PERTEMUAN BERKUALITAS
Abu Paya Pasi Tiba-Tiba Datang
Tanpa sengaja, niat semula keluar rumah ke warung kopi untuk mencari makanan dan menikmati segelas kopi khas Kupi Kayee (kopi yang diramu khusus dan dimasak menggunakan kayu bakar) di Kupi Nangroe jalan Dr. Mr. Teuku Moehammad Hasan gp. Suka Damai Lueng Bata Banda Aceh, tengah malam Senin 15 Maret 2020, tiba-tiba datang para santri dan terdapat pula di dalamnya salah satu tokoh ulama Aceh Tgk. Muhammad Ali alias Abu Paya Pasi Aceh Timur. Lalu terjadilah pertemuan spontan dan menjadi pertemuan yang lama. H. Muhammad Nazar, Ketua Umum Partai SIRA kebetulan menggunakan kaos berlogo Partai SIRA. Abu Paya Pasi yang didampingi rombongan rupanya baru selesai memberikan pengajian di mesjid di kawasan Seutui Banda Aceh dan memilih mampir di warung/ kafe Kupi Nangroe.
Setibanya di dalam warung itu, Abu Paya Pasipun melihat Haji Nazar lalu bersalaman dan berpelukan, keduanya lama tidak berjumpa langsung selain pernah berkomunikasi lewat HP dalam tiga tahun terakhir. Lalu Abupun mengambil tempat sebelah kanan depan H. Muhammad Nazar. Beberapa pendamping Abu juga bergabung duduk di kursi dekat Abu dan Haji Nazar. Sambil memesan makanan dan minuman, Abu dan Haji Nazar memulai pembicaraan dan saling bertanya berbagai hal. Sementara para pendamping Abu dan santri yang ikut dalam rombongannya hanya ikut mendengarkan. Ketakziman para murid atau santri kepada gurunya di dunia dayah memang terkenal sejak dulu dan begitu nampak dalam prilaku mereka, tak ada pertanyaan dan bantahan dari rombongan Abu ketika Abu dan Haji Nazar saling bertanya dan menjawab.
Mulai dari isu virus corona yang sempat ditutup-tutupi di Indonesia, perkembangan Islam dalam masyarakat hingga masalah-masalah pembangunan Aceh dan isu wahabi menjadi pembahasan. Konten dan penjelasannya sangat berkualitas meskipun tempat pertemuan di warung kopi dan hanya secara kebetulan. Haji Nazar menjawab sejumlah pertanyaan dari Abu dan sesekali Haji Nazar balik bertanya terkait perkembangan dayah saat ini. Abu menyatakan rintisan berbagai program untuk dayah, termasuk pembangunan dayah perbatasan, pemberian sejumlah beasiswa untuk masyarakat, tidak terkecuali untuk alumni dayah sampai program pengislamam ratusan non muslim setiap tahun di Aceh Tenggara dan Singkil yang dilakukan oleh H. Muhammad Nazar selama menjabat wakil gubernur Aceh 2007-2012 seharusnya dilanjutkan secara regular oleh pemerintahan Aceh sekarang. Apalagi jumlah dana APBA Aceh sejak 2012 hingga sekarang naik lebih dua kali lipat dibandingkan tahun 2007-2012, kata Abu.
Terkait virus corona juga menjadi diskusi singkat. Hal mana pemerintah tidak perlu menutup-nutupi karena hal itu tidak akan bisa ditutupi. Alhamdulillah sekarang pemerintah sudah mulai terbuka terkait urusan wabah yang tersebar sangat cepat dan terpapar secara global itu. Abu sepakat dengan pemikiran Haji Nazar. Abu juga mengharapkan sebagaimana perintah agama, meskipun secara medik harus diatasi tetapi umat Islam tetap harus menggunakan keyakinan iman untuk mengatasi bencana apapun, termasuk virus corona.
Selain itu perkembangan agama Islam di berbagai negara di luar Indonesia yang meningkat pesat meskipun umat Islam banyak yang didiskriminasi hingga dianiaya secara sistimatis juga menjadi perbincangan Abu dan Haji Nazar sambil menikmati kopi dan mie Aceh. Di benua Amerika, Eropa, Afrika, India, New Zealand dan Australia pemeluk agama Islam semakin bertambah setiap hari. Secara umum mereka memeluk Islam setelah berusaha mempelajari Islam secara ilmiah dan teologis. Orang-orang pintar dan cerdas banyak memilih Dan memeluk Islam. Artinya orang-orang yang tidak menggunakan akal dan kotor jiwanya pasti tidak akan masuk Islam, pasti membenci islam dan jika mereka sudah Islam pasti tidak akan mempraktekkan jalan Islam dan juga ikut membenci Islam meskipun mereka diberikan kekuasaan, kata Haji Nazar yang disahihkan Abu.
Tentu secara akidah, orang orang masuk Islam adalah karena hidayah dari Allah tetapi kewajiban mendakwahkan kebenaran Islam tetap harus dijalankan. Sebab, meskipun manusia diberi akal maka sering akal tidak akan sampai pada kebenaran mutlak dalam mencari Tuhan. Namun setiap manusia secara fitrah membutuhkan Tuhan dan berupaya mencari Tuhan, sehingga ketika akal tidak ada yang arahkan berkemungkinan manusia menemukan Tuhan dalam berbagai bentuk yang sesungguhnya itu bukanlah Tuhan yang sebenarnya. Bahkan hewan, benda, makhluk hidup, makhluk mati dan lat batat kayee batee dianggap sebagai Tuhan, kata Haji Nazar yang dibernarkan Abu Paya Pasi. Karena itulah dakwah dan guree (guru atau pemberi arahan) dibutuhkan, tambah Abu memperkuat penjelasan Haji Nazar.
Sayangnya di Indonesia persentase umat Islam menurun karena kegiatan-kegiatan dakwah terkadang dipaksa beradaptasi dengan kebijakan pemerintah. Tergantung siapa pemerintahnya, pro Islam atau tidak, bisa didikte kepentingan pihak lain yang anti Islam atau tidak, kata Haji Nazar dan dibenarkan oleh Abu.
Sebelum beranjak meninggalkan warung sekali lagi Abu dan Haji Nazar bangkit dari tempat duduk mereka, bersalaman dan saling berpelukan. Abupun menyempatkan bertanya: peue na reuncana maju lam Pilkada 2022? Sambil tertawa ringan Haji Nazar menjawab: takalon ilee Abu, meunyo respon masyarakat beutoi-beutoi ingin peumaju Aceh mungken jeuet tamaju lam Pilkada kali nyoe, meutapi meunyo masyarakat Aceh mantong galak jipeungeut dan meuheut jibalot ngen haba bangai, mantong jitem lop lam puep watee jiyue lop lam puep le gop, mantong galak ngen aksi-aksi politis seusat dan seusaat, maka han maju-maju Nangroë dan ka pasti reuloh agama, kareuna respon dan prilaku masyarakat peumileh ikot peuteuntee prilaku reaksioner tokoh atawa politisi nyang hana pike keu keumajuan tapi hanya pike keu meunang, nyang peunteng meunang abeh peukara lalu reulohlah Aceh, kata Nazar yang direspon tawa Abu dan rombongan. Lalu Abu spontan menjawab: nyan memang masalah raya that that di Aceh, bak babah galak maju tapi lam prilaku kon meunan. Nyan keuh tugaih tanyoe bandum pakiban cara bek le meunan.
Abupun memberi salam kembali sambil mengangkat kedua tangannya ke arah Haji Nazar lalu berpamitan yang dibalas okeh Haji Nazar dengan hal yang sama. Lalu serangan anggota rombongan yang ikut berpisah dengan Abu juga bersalaman dengan Abu dan tentu mencium tangan Abu sebagai guru mereka. Setelah mengantar Abu ke mobilnya, beberapa orang rombongan Abu meminta Haji Nazar mau berfoto untuk koleksi pribadi di hp mereka masing-masing.
Semoga pertemuan tersebut berkah dan membawa kebaikan, karena setiap pertemuan tidak ada yang kebetulan dalam ilmu Allah.












