Bersyukur, Cinta, dan Bahagia
Kebahagian bukan berasal dari hawa nafsu yang kita turuti, tetapi berasal dari rasa syukur atas yang kita punya. Seperti halnya kebahagian dalam cinta bukan berasal dari cinta yang kita kejar, tetapi berasal dari cinta yang kita terima, karena cinta yang dikejar belum tentu mencintai tetapi cinta yang diterima sudah pasti mencintai. Sehingga Pria yang mengejar cinta Perempuan dengan sebuah ikatan "Pacaran" sudah pasti dia hanya menuruti hawa nafsunya sedangkan Pria yang siap menerima cinta Perempuan dengan sebuah ikatan "Pernikahan" sudah pasti dia mencintaimu dan siap menanggung segala resiko dengamu.
Masalah cinta memanglah rumit di usia muda begini tetapi terkadang kita lupa Siapa yang selalu mencitai kita sehingga kita lupa untuk bersyukur dan tidak bahagia. Allaah lah yang selama ini selalu mencintai kita oleh karena itu jangalah lupa bersyukur kepadaNya atas cinta yang telah kita terima dari-Nya agar kita selalu bahagia.
Namun, kebanyakan dari kita lupa bersyukur dengan cinta yang telah kita terima dari-Nya dan berusaha mengejar cinta hamba-Nya yang belum tentu memberi cinta kepada kita. Sehingga banyak dari kita yang mengejar hawa nafsu dengan segala kepura-puraan dan tipu daya, untuk memperoleh sebuah hubungan dengan hamba-Nya yang tidak diridhoi oleh-Nya bernama "Pacaran".
Bagaimana kita bisa percaya, dengan cinta orang yang mengajak kita "Pacaran" padahal cinta dari Tuhannya sendiri yang selalu mencitainya tidak ia terima, Apakah mungkin suatu hari Dia juga akan tidak menerima cintamu ketika Kamu mulai mencintainya ? Apakah mungkin suatu hari Dia tanpa perasaan berdosa meninggalkanmu dengan beribu-ribu alasan yang dibuat-buat dan berujung pada sebuah kata yaitu "Putus".
Berbeda dengan orang yang mau menerima cinta dari Tuhannya dengan memutuskan untuk tidak menjalin sebuah hubungan bernama "Pacaran". Dia akan selalu setia menerima cinta dari Tuhannya, Bagaimana mungkin suatu hari Dia akan tidak setia menerima cintamu ketika Kamu mulai jatuh cinta dengannya ? Bagaimana mungkin suatu hari Dia meninggalakanmu karena satu alasanpun Dia tidak punya dan satu-satunya alasan Dia terus bersamamu adalah karena kamu mencintainya dan perlahan Dia mulai menerima cintamu dengan rasa cinta dari dalam hatinya yang terus tumbuh dan berkembang bak tanaman.
Kesimpulannya cinta itu jangan dikejar tetapi biarlah mengalir apa adanya tanpa kepura-puraan dan tipu daya, tugas kita adalah memantaskan diri baik dari segi jasmani, rohani, dan materi sehingga ketika kita siap menerima cinta seseorang kita tidak melupakan cinta Allaah yang selalu mencintai kita dengan cara menjalin sebuah hubungan dengan hambaNya dan diridhoi oleh-Nya bernama "Pernikahan".










