Hanya Ilusi - Bukan Konklusi
Hari ini aku mulai mengerti, tentang sebuah izin dari sebuah pihak. Tentang sebuah pamit yang tidak pernah aku kenali. Tentang sebuah peran yang dibodohi. Tentang sebuah harapan untuk dijemput di stasiun yang sama. Tentang pihak lain yang dirundung rindu berlaksa-laksa. Tentang alunan lagu pembangkit gejolak air mata. Tentang segala kenangan yang tersimpan baik di dalam hati dan pikiran.
Barangkali pertemuan itu adalah sebuah kesalahan, maka berikan aku sebuah remedial yang terus berulang. Agar aku dapat jatuh pada kesalahan yang sama.
Bahkan, malam demi malam, hari demi hari, ku biarkan kaki ini jatuh pada lubang yang sama. Bukan bodoh, tapi dibodohi. Bukan tak belajar, tapi memang tak mau lagi diajar. Bukan tak percaya, tapi masih percaya bahwa salah jika percaya.
Ini bukan tentang kebetulan, untukku meramu sebuah kalimat demi kalimat yang terasa menyesakkan dan penuh kesedihan.
Ini hanya tentang sebuah hati yang terlalu jauh mencintai,
Tentang sebuah tokoh yang dijatuhi tragedi,
Meski tak pernah dipahami,
Ditinggal tanpa pesan oleh sang kekasih,
Membuatku semakin belajar untuk mengerti,
Bahwa cinta benar-benar hanya ilusi,
Dan bukan lagi sebuah konklusi.










