The Experience
Felix, sang tokoh utama 73km tidak pernah menyangka bahwa kisah perjalanan yang biasa dilakukan setiap minggu ke date, dari sekedar ide akhirnya bisa menjadi sebuah film. Walaupun menyita waktu tapi perasaan fun menjadi bagian yang dinikmatinya selama menjalani perannya sebagai tokoh sentral 73km.
Lain lagi bagi Yola, sejak diumumkan adanya movie competition yang akan diadakan oleh JPCC, antusiasme terlihat dari para DATErs yang juga penggemar film nasional untuk ikut mengambil bagian dalam kompetisi ini. Dimulai dengan pembuatan panitia, perhitungan budget dan pembagian tugas dan tanggung jawab, yang dibicarakan secara khusus dalam sebuah rapat, semakin memperkuat perasaan antusias yang dirasakan oleh setiap DATEr.
Antusiasme juga semakin terasa pada saat dimulainya proses shooting yang pertama di Nataneka Office, kantor salah satu DATEr Date Rasuna 3 Arnov Lie. Bagi Arnov, walaupun terlihat hampir semua yang terlibat dalam film ini tidak punya background sebagai pembuat film, namun niat dan semangat untuk membuat suatu karya yang maksimal dengan skill dan passion dikerahkan dengan total.
Sepanjang proses shooting yang berlangsung di beberapa tempat, banyak pengalaman tidak terlupakan yang dirasakan oleh setiap orang yang terlibat dalam pembuatan film ini.
Bagi Devin yang bertugas untuk membantu proses pengambilan gambar, naik transjakarta merupakan pengalaman pertama kalinya. Pengalaman yang berkesan bagi Devin juga dirasakan oleh Matius, DATEr yang berprofesi sebagai Reporter TV Swasta National. Pada saat Matius dan Devin mengejar bus dan memaksa masuk bus , mereka hampir kejepit pintu. Akibatnya mereka berdua diomelin oleh supir bus karena masuk ke bus saat pintu hampir ditutup, suatu kondisi yang memang sangat beresiko buat penumpang bus.
Pengalaman berada di kereta api menuju stasiun Kota di siang hari yang terik, menjadi hal yang tidak terlupakan buat Mary, DATE Leader Date Rasuna 3. Walaupun sempat salah jalan saat keluar dari terowongan stasiun kereta, tetap saja merasakan keseruan dari perjalanan yang memang menyenangkan. Bahkan diluar ekspektasi, proses shooting yang diperkirakan akan sampai di Depok ternyata bisa diselesaikan beberapa stasiun pemberhentian sebelumnya. Proses pengalaman gambar di kereta api tidak kalah menarik bagi yang mengalaminya. Bagi penumpang kereta api yang tidak mengetahui proses pengambilan gambar di kereta api, Matius sempat disangka penyuka sesama jenis karena berdiri terlalu mepet ke Felix.
Selain Bus dan Kereta api, penggunaan bajaj menjadi suatu hal yang sangat penarik bagi para artis dan aktor dadakan. Seperti yang dialami oleh Kristin Aritonang, yang bertugas untuk negosiasi tawar menawar dengan supir bajaj. Setelah proses yang cukup panjang dan mencapai kesepakatan harga, tiba-tiba si supir bajaj kabur. Untung akhirnya dapat bajaj pengganti yang abangnya super baik. Proses shooting di bajaj menjadi bagian yang paling menyeramkan juga bagi Felix mengingat supir bajaj yang diperankan oleh Efril Zen, belum bisa menguasai bajajnya dengan baik, sementara jalannya sempit dan banyak anak-anak. Suatu perasaan yang bercampur antara seram dan seru.
Selain di moda transportasi, proses pengambilan gambar yang juga dilakukan di kos salah satu Ferlina yang akrab dipanggil Fey. Di lokasi ini, Ricka yang berperan sebagai ibu-ibu yang sedang menyapu halaman tanpa sengaja menyiram air anak muda yang sedang lewat yang tidak lain adalah Felix sang tokoh utama. Pengalaman ini menjadi hal yang sangat menyenangkan karena harus memiliki karakter sebagai ibu-ibu.
Selain karakter Ibu-ibu, karakter lainnya yang muncul di film ini adalah karakter atasan yang diperankan oleh Esther. Baginya, menjadi sosok boss pada seseorang yang dikenal sebagai teman bukan suatu yang mudah. Namun demikian menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan memerankan sosok yang penuh ketegasan.
Banyaknya pengalaman mengesankan yang dialami oleh para artis dan aktor dadakan yang terlibat di film ini telah menghasilkan suatu rasa bangga dan kecintaan yang semakin dalam terhadap DATE Rasuna 3, yang disebut sebagai Second Family. Bagi Ricka, proses pembuatan film ini membuka karakter sesama DATEr yang selama ini tidak telalu muncul. Melalui film ini tercipta kesatuan visi, hati, dan misi, yaitu untuk memandang kebaikan Tuhan dalam DATE Rasuna 3. Ikatan kekeluargaan sebagai satu komunitas memang menjadi semakin dalam sejak terlibat dalam pembuatan film ini.













