Berusaha Menjadi Si Paling Go Green
Bulan Oktober lalu aku memulai langkah baru dengan mencoba gaya hidup cinta lingkungan. Mulai dari membeli menspad, kapas kain, lerak untuk mencuci baju, hingga sabun mandi bebas plastik.
Selama sebulan berlangsung, hidup tanpa plastik ternyata sulit. Setiap menggunakan plastik aku merasa bersalah, mengutuk diri keras-keras. Kepalaku pusing, pening, dan tidak bisa menikmati prosesnya.
Bulan berikutnya aku kembali menggunakan sabun mandi cair yang menghasilkan sampah plastik. Ya, aku menyerah. Menyerah untuk memaksakan diri. Ada baiknya semua dilakukan perlahan.
Targetku bukan "no plastic", tapi "less plastic". Mengurangi pemakain plastik sekali pakai sudah cukup bagiku. Sah sah saja ketika ada satu plastik yang dipakai.
Bulan kedua, aku berusaha membeli makanan dengan tempat makan. Setiap keluar rumah, barang wajib yang dibawa adalah tempat makan, tumblr, dan goodie bag. Awalnya terasa ribet dan riweuh, tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa.
Bulan ketiga, perkembangannya tidak banyak. Targetku hanyalah lebih mindful dalam berbelanja. Menghindari sikap influsif pada setiap diskon. Membeli yang benar-benar butuh dan perlu.
Sempat berpikir tidak ada perkembangan apapun dalam upayaku ini. Apa yang berubah dari aku sebelumnya? Oh ternyata ada.
Sekarang tidak pernah lagi aku membeli pembalut, kapas sekali pakai, dan sabun cuci pakaian. Aku punya menspad dan kapas yang bisa dicuci berulang, serta lerak yang digunakan untuk mencuci pakaian. Senangnya dalam hati. Ternyata ada perubahan selama tiga bulan ini.
Small progress is still a progress, right?













