Miris lihatnya.. Kampus sebagai tempat belajar berdemokrasi dan keamanan sebagai pelindung civitas akademika malah berkelakuan tak seperti pihak keamanan. Jika seperti ini kenapa kita diajarkan berpolitik oleh kampus? . Rabu 7 Juni 2017 Kami melakukan aksi massa dengan total massa sekitar 50 orang dari berbagai fakultas dan berbagai angkatan. Aksi ini menindak lanjuti perkataan rektor pada aksi kami yang sebelumnya yaitu gondrong legal tapi pada kenyataannya masih banyak mahasiswa yang dipotong rambutnya atau disita ksm/ktmnya atau diusir dari kelas tidak diperbolehkan mengikuti ujian. Kami mendapatkan represif dari pihak keamanan kampus dalam bentuk dorongan pada mahasiswa yang sedang melakukan aksi massa di depan rektorat Universitas Muhammadiyah Malang. Bahkan salah satu oknum pihak keamanan kampus memprovokasi teman-teman keamanan yang lain untuk merepresi massa aksi, bahkan sempat muncul perkataan "ayo dihajar ae arek ngene iki ayo". Kejadian ini jelas merupakan bentuk represifitas dari pihak kampus kepada mahasiswa yang akan menyuarakan aspirasinya pada bapak rektor. Atas hilangnya demokrasi dan bentuk represif yang terjadi, Aliansi Gondrong UMM menyatakan sikap: 1. Legalitas rambut gondrong. 2. Mengecam tindakan represif pihak keamanan kampus, karena seharusnya pihak keamanan hanya mengamankan jalannya aksi bukan merepresi atau membubarkan aksi. Jangan pernah lelah untuk menyuarakan keadilan!!! Aliansi Gondrong @ummcampus . #ummcampus #demokrasi #videoviral #civitasakademika #mahasiswaumm #aboutumm #ummaward #mahasiswamalang #malang (at Gedung Rektorat" Universitas Muhammadyah Malang,,,,)