku tahu betul hal itu, sayangnya sering pura-pura lupa dan menghindari pekerjaan selesai tepat waktu.
“Baik, pekan ini harus lebih baik,” begitu doa setiap Senin. Pekan ini pekerjaanku harus tepat waktu. Pekan ini jam kerjaku harus sesuai waktu. Pekan ini aku harus lebih sadar diri.
Senin sering menjadi momok menakutkan. Seakan-akan petaka menyedihkan bagi para pekerja karena harus menyudahi liburan yang singkat. Termasuk aku tentunya. Sedih sekali libur sejenak dan harus bekerja dalam waktu panjang. Namun, itu bukan sesuatu yang harus aku benci. Sebaliknya bersyukur itu perlu untuk memberi pengertian pada diri bahwa pagi Senin yang sibuk dirindukan oleh banyak orang.














