Their 'Imams' wouldn't have survived without our Imams. #imamSadiq #abuHanifa #hanafi #sunni #wakeUp

seen from Norway
seen from China

seen from Norway
seen from China

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Guatemala

seen from United States
seen from Algeria
seen from United States
seen from United States

seen from United States
Their 'Imams' wouldn't have survived without our Imams. #imamSadiq #abuHanifa #hanafi #sunni #wakeUp
Their 'Imams' wouldn't have survived without our Imams. #imamSadiq #abuHanifa #hanafi #sunni #wakeUp #theFact
Their 'Imams' wouldn't have survived without our Imams. #imamSadiq #abuHanifa #hanafi #sunni #wakeUp #theFact
Their 'Imams' wouldn't have survived without our Imams. #imamSadiq #abuHanifa #hanafi #sunni #wakeUp #theFact
Imam Ja'far Ash-Shadiq RA dan Abu Hanifa
Ibn Syabramah berkata, “Aku dan Abu Hanifah mendatangi Imam Ja'far Shadiq RA. Lalu kami mengucapkan salam kepada beliau dan aku berkata, “Ini adalah seseorang yang memiliki keilmuan.” Beliau bertanya, “Apakah dia menilai urusan agama dengan pendapatnya sendiri?” Setelah itu beliau menghampiriku seraya berkata, “Bukankah ini Nu’man bin Tsabit (Abu Hanifah)?” Dia menjawab, “Iya”. Imam mengatakan, “Bertaqwalah anda kepada Allah, apakah anda berqiyas (membanding-bandingkan) urusan agama dengan pendapatmu sendiri? Ketahuilah sesungguhnya yang pertama kali berqiyas adalah iblis disaat Allah memerintahkannya untuk tunduk kepada Adam, maka Iblis menjawab, “Aku lebih baik darinya (Adam AS), Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia dari tanah.” Kemudian Imam melanjutkan pertanyaan kepadanya;
“Apakah layak mengatakan kepalamu lebih baik dari jasadmu?” Abu Hanifah menjawab, “Tidak.”
Kemudian Imam bertanya kembali, “Jelaskan kepadaku tentang air yang ada pada kedua kelopak mata? Dan rasa pahit di kedua telinga? Dan lendir dalam dua lubang hidung? Dan rasa tawar yang ada pada kedua bibir? Untuk apa semua itu diciptakan?” Abu Hanifah menjawab, “Aku tidak mengetahuinya.”
Kemudian Imam menjelaskannya, “Sesungguhnya Allah menciptakan kedua mata, bersamaan dengan itu Dia juga menciptakan dua lemak, dan menjadikan air tersebut diantara keduanya. Sebab jika bukan karena itu, niscaya akan meleleh. Allah Swt juga menjadikan rasa pahit di kedua telinga. Apabila tidak ada, maka binatang akan masuk dan akan menggerogoti otak. Allah Swt juga menjadikan lendir di kedua lubang hidung untuk menghirup udara dan mencium aroma yang wangi juga bau busuk. Allah juga telah menjadikan rasa tawar di kedua bibir agar manusia dapat merasakan lezatnya makanan dan minuman.”
Kemudian Imam Jafar Shadiq RA kembali bertanya, “jelaskan kepadaku tentang kalimat yang awalnya adalah kekafiran dan akhirnya adalah keimanan.” Abu Hanifah berkata, “Aku tidak mengetahuinya.”
Imam berkata, “Kalimat tersebut adalah La Ilaaha Illallah. Apabila seorang hamba mengatakan tidak ada Tuhan (La Ilaha), maka dia telah kafir dan apabila seorang hamba mengatakan kecuali Allah (IllAllah) maka dia adalah orang yang beriman.”
Lalu Imam kembali bertanya, “Manakah yang lebih besar dosanya, membunuh ataukah berzina?” Abu Hanifah menjawab, “Membunuh.” Imam as berkata, “Sesungguhnya Allah Swt menerima kesaksian dari dua orang di dalam perkara pembunuhan. Akan tetapi jikalau dalam perkara perzinahan, Allah tidak menerima kesaksian kecuali berasal dari empat orang.“
Lalu Imam Ja'far bertanya kembali, “Mana yang lebih mulia disisi Allah, shalat atau puasa?” Abu Hanifah menjawab, “Shalat.” Imam Jafar berkata, “Lantas bagaimana dengan wanita yang sedang haid, dia harus mengqadha puasanya, sementara shalat tidak harus diqadha olehnya?
”Bertakwalah anda wahai Hamba Allah, karena esok nanti kita semua akan berada di hadapan-Nya.
abuhanifa replied to your post: I woke up today and found I’m sick with fever...
get better soon sister..
Thank you bro :) insyaAllah.