Menulis #30haribercerita itu kayak naik gunung. Awalnya menggebu-gebu, seperti saat menulis di 10 hari pertama. Lalu ngos-ngosan kelelahan. Sejenak tertatih, berjalan perlahan mengatur napas. Di tengah perjalanan atau pada 10 hari kedua ujian terberatnya di sini, entah dari pihak luar atau malah di dalam diri. Godaan bisa saja datang dari teman yang mengajak menyerah. Lanjut atau berhenti, pilihannya ada padamu; ikut ajakan temanmu atau menyemangati temanmu untuk bersama-sama sampai ke tujuan. Saya pernah sampai puncak sendirian dan itu rasanya ga enak, Lur. Huffty.. Masing-masing punya pencapaiannya sendiri, rejekinya sendiri. Ada yang belum seperempat perjalanan sudah menyerah. Entah berdalih tidak ada ide atau tidak ada waktu. Ya mungkin memang rejekinya mereka cuma segitu. Saya bersyukur atas segala peristiwa di 31 hari di bulan Januari ini. Ada yang pergi, ada yang bertahan dan ada yang kembali. Segalanya tentu sudah tertulis dalam suratan takdir-Nya. Menjadi keberkahan ide dalam menulis di #30haribercerita tahun ini. Tahun lalu, saya amat payah. Tahun ini tidak boleh mengulang kegagalan. Meski terseok-seok tambal sana tambal sini, merapikan tulisan lama, berpikir keras untuk tulisan baru. Paling tidak di akhir Januari ini saya sudah selangkah lebih maju dari akhir Januari tahun kemarin. . Akhir kata; sampai jumpa diriku di Januari tahun 2020. Insyaallah.. . #30haribercerita #30hbc19 #30hbc1930 #30hbcsampaijumpa #catatanseorangfiguran https://www.instagram.com/p/BtTNlrTB2F7/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=uounil26wl1f














