Seumpama kita tahu kapan langit akan runtuh; sebelum tiupan sangkakala Israfil nyaring mengguncang bumi. Tentu, tiada lagi tawa satir menggema. Atau menjadi si dungu yang terus-menerus serakah.
Di keningnya tersadar yang dikejar bisa jadi pijakan bara api. Duhai ternyata diri begitu candala. Ketakutan pun akhirnya menyusup dalam dada. Beruntung, masih ada toleransi memperbaiki. Hingga lekas-lekas menggelar sajadah; memuji dan mengingat-Nya sebagai repetisi harian.
Aku paham seumpama hanyalah ungkapan pengandaian saja. Jika kau tak punyai tekad, mengikis bersih kerak di hati, tetap saja sama. Manusia memang dinamis. Namun harusnya mengarah positif. Bukan, sebaliknya.
#30haribercerita #30hbc1926 #Day26 https://www.instagram.com/p/BtGj18qh6_J/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=16sjip7yev3as
















